Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 11-ANGGUN EDWARD OR ANGGUN ALFEROZ


__ADS_3

Reno saat ini hanya menikmati sebuah gelas juice di tangan nya di temeni sinar bulan di malam hari ini, pria itu masih memakai kemeja putih dan celana hitam nya tanpa jas, sambil menikmati malam pertama.


"Kenapa menjadi manusia itu merepotkan, Aku hanya ingin jadi bulan yang diam tanpa di tuntut untuk menjadi langit malam,"gumam Reno menyesap minuman nya.


Perkataan Anggun yang tadi terlintas di otak nya tentang gadis itu menerima tawaran nya dengan menjalankan pernikahan ini sesuai keinginan nya sebagai pihak pertama.


"Untung Aku memliki patner hidup yang mengerti, apa sebelum Aku lahir, tidak bisa memilih hidup seperti apa yang Aku ingin kan? Jika bisa Aku hanya ingin jadi rumput yang bergoyang terus di makan sapi dan mati, tidak perlu memikirkan pekerjaan, pernikahan, keturunan Akh menyebalkan,"gumam Reno yang mengegam gelas juice nya itu kasar.


Sementara Reno sedang gunduh dengan pemikiran nya itu, Anggun sudah selesai mandi dan berjalan mendekati pria itu, sambil merebut gelas juice Reno.


"Akh menyegarkan,"ucap Anggun meneguk habis juice jeruk itu.


"S*ial jus jeruk ku,"umpat Reno menatap Anggun kesal.


"Kamar mandi tidak di pakai lagi Tuan dingin,"ucap Anggun duduk di kursi samping itu.


Saat ini mereka ada di beranda kamar hotel yang memperlihatkan langit malam Roma yang begitu indah dan tenang, Reno menatap manik mata Anggun yang menatap langit malam itu, mata gadis itu di sinari bulan dan membuat nya berkilau di terang malam.


"Wajah mu sangat cantik tanpa make up yang kau gunakan,"ucap Reno menatap Anggun.


Gadis itu memutar kepala nya ke samping hingga menatap wajah pria yang sudah sah menjadi suami nya itu wajah Reno terlihat datar dan dingin seperti biasa nya, dengan sahabat dan keluarga nya sekali pun ekspresi itu tidak pernah hilang di wajah nya sambil menghela nafas.


"Kau memuji ku, tapi ekspresi mu tidak mewakilkan sama sekali,"ucap Anggun menghela nafas nya.


"Hmm,"ucap Reno.


'Hmmm hmmm udah kayak nisa sabyan aja ini kulkas,' batin Anggun kesal.


Mereka hanya diam tanpa berkata sepatah kata pun lagi, hingga akhir nya Reno berdiri terlebih dahulu meninggalkan Anggun.


"Little pergi lah tidur, Aku akan mandi,"ucap Reno meninggalkan gadis itu yang menatap punggung nya menghilang di sebalik pintu.


"Tunggu dan satu lagi, akhir-akhir ini Aku sering mendengar nya memanggil ku little, si*alan Dia kira Aku kecil apa,"ucap Anggun mendengus kesal.

__ADS_1


Mau tidak mau akhirnya Anggun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu di kasur itu, malam pertama pengantin baru itu tidak sama seperti orang lain karena memang rasa cinta tidak tumbuh dan hasrat untuk saling memiliki pun tidak akan pernah ada.


Pagi hari nya


Anggun mengerjapkan mata nya beberapa kali, Dia mengeliatkan badan nya dan melakukan peregangan, Anggun tidak melihat siapa pun di kamar hotel itu, gadis itu berdiri dan pergi ke meja makan lalu melihat sebuah note kecil yang bertuliskan.


Aku akan ke kantor, karena ada rapat jangan telat bukan nya kau akan mengantikan Papa hari ini juga.


"Sebenarnya Papa bilang Aku bisa menunda ini sampai seminggu, mereka terlalu berharap berlebiban, mereka melakukan itu karena berpikir Aku akan menghabiskan waktu di kamar untuk bergoyang dengan si kulkas, tapi kalian salah besar, kami akan berkerja, si*alan suami macam apa yang meninggalkan istri nya di hari pertama,"kesal Anggun mengegam note kertas itu kesal.


Anggun memakan sarapan itu setelah selesai mandi dan memakai pakaian yang sudah Dia siapkan untuk pergi ke kantor, baju warna pink yang sangat pas melekat di badan gadis itu.



Anggun menatap dan merapikan pakaian nya di depan cermin besar itu sambil tersenyum.


"Mau ke kantor tetap fasionable, ini sih gaya Gua banget,"gumam Anggun tersenyum puas.


'Heh jadi Dia tidur di sini semalam? Sebegitu nya kulkas anti wanita,' batin Anggun tertawa kesal.


Anggun mengeluarkan ponsel nya itu dan menelpon seseorang yang akan menjadi sekretaris nya hari ini, Anggun meminta kepada Papa nya sendiri untuk merekrut gadis berbakat dan Dia adalah Chen fei lulusan terbaik di Harvard.


Drt.. drt..


"Chen, kita akan memulai nya hari ini, jemput Aku di hotel Alferoz sekarang,"ucap Anggun kepada gadis yang lebih matang usia nya terpaut lima tahun.


"Baik Buk CEO, saya akan kesana,"ucap seseorang yang ada di seberang telpon sana.


Sementara itu Reno yang sedang berkutik dengan masalah perkantoran nya itu tetap fokus tanpa memikirkan apapun hingga sebuah berkas yang akan Dia periksa membuat nya mengerutkan kening.


"Keenan,"ucap Reno kepada pria yang sedang fokus membantu Tuan nya itu.


"Ya, Tuan,"ucap Keenan melirik pria tersebut.

__ADS_1


"Apa maksudnya ini proyek peluncuran produk baru akan bekerja sama dengan Kim jeon?"ucap Reno melirik asisten nya itu.


"CEO lama ayah dari Kim jeon mengalami kecelakaan dan di turun kan dari jebatan, maka nya anak nya yang mengambil alih proyek produk baru ini Tuan,"ucap Keenan menjelaskan itu.


"Bukankan proyek ini sudah di sepakati hanya dengan perusahaan Edward?"ucap Reno membalikan berkas itu meneliti lebih dalam lagi.


"Apa Anda lupa di rapat dua hari yang lalu presdir sudah menyepakati ini, karena kita butuh barang kualitas bagus yang di miliki perusahaan Kim country,"ucap Keenan..


Reno mengerutkan kening nya lalu mengigat kejadian dua hari lalu yang ternyata memang ada nya terjadi.


'Aku baru ingat, mungkin gara-gara Aku terlalu memikirkan pernikahan, membuat ku lupa kalo Daddy sudah menyepakati itu,' batin Reno.


"Baiklah, kita akan mendesain produk secepat nya karena ini proyek yang sudah tertunda hubungi perusahan Kim dan Edward kita akan mengadakan meeting di minggu pertama,"ucap Reno kepada Keenan.


"Baik Tuan,"ucap Keenan menduduk hormat.


Perusahaan Edward inc Anggun mendongkak kan kepala nya lalu tersenyum miring memasuki perusahaan yang tidak sebesar milik suami nya itu, hanya ada satu cabang di indonesia dan satu ini di italia, semua para petinggi perusahaan datang di rapat dadakan, dari wakil direktur, direktur, kepala divisi dan pemegang saham serta presdir Edward.


Brak..


Anggun mengebrak meja itu kuat sehingga perhatian semua orang menatap diri nya dengan tatapan kesal.


"Presdir apa Anda yakin anak Anda bisa mengantikan, Dia seorang wanita,"bisik salah satu pemegang saham kepada Lumuis.


"Aku mendegar mu, jangan remehkan Aku, dan bersiap lah untuk kerja Rodi, Aku Anggun Edwar--,


"Alferoz sayang,"bisik Lumuis.


"Sst, Papa tapi kan ini di kantor, tidak usah pakai nama belakang suami ku,"kode Anggun kembali kepada Papa nya itu.


Lumuis hanya menghela nafas dan membiarkan itu.


"Aku Anggun Edward, CEO baru di sini, jangan remehkan Aku atau kalian akan merasakan kepalan ini!!!"

__ADS_1


__ADS_2