
Reno membuka pintu kamar Anggun secara perlahan, tidak ada kehidupan di sana kecuali terdengar suara gemercikan air shower dari dalam kamar mandi. Reno melirik kamar mandi itu dengan tatapan bingung.
"Apa Dia sedang mandi?"gumam Reno.
Pria itu melihat semua isi kamar Anggun yang terlihat dominan bewarna hitam itu, serta kasur nya yang berantakan dan bekas cemilan yang terbuang terjatuh di lantai.
"Aku tidak dapat membayang kan apa jadi nya, jika kamar ku akan menjadi seperti ini oleh kelakuan nya,"ucap Reno mengelengkan kepala.
Anggun saat ini sedang bernyanyi di kamar mandi dengan heboh menggunakan sikat gigi yang Dia pegang, gadis itu berjoget ala korea ke kanan ke kiri, hingga akhir nya membuat Anggun sedikit lelah dan memilih menyudahi itu, saat Anggun ingin keluar di sudut pintu tiba-tiba ada kecoa yang berjalan hampir mendekati nya, gadis itu terbelalak kaget dan berteriak kencang.
"Akhh Mamaa!!"teriak Anggun terpelesat dan membuat handuk yang Dia pakai sedikit tidak terpasang dengan benar.
Reno yang mendegar teriakan Anggun itu seketika langsung berlari ke kamar mandi, dan membuka pintu kamar mandi itu dengan paksa.
Brak..
"Apa kau baik-baik saja?"ucap Reno dengan wajah panik nya.
Anggun yang mengenal suara bariton itu mengalih kan perhatian nya yang tadi melihat kecoa, menjadi menatap Reno yang masuk dengan tiba-tiba itu.
"Akhh keluar kau ba*jingan pervert!"teriak Anggun dengan berteriak kencang.
Reno yang tidak tahu menahu itu, malah mendekat kepada Anggun dengan tatapan datar nya, dan menarik tangan gadis itu secara mendadak untuk berdiri, handuk yang tidak terpasang dengan rapi itu sontak terlepas saat Reno menarik lengan Anggun untuk berdiri.
Sret..
Handuk itu terlepas dari balutan tubuh polos Anggun, Reno menatap tubuh itu dengan mata kaget nya lalu memandang mata Anggun, begitu juga Anggun yang memandang tubuh nya lalu menatap Reno yang menatap diri nya juga.
Blushh~
Seketika pipi pria itu memerah akibat melihat tubuh indah milik Anggun.
__ADS_1
Plak..
Tamparan kuat mengenai pipi Reno, Anggun langsung menarik handuk nya dan memasang nya dengan benar.
"Dasar pervert gila, jangan melihat ku!!"ucap Anggun dengan malu nya mendorong Reno keluar secara paksa dari kamar nya itu, hingga ke depan pintu.
Brak..
Anggun menutup pintu itu, tepat di depan wajah Reno yang hanya diam mematung memegang pipi nya yang terasa nyut nyutan, pria itu masih melamun akibat kejadian tadi, otak nya berputar ketika mengigat tubuh Anggun.
"Aku gila,"gumam Reno yang menyadarkan diri nya dengan mengeleng kan kuat.
Tok tok tok..
Reno mengetuk pintu itu dari luar agar Anggun mendegar suara nya.
"Kau cepat pakai baju, kita akan menemui Rere dan Clara di hotel, mereka menunggu mu,"ucap Reno berlalu pergi dari ruangan itu dan memilih duduk di ruang tamu.
"Akh sial, Dia sudah melihat semua nya, Aku tidak memiliki hal yang bisa Aku sembunyikan lagi,"gumam Anggun mengacak rambut nya dengan frustasi.
Reno duduk di ruang tamu, lalu Ananda datang membawakan minuman untuk calon menantu nya itu.
"Apa terjadi sesuatu, kau terlihat tertekan Reno,"ucap Ananda kepada Reno.
Pria itu menghembuskan nafas nya pelan, dan menceritakan kejadian barusan kepada Ananda tanpa sensor dan sangat jelas, entah apa yang di pikir kan makhluk datar itu, apakah Dia terlalu polos atau memang tidak bisa menyimpan sesuatu untuk diri nya sendiri.
"Haha jadi hal itu terjadi, anak gadis itu benar-benar, maaf kan Aku seharus nya Aku saja yang membangun kan Dia tadi, kau pasti kaget,"ucap Ananda menatap wajah Reno yang hanya masam karena kejadian barusan.
"Aku sangat kaget, apakah tubuh seorang gadis memang seperti itu, soal nya saat Aku me--,"perkataan Reno terpotong saat Anggun datang tiba-tiba di belakang nya dan membekap mulut pria itu.
Anggun yang sudah siap siap itu turun, saat Dia mendegar Reno menceritakan itu Dia tidak habis pikir dengan makhluk kulkas berjalan itu, apa yang di pikir kan otak nya, kenapa pria itu bisa-bisa nya bertanya hala aneh kepada Mama nya akh sudah lah.
__ADS_1
"Sebaiknya kau diam,"ucap Anggun dengan kesal dari belakang punggung Reno.
"Sayang, apa yang kau lakukan dengan calon menantu Mama, Dia tidak bisa bernafas,"ucap Ananda dengan kesal menatap anak nya.
Gadis itu melepaskan bekapan nya, lalu langsung menarik ujung jas Reno keluar rumah menuju mobil pria itu.
"Ma, Pa Aku berangkat dulu dengan calon menantu kalian,"ucap Anggun masuk ke dalam mobil.
"Saya pamit Mama, Papa,"ucap Reno juga masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil menuju hotel itu, hanya ada keheningan tanpa ada yang mau membuka suara.
"Kenapa kau kesal, wajah mu nanti bertambah keriput,"ucap Reno dengan kesal.
"Kenapa kau juga kesal, Aku heran mulut mu itu sekali nya bicara membuat ku ingin sekali mencekik mu, tetapi soal wanita kau bagaikan kertas putih yang tidak tahu apa-apa, maka nya kau itu jangan bermain di sekitar Kak Varo dan Axel saja!"kesal Anggun menatap pria itu.
"Polos, Aku sudah 31 tahun di mana otak mu? Telapak kaki? Aku sudah pernah melihat tubuh wanita tela*njang itu sangat banyak di film hollowod yang Aku tonton,"ujar Reno dengan datar fokus menjalan kan mobil nya.
'Lihat lah sungguh Aku tidak habis pikir dengan kepribadian pria ini, kenapa sekali Dia berbicara itu membuat ku ingin memakan nya hidup-hidup' batin Anggun yang hanya diam itu.
Mobil milik Reno sampai di sebuah hotel mewah di kota Roma, Ibu kota Italia tersebut, pria itu turun dan langsung masuk ke dalam hotel meinggal kan Anggun yang mengekori nya dari belakang.
"Dasar Aku ini calon istri nya tidak ada basa basi membuka kan ku pintu mobil, kulkas berjalan si*alan!"teriak Anggun dengan kesal.
Reno melirik ke belakang kepada gadis calon istri nya yang memakai dress cantik itu, badan yang mungil dan hanya sedada pria itu membuat Reno ingin terkekeh sendiri.
'Memang wanita Asia itu miniatur' batin Reno.
Pria itu mendekat kepada Anggun, lalu mengangkat tubuh Anggun tanpa berkata kata ke dalam gendongan nya.
"Hei apa yang kau lakukan turun kan Aku,"teriak Anggun memukul dada bidang Reno.
__ADS_1
"Diam Little!!"