Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Mobil Michele berhenti di depan Villa dengan heran Alice turun melihat taman Villa yang sudah ramai di sana, ternyata yang lain nya sudah berada di taman villa itu terlebih dahulu dari pada mereka.


Tap.. tap..


Alice berlari dengan senyum nya karena melihat orang sedang melakukan BBQ time itu membuat aroma daging yang sedang di panggang Axel dan Varo membuat perut nya lapar.


"Kakak kalian sudah sampai duluan!!"teriak Alice dengan heboh sehingga semua orang menatap nya hanya mengeleng.


Sedangkan Lenka yang sedang duduk bermain boneka bonekaan dengan Alisa itu seketika berlari senang kepada Michele yang sudah datang.


"Uncle, Uncle tadi Aunty bilang Uncle dokter hebat di sana,"ucap Lenka dengan antusias mengatakan itu.


"Benarkah? Lenka juga mendengar nya,"ucap Michele mengatakan itu dengan raut wajah pura-pura tidak tahu nya.


"Ya Uncle Lenka mendengar nya dan bertanya kepada Mommy,"ujar gadis itu bercerita dengan heboh.


Begitulah kalau mereka sudah bertemu, sedangkan Alice sesekali mencicipi daging yang padahal baru di panggang dan masih panas itu.


"Au panas sangat panas,"teriak Alice mengunyah daging itu.


"Maka nya jangan memakan dulu,"ucap Rere kepada gadis itu yang hanya tertawa.


"Kak Varo, Kak Reno mana?"tanya Alice dengan heran.


Tidak mungkin Reno langsung berangkat pulang, karena Anggun pasti memperingati nya dan menyuruh nya istirahat dulu, Varo seketika menunjuk ke arah seorang pria yang sedang duduk di sebuah ayunan taman, yang padahal sangat dekat dari tempat Michele dan Lenka bermain dan duduk itu.


"Dia di sana, seperti nya Dia sedang vid call dengan istri nya,"ucap Varo mengatakan itu.


Dengan langkah seribu nya Alice naik ke ayunan itu ikut menyempil dan masuk ke dalam vid call yang memang ada nya Reno memasang wajah cemberut nya karena merindukan sang istri.


"Kakak!!! Halo ini Al,"teriak Alice dengan heboh menyapa Anggun.


"Hallo Alice, wah kalian semua ada di sana kapan Aku bisa ikut berkumpul kembali yah,"ujar Anggun dengan berkata dengan antusias nya.

__ADS_1


Reno yang mendengar teriakan adik nya itu mendengus kesal, memang suara cempreng adik nya itu tidak pernah hilang selalu saja mewakili dan meramaikan suasana yang ada di sana.


"Tolong Al suara mu sangat menganggu ku,"ujar Reno dengan datar nya.


"Yeee telinga kakak aja yang nyaring,"ketus Alice dengan kesal merasa tidak terima dengan perkataan Reno.


Mereka berbicang dengan vidio call sesekali Reno yang terus menyalipkan kata rindu nya kepada sang istri yang sedang mengandung buah hati mereka.


"Little Aku merindukan mu dan twins,"ucap Reno dengan wajah memelas nya.


"Aku juga merindukan mu, tapi kau baru pergi seharian lebih sayang, astaga suami ku ini sangat mengemaskan,"ucap Anggun kepada Reno yang hanya memasang wajah cool.


Mungkin pria dengan wajah tercool sangat cocok untuk Reno walaupun di depan istri nya Dia masih berusaha menjaga image nya itu.


"Aaa Aku juga merindukan kakak,"ucap Alice yang lagi-lagi ikut pembicaraan itu membuat Reno mendorong wajah nya dengan kesal menjauh dari sana.


"Kalian berdua selalu saja bertengkar ya,"ujar Anggun yang sudah menjadi mode on emak-emak memarahi kakak beradik itu.


Seketika mereka merangkul satu sama lain, tentu Alice dan Reno sudah paham dengan marah Anggun yang sebelas dua belas dengan Alessia membuat mereka mau tidak mau harus langsung berbaikan itu.


Rere datang menghampiri Reno dan meminta izin ingin berbicara dengan sahabat nya itu.


"Kak Aku juga ingin berbicara dengan Anggun,"ucap Rere dengan antusias.


"Little kau lebih memilih berbicara dengan Aku tahu atau istri Varo saat ini?"tanya Reno yang malah melontarkan pertanyaan aneh itu.


Anggun sangat paham Reno mengatakan itu agar Dia bingung dan tidak langsung menyampaikan niat Rere yang ingin VC dengan diri nya itu.


"Dengan istri kak Varo, cepat berikan cuman sebentar kok,"ujar Anggun dengan tatapan tajam nya kepada Reno.


Huft..


Dengan nafas berat nya Reno memberikan ponsel nya dan para wanita itu mulai menghibah dengan antusias dan Clara juga tidak melewati perkataan demi pembicaraan mereka saat itu.

__ADS_1


"Nanti kita kesana pas Lu lahiran yah Nggun,"ucap Clara kepada wanita hamil itu.


"Wokeh di tunggu, jangan lupa buat baby hadiah mewah dari keluarga Arnolda bestie,"ujar Anggun mengatakan itu padahal harta suami nya sudah banyak sekali dan mungkin saja tidak habis jika membuat membelikan hadiah untuk baby nya.


Malam itu di lewati dengan acara BBQ dan terlebih mereka melakukan itu bukan tanpa alasan melainkan juga karena besok semua orang akan pulang ke habitat mereka masing-masing liburan mereka tidak bisa terlalu lama itu karena akan melalaikan tugas mereka.


Sedangkan Alice dan Michele yang baru beberapa hari di sana memang pulang lebih terakhir, dan liburan mereka di lewati dengan santai kali ini tanpa ada gangguan dari orang lain hingga akhir nya waktu seminggu tidak terasa, dan mereka juga harus balik ke Italia.


Saat ini di jalan mobil setelah balik dari mansion Alferoz itu, Alice melirik jalanan yang membuat nya heran dan menatap suami nya.


"Sayang jalanan apartemen bukan ke sini kan?"tanya Alice dengan heran.


"Kita akan pulang, tapi ke rumah kita bukan mansion,"ujar Michele mengatakan itu dengan tersenyum sekilas.


Seketika raut wajah Alice kaget, jadi mansion yang di bangun Michele itu sudah selesai dan saat ini mereka akan menuju kesana, mobil mereka masuk para satpam membuka gerbang dan dengan sapaan ramah.


"Tuan Nyonya selamat datang kembali,"ucap satpam itu menyapa majikan baru mereka yang mungkin akan menjadi majikan tetap.


Alice seketika mata nya membulat, tunggu mansion mereka tidak kalah mewah dengan mansion Alferoz dan apa-apaan danau buatan di samping mansion itu yang luas nya membuat Alice membuka mulut.


"Danau, segitu niat nya tapi ini sangat bagus,"ucap Alice keluar dari mobil dan melihat luasan rumah mereka yang terbilang sangat luas.


Michele melirik ekspresi istri nya yang puas itu Dia bekerja untuk menyenangkan istri dan anak nya, hal dan uang segini tidak ada apa apanya bagi diri nya.


"Kau menyukai danau, Aku tahu itu dan kau suka duduk di tepi danau, Aku sudah meminta tukang kebun menanam pohon dan juga mendesain kursi di tepi danau,"ucap Michele mengatakan itu yang memang rancangan mansion ada pada semua keinginan nya.


Grep..


Alice memeluk suami nya itu dengan erat, mendapat pria yang mengerti diri nya adalah sebuah hal yang tidak pernah akan Dia lepaskan.


"Terimakasih, Aku sangat menyukai nya,"


......................

__ADS_1


Jangan lupa vote+hadiah nya yah biar makin update terus


__ADS_2