
Saat ini Varo sedang bersantai di balkon kamar nya sambil meminum sampanye favorit nya di sore hari ini, ia menikmati matahari terbit itu dari balkon kamar nya.
"Tidak ada yang paling indah selain bersantai setalah di siksa" ujar varo menyeruput sampanye itu.
Tring.. tring...
"Notif pesan yang sangat menganggu konsentrasi dalam menikmati minuman ini" celetuk Varo dengan kesal.
Pesan Masuk 2 📩
Grup Black Devil
Bujang lapuk send a photo:
walaupun sudah jadi bapak bapak, perut tetap harus test pek dan rajin olahraga😎
Kulkas berjalan |: pembodohan.
bukan test peck, six pack bodoh!:| Varo
Bujang lapuk |: orang tampan bebas, seperti (axel) nya kau yang buncit.
Varo yang merasa kesal dengan pesan hinaan yang dikirim Axel merasa tertantang untuk menunjukan ABS nya itu.
"Sayang!!!" panggil Varo kepada istri nya itu.
Rere datang dari sebalik pintu Walk in closet itu.
"Ada apa sih mas teriak teriak?" Kata Rere menghampiri suami nya itu.
"Fotoin aku, kamu ambil dari atas kasur" kata varo memberikan ponsel nya kepada rere untuk memotret nya.
Varo membuka baju kaus nya dan terlihat perut six pack pria itu. Rere yang tidak mengerti itu hanya menuruti keinginan suami nya.
Satu jepretan
Ckrek..
"Nih" Rere memberikan ponsel itu kembali kepada suami nya dan berlalu pergi ke bawah untuk menyiapkan makan malam.
Varo memasang kembali baju kaus nya dan mengirim foto itu kepada teman-teman nya.
Seperti nya tubuh ku lebih hot: | Varo
__ADS_1
kulkas berjalan | : Seperti yang anda bilang.
(reno)
Bujang lapuk | : Masih kalah jauh, Reno apa
(Axel) kau tidak memotret juga?
ha ha aku nomor satu : | *Varo
Kulkas berjalan* | : hal seperti itu nanti hanya (Reno) kepada istriku saja.
...----------------...
Keesokan hari nya.
Malam pukul 19.00 wib.
"Serly kau dandani istri ku secantik mungkin, pakaian yang dia gunakan harus yang limitid edition, kau atur" titah Varo kepada Serly.
"Tentu tuan" kata serly mengiyakan majikan nya itu.
Serly adalah seorang penata fashion kepercayaan keluarga William. Hari ini Varo mengajak Rere untuk ikut pergi ke sebuah pesta perusahaan seseorang yang mungkin saja mereka kenal.
"Mas apa kau yakin mengajak ku?" titah gadis itu bertanya sekali lagi kepada suami nya.
Saat ini Rere diri nya tengah di rias oleh serly di kamar mereka.
"Apa kau tidak malu membawa ku kesana?" tanya Rere menundukan kepala nya kebawah.
Varo mengatup kedua pipi gadis itu dan mengarahkan ke wajah nya
"Apa maksud mu? aku tidak pernah malu memiliki mu di dalam hidup ku" jelas Varo kepada sang istri.
"Tidak bohong?" kata Rere bertanya sekali lagi untuk meyakinkan perasaan nya.
"Iya tidak, Baiklah aku akan menunggu mu di bawah setelah selesai langsung temui aku" ujar Varo mengecup kening istri nya dan berlalu pergi.
Pesan terkirim📩
"Sebaiknya kali ini kau kerjakan tugas mu dengan baik"
Hampir satu jam Varo menunggu kedatangan istri nya itu, sekarang yang ditunggu pun datang, wanita sekaligus orang yang dicintai nya itu turun dengan anggun dan nampak cantik, baju hitam yang elegen memperlihatkan leher jenjang istri nya, serta sedikit polesan make up sudah membuat Rere nampak cantik.
"Kau cantik" Varo mencium tangan istri nya.
Blush~
__ADS_1
Pipi rere bersemu merah mendengar pujian yang keluar dari mulut suami nya yang juga terlihat tampan dengan balutan tuxedu yang bewarna senada dengan gaun milik Rere.
"Makasih mas" kata Rere tersenyum dengan kikuk karena merasa malu dan melayang akibat pujian manis itu.
"Ayo" Varo memegang tangan Rere dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
Mobil merk Pagani Huayra Tricolore itu hanya memilik 3 unit terbatas, salah satu nya di miliki oleh pengusaha yang tidak lain adalah Varo William. Mobil itu membelah jalanan malam yang cukup ramai dan gelap di hias dengan lampu jalan. Beberapa menit perjalanan mobil yang di tumpangi oleh Varo dan Rere sampai di sebuah hotel mewah di kawasan ibu kota.
"Ladies first" Varo membuka pintu dan memberikan tangan nya kepada istri nya itu.
Rere tidak bisa berkata kata, seumur hidup nya baru pertama kali ini ia diajak ke sebuah acara formal dan hanya di hadiri oleh para pengusaha dan petinggi itu. Seperti nya sudah kedua kali nya ya kan bareng bemo ha ha. Di sepanjang jalan nampak sebuah karpet merah membentang panjang dari luar hingga masuk ke dalam ballhroom hotel tersebut. Banyak wanita dan pria dengan berpakaian formal dan wanita nampak elegan datang ke acara sana.
"Mas ini sangat mewah dari dugaan ku" bisik Rere ke telinga suami nya itu.
"Nikmati saja sayang" balas Varo.
Varo melihat rekan bisnis yang melambaikan tangan dan memanggil nya.
"Sayang apa kau ikut menyapa mereka?" tanya varo menatap ke arah orang yang menyapa nya.
"Tidak, aku disini dan ingin memakan kue kue ini, boleh kan?" tanya Rere dengan wajah yang berbinar.
"Tentu saja boleh, makan sepuas mu, jika ada yang menganggu mu langsung panggil aku" ujar varo berlalu pergi dan mengecup kening istri nya itu dengan penuh kasih sayang.
Rere melihat makanan itu dengan berbinar, ia mengambil dan memakan semua yang ingin dia makan. Rere nampak lahap memakan semua hidangan hotel itu.
"Kalau rasa nya seperti ini, aku ingin ikut sering-sering bersama mas Varo" ujar gadis itu memakan makanan nya dengan lahap.
Rere yang sedang asik makan itu tiba-tiba tangan nya di senggol oleh lain, dan cake yang Rere makan menumpuhkan krim nya di atas gaun gadis itu.
"****" umpat gadis itu dengan kesal.
"Ma Maaafkan aku" timpal Rere dengan gugup membantu wanita itu mengusap gaun nya yang kotor.
"Regita?" tanya wanita itu.
Rere yang merasa nama nya dipanggil menatap wanita yang ia jatuhi krim kue itu dengan lekat.
"Ibu mona?" kejut Rere melangkah mundur ke belakang.
Rere tidak menyangka sesuatu hal yang selama ini sangat ingin sekali ia hindari harus bertemu dengan nya saat ini di sebuah tempat yang mengejutkan baginya.
"Gadis miskin, apa yang kau lakukan disini?!" kesal mona menatap anak tiri nya itu.
"A a aku tidak" Rere berkata dengan gugup dan dengan suara yang bergetar, bayangan di masa lalu kembali memutar di otak nya itu.
"Jangan bilang kau kesini ingin mengemis kepada suami ku untuk meminta uang hah?!" teriak mona dengan lantang.
__ADS_1
"Mona cukup!"