
Saat ini Michele sedang duduk di ruang tamu mansion Alferoz menunggu perintah dari Nyonya Alferoz itu, tampak pria itu memakai jas dokter nya dan memakai kacamata nya sambil memegang buku cek up khusus yang Dia buat sendiri itu.
Pria itu tampak sangat tampan di saat posisi nya seperti ini sekarang itu, tubuh kekar nya di balut dengan jas dokter dan kacamata yang bertenger yang terlihat menambah kesan tampan bagi pria itu.
Hari ini Michele datang sesuai jadwal nya untuk memeriksa kesehatan anggota keluarga Alferoz itu satu persatu, karena tubuh mereka itu adalah aset bagi mereka sendiri bukan hanya barang.
'Ck biasa nya Aku datang ke mansion ini biasa saja, tapi rasa nya bekerja untuk keluarga pacar sendiri sangat memalukan, untung saja gadis itu bisa menutup mulut, apa Dia bisa?' batin Michele mengisi dan menulis sesuatu itu.
Alice yang sedang makan itu mendengar pelayan kalau Michele datang seketika juga bersemangat entah kenapa kehadiran pria itu sekarang membuat nya tambah semangat.
"Baiklah, sediakan minuman dulu untuk dokter Michele, kami akan menyelesaikan makan malam,"ujar Alessia kepada pelayan itu.
"Baik Nyonya,"ujar pelayan berjalan pergi pamit dari sana menuju tempat tujuan nya.
"Apa kita tanyakan saja dan suruh Michele mencek anak Anggun?"tanya Alessia di sela makanan nya.
Tring..
Reno yang mendengar itu seketika menjatuhkan sendok makanan nya tanda tidak percaya atas perkataan Mommy nya tentu Dia tidak sangat tidak terima dengan itu.
"Hubby sendok nya jatuh,"ujar Anggun merengek melihat suami nya itu.
"Maaf Little, tidak Mom! Yang boleh dokter perempuan, Aku tidak mau ada pria yang memegang istri ku kecuali diri ku sendiri,"ujar Reno menyuapi Anggun makanan nya itu.
Alessia yang mendengar itu seketika terkekeh kecil mendengar jawaban Reno, entah kenapa hal itu mengigatkan nya pada masa lalu nya kepada Dante yang juga sama posesif nya dengan Reno itu.
"Kau dengan Daddy sama saja, kalian sangat posesif,"ujar Alessia kepada anak nya.
__ADS_1
"Karena Reno anak ku, tentu kami sama,"ujar Dante mengatakan itu meminum air nya menyelesaikan makanan nya.
"Tentu Dad,"ujar Reno mengkode Daddy nya itu.
Jadi lah mereka saling membagakan satu sama lain itu, Alice yang ingin menemui Michele menyelesaikan makanan nya dengan cepat dan pergi dari sana sambil mendorong kursi makan nya dengan kuat.
Bruk..
"Aku selesai,"ujar Alice melangkah kan kaki nya menjauh menuju ruang tamu.
"Anak itu pasti kalau ada Michele seperti itu, dari kecil kalau Michele datang Dia berlari cepat hanya ingin menganggu nya saja,"ujar Alessia mengeleng dan melanjutkan makanan nya.
Semua orang tidak terlalu curiga dan cuek saja, lalu Alice dengan semangat empat lima dan langkah kecil nya berjalan ke tempat sofa Michele sedang duduk, saat ini gadis itu memakai dress tidur rumahan selutut dan lengan pendek serta rambut short hair nya yang di gerai.
Drap.. drap..
Gadis itu berjalan pelan tanpa di sadari oleh Michele yang terlalu fokus dengan buku nya itu, gadis itu tertawa kecil dan mengendap-endap lalu menutup mata pria itu dari belakang.
"Alice, apa yang kau lakukan lepaskan Aku,"ujar Michele melepaskan tangan gadis itu.
"Ah ga asik masa udah tahu duluan aja sih,"ujar gadis itu dengan wajah cemberut dan duduk di sebelah Michele.
"Tentu Aku tahu, tangan mu sangat kecil, tidak mungkin itu tangan Reno ada-ada saja,"ujar Michele kembali fokus dengan buku nya.
Alice yang kesal itu menatap Michele yang terus fokus dengan tulisan nya sementara itu diri nya selalu di cuekan itu membuat nya sedikit kesal, dengan jahil Alice mengatup pipi pria itu mengarah kan nya menatap ke arah wajah nya itu.
"Lihat apa sih fokus banget? Yang ini ga bisa di fokusin?"tanya Alice dengan wajah cemberut nya kepada Michele.
__ADS_1
Deg.. deg..
Jantung Michele di buat jedag jedug oleh bocah yang ada di depan nya itu, gombalan receh itu mampu membuat nya senang dan ingin memeluk gadis itu, tapi Michele adalah seorang yang profesional Dia tidak akan melakukan nya saat jam kerja.
'Jangan membuat ku ingin memeluk mu, memang pacaran dengan orang yang lebih muda membuat ku di pacu ardenalin,' batin Michele melepaskan tangan Alice dari wajah nya dengan pelan.
"Nona sopan,"ujar Michele kembali fokus dengan buku nya.
"Oh jadi Kak Michele bersikap profesional, ya sudah bantu Aku, Aku ini keluarga Alferoz yang membayar mu, akhir-akhir ini seperti nya Aku memiliki riwayat penyakit yang mengkhawatir kan,"ujar Alice dengan wajah serius nya.
Seketika wajah Michele yang tadi serius itu tentu menatap ke arah Alice dan juga memasang wajah khawatir atas perkataan gadis itu, tentu Dia khawatir secara gadis itu juga pacar nya bukan hanya pasien pribadi.
"Seperti apa? Kenapa waktu itu tidak kau bilang, katakan keluhan mu,"ujar Michele bersiap menulis dan mengambil pulpen.
Alice mengambil tangan pria itu dan meletakan nya di dada nya, Michele seketika menatap Alice dengan heran, pria itu dapat merasakan detak jantung Alice yang berdetak lebih cepat dari biasa nya itu, pria itu mengerutkan kening nya.
"Apa kau merasakan nya? Di sana lah keluhan ku, setiap melihat mu atau berada di dekat mu jantung ku berdetak lebih cepat dari biasa nya, jadi bagaimana dokter apa Aku punya riwayat penyakit jantung?"tanya Alice mengedip kan mata nya beberapa kali dengan lucu nya bertanya kepada pria yang sedang menatap nya.
Gyut...
Dengan gemas Michele menarik tangan nya dan menarik pipi chubby pacar nya itu dengan tatapan kesal karena sudah membuat nya sangat khawatir itu atas pernyataan nya tadi.
"Kau ini sangat pintar mempermainkan ku, lain kali jangan begitu,"ujar Michele dengan tatapan kesal nya.
"Akh sakit, tapi Aku jujur tahu Aku memang begitu, kau sangat tampan membuat ku selalu mengalih kan pandangan ku pada mu kak,"ujar Alice dengan wajah cemberut nya menatap Michele dengan tatapan ngambek nya.
"Itu bukan penyakit,"ujar Michele melepaskan cubitan itu dan kembali menatap buku.
__ADS_1
Pria itu menghela nafas nya saat tahu Alice kembali menjahili nya dengan menaikan lengan kemeja nya dan memegang tangan kekar pria itu, membuat Michele hanya mendengus kesal.
'Untung kau pacar ku,'