
"Tapi ini sangat susah tahu kak, maka nya Aku di gendong aja berenang nya yah, kamu juga marah-marah mulu, kan kakak pacar Aku ck, kalau tahu begini Aku marah lah!"ujar Alice mendengus kesal kepada pria itu.
Seketika Michele mengingat sifat Alice kepada nya yang tidak ada sopan-sopan nya itu sebelum gadis itu belum menyukai diri nya, Michele mengeleng dan tidak mau itu terjadi, Dia lebih suka sifat Alice yang manja seperti ini kepada nya.
'Lebih baik seperti ini, atau Dia sedikit-sedikit akan membawa nama Reno setiap ucapan nya lagi,' batin Michele mengatakan itu.
"Tidak jangan, kita kan pacaran,"ujar Michele mengizinkan gadis itu ada di punggung nya.
"Nah begitu dong,"ujar Alice tersenyum dan memegang erat punggung Michele.
Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum pasrah, mereka berhasil tiba sedikit ke air lebih tenang itu, Michele bersiap menyuruh Alice naik ke atas papan seluncur nya.
"Kau dayung menggunakan tangan seperti ini, kalau ombak nya sudah membawa mu naik, kau bisa berdiri melakukan nya, mudah bukan?"tanya Michele menjelaskan dengan simple nya.
Alice yang mendengar itu seketika mengerutkan kening nya, bisa-bisa nya Michele menjelaskan hal itu dengan sederhana nya, gadis itu hanya mengangguk tanda-tanda paham lalu langsung mencoba nya.
"Baiklah, sekali percobaan,"ujar Alice dengan semangat nya.
Gadis itu dengan semangat mengikuti saran Michele, Alice mencoba dan terjatuh beberapa kali membuat Michele yang sedang menonton itu sebagai pertunjukan yang membuat nya lucu, karena melihat ekspresi lucu Alice yang sesegukan akibat menelan air laut itu sesekali.
"Akh susah, kenapa kau menertawakan ku hah?"ujar Alice dengan tatapan kesal nya kepada Michele.
"Kau lucu,"ujar Michele berenang mendekat.
"Ck, Aku ngambek,"ujar Alice membuang wajah.
"Ayo sini Aku bantu dulu jangan marah, kau sangat jelek,"ujar Michele yang terkekeh kecil.
Akhirnya mereka memutuskan berenang bersama dan di bantu oleh Michele, Alice berusaha naik berdua dengan Michele dan memegang pinggan gadis itu tapi karena Alice yang tidak konsisten itu membuat mereka oleng.
Plak..
Pria itu menepuk paha Alice dengan kesal nya karena gadis itu yang sangat banyak bergerak.
__ADS_1
"Hei kau maka nya jangan banyak bergerak, jaga keseimbangan,"ujar Michele mengatakan itu dengan nada kesal nya.
"Jangan menepuk paha ku, itu sangat sakit,"rengek Alice mereka yang berbicara itu saling bertengkar dan akhirnya.
Byur...
Mereka berdua terjatuh ke dalam air karena tidak fokus, dan membuat mereka tercebur, Michele untung nya memegang pinggang Alice sehingga Dia bisa membantu naik gadis itu cepat ke permukaan.
Hah.. hah..
"Kak Michele, kau ini padahal sudah bisa,"ujar Alice dengan sekali sesegukan.
"Haha mata mu merah, jangan di paksa kan,"ujar Michele mengusap wajah gadis itu yang tertutup oleh beberapa helai rambut nya karena air yang membasahi mereka.
Sementara itu Vendi dan Revian dan ketiga teman nya yang lain nya yang sudah lelah surfing itu memilih duduk di tepi pantai sambil meminum es kelapa yang mereka pesan itu, suasana tidak terlalu terik sehingga membuat mereka nyaman.
"Memang pasangan baru sangat romantis yah,"ujar Vendi menatap Michele dan Alice dari jauh sedang bermain bersama itu.
"Apa Aku cari pacar yang muda juga yah?"tanya Revian menatap dua orang itu dari jauh.
Vendi yang mendengar itu memukul kepala Revian dengan kasar nya, membuat pria itu mengaduh kesakitan karena ulah sahabat nya itu.
"Akh apa yang kau lakukan b@jingan,"ujar Revian dengan kesal.
"Kau b0doh, kau mengajak pacar mu kesini, jika Dia mendengar nya kau pasti akan di jambak,"ujar Vendi yang mengigatkan itu.
"Habisnya seperti nya punya pacar perawan dan belum pernah di pakai itu, seperti nya bikin ketagihan, seperti itu juga Michele,"ujar Revian tersenyum miring menatap kedua orang itu.
Memang rata-rata pacar teman Michele adalah seseorang wanita club malam atau pun wanita karir yang tidak perawan bukan karena Dia menjual diri di club malam tapi karena di sana melakukan hubungan badan dengan pacar hal lumrah di pendengaran, kadang anak sekolahan pun biasa melakukan nya, kalau ganti pacar yah ganti lagi lawan main.
"Kau benar, tapi yasudah lah, pria seperti kita sewajar nya saja mendapatkan dengan wanita yang pernah melakukan nya, karena kita saja sering melakukan nya juga,"ujar Vendi trrtawa kecil.
"Kau benar, tapi kenapa Michele malah hoki si@lan, pria culun itu mengigatkan ku masa lalu saat Dia tergila-gila dengan Engeline wanita rusak itu,"ujar Revian mengingat kejadian lama itu.
__ADS_1
Itulah sisi pantai di mana para pria mengobrol seadanya setelah melakukan surfing, kalau tidak bicara pacar nya atau tidak menceritakan masa depan atau masa lalu mereka, begitu lah yang terjadi selama obrolan pria berlangsung.
Sementara itu Alice menatap dalam mata Michele, lalu tersenyum Dia juga aneh kenapa bisa-bisa nya tipe nya ada pada Michele yang dulu Dia benci, gadis itu mengusap pipi Michele dan mengecup pipi nya pelan.
Cup..
"Hehe tidak apa-apa kan, Aku kan pacar mu,"ujar Alice tersenyum manis masih mengalungkan tangan nya itu di leher Michele.
Deg.. deg..
Gadis itu memang bilang tidak apa-apa tapi hati pria itu sudah ketar ketir menerima kecupan dari gadis itu, ini memang tidak salah lagi seperti nya Dia memang benar menyukai Alice.
Cup..
Michele mengecup bibir Alice sekilas, lalu mengusap bibir tipis itu pelan sambil tersenyum miring, Alice yang menerima kecupan itu sontak kaget.
"Tidak apa-apa kan, kau pacar ku,"ujar Michele menatap manik mata Alice dalam.
'Si@l bibir nya membuat ku candu,' batin Michele.
Tangan nya mengusap bibir Alice, entah kenapa bibir itu menghipnoptis nya membuat nya mau tidak mau kembali mencium bibir renum itu, ciuman ini bukan hanya ciuman biasa, lum@tan kembali di berikan Michele.
'Apa ini ciuman orang dewasa?' batin Alice yang juga hanyut dalam suasana.
Mereka akhirnya berciuman, lama mereka berciuman membuat Michele terpaksa melepas pangutan mereka karena Alice yang sudah memukul dada nya kasar karena kehabisan nafas.
Hosh.. hosh..
"Bibir mu manis,"ujar Michele dengan manja menjatuhkan bibir nya pada leher putih Alice.
Pria itu mengigit dan menj1lati leher Alice, membuat ada beberapa bekas merah keungunan di sana yang tertinggal, Alice yang menerima itu hanya tertawa karena geli, tangan Michele merayap meremas dada Alice yang terbenam dalam air itu.
"Kak Michele,"lirih Alice.
__ADS_1
Pria itu seketika bertambah semangat mendengar d3sahan Alice yang membuat nya turn on hingga akhirnya.
Byur..