
Alisa yang mendengar berita gembira itu seketika langsung menghampiri Mommy dan Daddy nya yang sedang berpelukan, gadis itu juga memeluk Mommy nya dengan penuh kasih sayang kepada Ibu sambung nya itu tanpa luntur.
"Mommy, apa Alisa akan memiliki adik?"tanya Alisa di sela-sela pelukan mereka.
Axel mengusap rambut gadis itu sambil tersenyum, begitu pun dengan Clara yang masih menetaskan air mata, Axel terlihat mata nya sedikit memerah menahan tangisan karena bahagia.
"Benar sayang, Kamu mau punya adik, jadi harus jaga Mommy yah kalo Daddy tidak ada di rumah,"ucap Axel tersenyum kepada anak nya itu.
"Siap Daddy, pasti!"ucap Alisa dengan tegas.
Mereka bertiga pun tertawa bahagia mendengar kabar baik tersebut, dokter pun angkat bicara kepada Axel.
"Tuan, Nyonya tolong jaga kesehatan Nyonya nya batasi aktivitas yang berlebihan dan atur pola makanan sehat nya, Saya izin pamit,"ucap dokter itu berlalu pergi.
"Biar Alisa antar keluar, dok,"ucap Alisa sebagai ucapan terima kasih nya kepada dokter pribadi keluarga Arnolda tersebut.
"Baik Nona, terimakasih,"ucap dokter itu keluar ruangan bersama Alisa.
Sekarang tinggalah Clara dan Axel yang masih berpelukan, Clara merebahkan kepala nya di dada bidang suami nya sementara Axel terus mengusap perut Clara dengan senyum nya.
"Akhirnya Dia datang Honey, Aku sangat takut mengetahui diri ku selama tiga tahun ini belum bisa memberikan mu keturunan, setiap hari Aku selalu merasa takut jika kau di luar sana akan berpaling dengan gadis cantik yang lebih bisa memberikan mu anak dari pada diriku,"ucap Clara dengan suara yang bergetar menahan tangisan nya.
Axel sangat memahami perasaan istri nya itu, Axel juga tidak menyalahkan Clara jika memang mereka belum di izinkan menjaga seorang anak oleh tuhan, tetapi satu yang Axel ingat bagaimana pun situasi ke depan nya Dia akan selalu setia kepada Clara dan selalu menuggu dengan sabar, Axel tidak pernah bermain main dengan kesetian nya, sekali Dia mencintai wanita perasaan pria itu akan tetap utuh di makan waktu dan usia.
"Aku tahu bagaimana perasaan Mu, tetapi sekarang jangan berkecil hati, Aku sudah mengatakan berulang kali kalo Aku mencintai mu sampai akhir hayat memisahkan,"ucap Axel mengecup kening Clara dengan lembut.
"Terimakasih Honey, terimakasih sudah bersabar menunggu si kecil kita,"ucap Clara memeluk erat leher suami nya itu.
Semua perasaan terbebani selama ini sudah hilang di pundak Clara, perasaan lega bercampur haru kini terus terukir mendengar kabar bahagia itu.
"Aku akan memberitahu Mommy agar Dia juga senang lalu pulang untuk menjaga mu, Aku takut jika kau sendirian di rumah,"ucap Axel mengeluarkan ponsel nya.
Clara mengegam tangan pria itu, lalu menatap nya dengan mengeleng kepala.
__ADS_1
"Honey, tapi kan Momny lagi liburan,"ucap Clara merasa tidak enak.
"Apa maksud mu sayang, jika Mommy mendengar ini, Aku yakin Dia akan langsung pulang tanpa persiapan,"ucap Axel mengusap pipi lembut Clara.
Akhirnya Axel tetap menelpon Veronica yang sedang melanjutkan tuor keliling dunia nya menikmati masa senja nya, sebenarnya Veronica ingin menikmati ini dulu dengan suami nya, tetapi takdir berkata lain suami nya lebih dahulu di jemput karena penyakit serangan jantung, lalu semenjak Axel menikah dengan Clarissa juga Veronica jarang bertemu dengan keluarga nya karena lebih memilih menetap di luar negri, Veronica akan pulang beberapa kali untuk menemui Alisa.
Tring... tring..
Panggilan tersambung
"Axel ada apa? di sini masih tengah malam apa kau tahu Mommy sangat mengantuk,"ucap Veronica mengerutu kepada anak nya itu.
"Tapi ini penting Mom,"ucap Axel menghela nafas mendengar jawaban Mommy nya itu.
"Axel, Mommy melihat kau memanjat pohon mangga di sosial media Varo, haha kau sangat tersiksa Honey,"ucap wanita di seberang sana malah mengejek anak nya itu.
Lagi-lagi Axel teringat foto tadi yang mampu membuat nya naik darah kalau mengigat Varo, ingin sekali pria itu mematahkan tangan nya dengan kasar.
"Clara hamil, apa Mommy bisa pulang dan menjaga istri ku jika Aku bekerja,"ucap Axel langsung to the point kepada Mommy nya karena sudah tidak sanggup mendengar tawa yang mengejek diri nya.
"Hah? hamil? Clara, serius!!!!!!!"teriak Veronica di seberang telepon.
Sontak Axel yang mendengar teriakan itu langsung menjauhkan ponsel nya mendengar teriakan heboh dari Mommy nya itu.
Bruk..
Bruk..
Sret..
Dari seberang telepon itu Axel mendengar suara gaduh, sementara telepon dari Veronica belum di matikan, entah apa yang di lakukan Mommy nya itu, seperti nya Dia mengemas sesuatu ke dalam koper nya.
"Honey, berikan telepon Mommy kepada Clara!"ucap Veronica dengan nafas yang memburu.
__ADS_1
Axel yang kebingungan dengan tingkah Mommy nya itu, memberikan ponsel nya kepada Clara. Gadis itu yang melihat suami nya menyodorkan HP hanya mengerutkan kening dengan wajah bingung.
"Mommy kata nya ingin berbicara,"ujar Axel mengatakan itu kepada istri nya.
"Halo Mommy,"ucap Clara memanggil Veronica.
"Sayang, kamu tunggu di mansion Mommy akan pulang sekarang, mungkin sampai pagi nanti kalo waktu yang di perkirakan, jaga cucu Mommy dengan baik, dan kau Axel jaga menantu Mommy!"teriak Veronica dari telepon dengan keras, sehingga Axel pun mendengar perkataan Veronica.
Tut.. tut..
Telepon pun mati tanpa pamit Veronica langsung mematikan ponsel itu.
"Aku ga nyangka Mommy sesenang itu Honey,"ucap Clara dengan senyum bahagia nya.
"Tentu Mommy senang, kau itu menantu yang paling Dia sayang, lihat saja tadi Dia meneriaki ku sedangkan dengan mu Dia berbicara dengan lembut,"ucap Axel menghela nafas nya.
"Haha maaf kan Aku kau sangat lucu Honey,"ucap Clara melihat ekspresi cemberut suami nya.
"Baiklah Nyonya Arnolda, ayo kita turun dan makan malam,"ucap Axel.
Pria itu mengendong Clara ala bridel style, Clara yang tubuh nya di angkat itu sontak mengalungkan tangan nya ke leher Axel.
"Honey, Aku bisa jalan!"gerutu Clara dengan kesal.
"Apa kau tidak ingat kata dokter? Jangan melakukan aktivitas berlebihan,"ucap Axel berjalan menuju lift mansion.
Seketika Clara yang mendengar itu merasa bingung sekaligus berpikir siapa sebenarnya yang berpikiran bodoh seperti ini.
"Honey, aktivitas berlebihan dalam tanda kurung berjalan itu bukan aktivitas berlebihan,"ucap Clara dengan kesal mencubit pinggang suami nya itu.
"Au, tapi berjalan akan membuatmu lelah sayang, tentu itu berlebihan,"ucap Axel yang sudah sampai di meja makan.
Alisa yang sudah duduk di meja makan sambil memainkan ponsel nya itu berkata.
__ADS_1
"Daddy, kau berlebihan"