
Pria yang menatap tajam Clara itu, langsung berjalan dengan santai nya masuk ke dalam toko peralatan bayi, pria itu menggunakan kaca mata hitam dan baju kasual, lalu tiba-tiba saat pria itu ingin mengapai Clara sambil diam-diam mengendap tiba-tiba dari belakang ada yang mendorong nya.
Bruk..
"Siapa Anda, jangan berani menyentuh Nyonya kami,"ucap Roy menekan kuat tangan pria itu ke belakang.
Pria itu dalam posisi terlentang, dan kedua tangan nya yang di tekan di belakang secara kuat oleh Roy, pria itu memberontak dengan wajah kesal.
"Hei apa-apaan ini,"kesal pria itu menatap Roy.
Clara yang juga sempat terkejut dengan suara gaduh yang di timbulkan Roy, menatap kepada asisten suami nya itu.
"Ada apa ini Roy?"ucap Clara meletakan pakaian bayi yang Dia pegang dan beralih kepada Roy.
"Nyonya, saya melihat pria ini akan melakukan sesuatu kepada Anda, dari belakang,"ucap Roy masih menekan tangan pria itu.
"Ck, apa-apan sih, Cla suruhin ini bodyguard Lu, Gua tadi cuman mau kagetin Lu anjir, kok jadi malah gini,"teriak pria itu kesal memberontak hingga lepas lah kaca mata yang di pakai itu.
Clara mengerutkan kening nya, lalu tertawa menatap pria yang sudah menatap nya jengah karena di tertawakan bukan nya malah nolongin ini mah.
"Haha, Gabriel? kasian banget sih, maka nya jangan main kagetin orang Lu,"ucap Clara tertawa menatap Gabriel yang di bawah kukungan Roy.
"Jangan ketawa doang Lu! ini Gua lepasin oi,"ujar Gabriel dengan kesal.
"Udah Roy, itu teman saya, lepasin aja,"ucap Clara mengatakan itu kepada Roy.
Roy langsung melepaskan pria itu, tanpa wajah bersalah Roy kembali ke posisi nya dengan wajah datar atau pun meminta maaf.
"Setidaknya minta maaf dulu!"teriak Gabriel kepada Roy dengan kesal.
"Yang salah Anda Tuan, mengendap-endap seperti tadi, Saya hanya melindungi majikan Saya dari ancaman seperti Anda,"ucap Roy menatap tajam mata Gabriel.
"Apa ancaman kata nya, Cla Aku seorang Gabriel ini di bilang ancaman? Gua bukan ancaman yang ada jadi badut Clara,"ujar Gabriel dengan kesal menatap Roy yang terlihat cuek itu.
__ADS_1
"Badut tongkorongan emang nih,"ucap Clara menepuk nepuk bahu Gabriel sambil terus tertawa.
Pria itu mengambil kacamata nya yang terjatuh dan memasang nya kembali, Gabriel memeluk sahabat nya itu pelan karena melihat perut Clara yang sudah lumayan membesar.
"Kangen Gua sama Lu pendek, apa lagi sama Rere,"ucap Gabriel memeluk Clara sekilas tanda pertemuan dan lepas kangen saja.
"Gua juga El, udah jangan ingat lagi Rere move on dong anjir, udah anak empat juga itu Rere,"ucap Clara tertawa menatap sahabat nya itu.
"Udah kok, tapi yah emang cuman kangen sebatas sahabat lama aja, udah berapa bulan ini kandungan Lu,"ucap Gabriel menatap perut Clara.
Clara mengusap perut nya sambi tersenyum kepada Gabriel.
"Jalan enam bulan El, BTW Lu nambah ganteng aja El, kayak yang lebih berwibawa and cool aja gitu, kalo dulu kan jadi badut tongkrongan macam tukang sapu jalanan haha,"ucap Clara kepada Gabriel.
Gabriel yang mendegar ucapan Clara juga tidak ambil hati yah guys, karena emang saling bercanda, mereka udah saling paham selera humor mereka masing-masing.
"Gua emang ganteng dari dulu, Lu nya aja ga nyadar maimunah,"ucap Gabriel mendegus kesal kepada gadis itu.
Memang saat ini Gabriel sejak empat tahun berlalu menjadi pria berumur 21 tahun yang tampan dengan gaya kasual nya, pria itu tumbuh tinggi lalu memiliki badan bagus sekelas dengan para CEO tampan, tapi yah ini versi Gabriel nya.
"Benar, harus nya lu sujud syukur kalo bisa di keliling para cogan hidup Lu, padahal pas SMA otak Lu cogan semua,"ucap Gabriel menatap gadis yang juga sudah tumbuh cantik itu.
"Lu udah kerja El?"ucap Clara menatap pria itu.
"Udah, jadi dokter, Lu tau Gua kuliah kedokteran ngikutin keluarga Gua yang lain, susah kalo punya keluarga dokter pada nuntut mau nya,"ucap Gabriel menghela nafas.
"Wah ga sabar Gua lihat Lu pakai Jas dokter nih,"ucap Clara memberikan satu jempol nya.
"Udah sering Gua pakai, sampai bosen malahan,"ucap Gabriel.
Saat mereka sedang sibuk berbincang Veronica datang menghampiri menantu nya itu dan membawa barang yang akan Dia perlihat kan kepada Clara dan meminta persetujuan menantu nya.
"Siapa ini?"tanya Veronica menatap pria tampan yang sedang berbincang dengan Clara.
__ADS_1
"Tante, Saya teman nya Clara,"ucap Gabriel menyapa wanita itu.
"Mommy ini Gabriel, El ini mertua Aku, nama nya Mommy Veronica,"ucap Clara saling memperkenal kan mereka satu sama lain.
Gabriel mengulur kan tangan nya dan Veronica menerima jabatan tangan nya oleh Gabriel, wanita itu tersenyum membalas jabatan tangan Gabriel.
"Gabriel stiff? anak nya Ryn stiff bukan?"ucap Veronica mengatakan itu.
Gabriel mengerutkan kening nya ketika mendegar Ibu mertua Clara mengenal orang tua nya itu, padahal perasaan Dia tidak pernah memiliki kenalan dengan Arnolda.
"Benar sekali Tante, seperti nya keluarga saya tidak seterkenal itu sampai membuat Nyonya besar Arnolda mengenal saya,"ucap Gabriel tertawa kecil kepada Veronica.
Mereka melepaskan jabatan tangan itu, lalu Veronica menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut, Dia memang mirip Ryn sewaktu muda.
"Jangan merendah, Rumah sakit Stiff juga tidak kalah terkenal dengan milik keluarga William, karena keluarga Stiff memang berfokus pada bidang kesehatan, Aku tahu itu karena Aku mengenal Ryn, karena pria tua itu adalah sahabat suami ku haha,"ucap Veronica tertawa kepada Gabriel.
"Wah ternyata Daddy Saya bisa mengenal keluarga Arnolda adalah keberuntungan seumur hidup nya,"ucap Gabriel.
"Itu kisah lama,"ucap Veronica.
Alisa yang melirik pria yang pernah Dia kenal sewaktu pernikahan Mommy nya itu, terlihat senang menatap Gabriel yang seperti nya datang menemui Mommy nya.
"Mommy,"ucap Alisa kepada Clara.
"Iya sayang,"ucap Clara.
"Alisa mau beli eskrim sama Om ini,"ucap Alisa tersenyum manis kepada Clara.
Gabriel yang di tunjuk itu hanya mengerut kan kening nya dengan heran lalu beralih kepada Clara yang memberikan kode kepada nya.
"El kau ingat siapa Dia kan, Dia Alisa, tolong temeni Dia beli es krim karena itu permintaan nya "ucap Clara kepada pria itu.
Alisa yang mendegar bahwasan Mommy nya meminta bantuan Gabriel itu hanya bisa tersenyum senang.
__ADS_1
'Kata Mommy melihat pria tampan adalah sebuah rekreasi yang menyehatkan mata, Om ini patut di lihat,'