
Rakan yang sontak mengenal seseorang yang ada di depan nya itu langsung spontan menarik tangan Alisa ke belakang badan nya, tatapan tajam Rakan tidak lepas dari Reyhan.
"Apa yang kau lakukan di sini kriminal!"bentak Rakan tajam kepada Reyhan.
Sementara itu Alisa yang melihat Reyhan, tubuh nya langsung gemetar ketakutan gadis itu mundur secara teratur ke belakang, keringat bercucuran di pipi pelipis mata nya, bayangan gelap tentang mimpi buruk itu seketika menghantui bocah itu kembali.
"Akhhhhhh, pergi, pergi, pergi,"teriak Alisa berteriak memejamkan mata nya dan menutup nya dengan kedua telapak tangan nya sambil mengeleng.
Sontak Gabriel yang menatap bocah curut itu kaget langsung heran, dan bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi, di sini posisi nya Gabriel memang tidak pernah tahu masa lalu Arnolda dan Reyhan yang saling berkaitan yah.
"Hei curut, apa yang terjadi pada mu,"ucap Gabriel berusaha membantu gadis kecil itu bangun dari duduk nya.
"Jangan sentuh Alisa, kalian jahat, kalian jahatin Mommy sama Alisa, pergi, kalian sama saja, pergi!!!"teriak Alisa kepada Gabriel, gadis itu menepis tangan Gabriel yang berusaha menolong nya berdiri.
Seketika Rakan langsung memencet tombol darurat, semua bodyguard dan tentu saja Roy, Clara dan Veronica mendapat informasi itu langsung bergegas menemui Alisa, posisi nya di sini Reyhan sudah di kelilingi oleh orang berjas hitam pengawal keluarga Arnolda.
"Kalian jangan berlebihan, Aku tidak menganggu nya, Aku hanya menyapa teman ku,"kesal Reyhan menatap pengawal keluarga Arnolda yang malah mengagap nya ancaman itu.
"Ck, sebenarnya ada apa ini Rey? Kenapa bocah ini malah takut lihat Lu!"ujar Gabriel dengan kesal yang tidak tahu menahu soal itu.
Roy yang baru sampai dengan Clara dan Veronica itu langsung menatap sosok yang pernah mengancam keluarga Arnolda itu, seketika tatapan kewaspadaan Clara langsung timbul, mata nya terbelalak kaget, sesempit ini kah dunia? Sampai harus bertemu dengan bajingan yang menculik dan menyiksa diri nya dan anak nya.
"Alisa, mana Dia!"ujar Clara dengan panik.
"Nyonya, Nona di sini,"ucap Rakan yang berusaha membangunkan Alisa dari duduk nya itu tetapi gadis itu terus menolak dan memberontak.
Clara berjalan pelan menghampiri anak nya itu, Clara mengelus pucuk kepala Alisa dan memberikan nya ketenangan agar tidak panik lagi, karena memang sejak kejadian itu, adalah mimpi buruk bagi Alisa.
"Sayang, ini Mommy jangan takut,"ucap Clara mengusap kepala anak nya itu.
__ADS_1
Alisa langsung mendongkak kan kepala nya ke atas, terlihat Clara yang tersenyum kepada nya, dengan tersedu-sedu gadis itu memeluk Mommy nya pelan agar tidak terlalu menekan bagian perut Clara.
"Hiks hiks Alisa takut, Om itu yang jahatin kita Mommy,"ucap Alisa tidak mau melihat sama sekali ke arah Reyhan.
"Sudah sayang tenang lah, ada Mommy di sini dan Grandma oke?"ucap Clara mengusap punggung anak nya itu.
"Roy, sebaiknya kau suruh pria itu pergi dari sini!!"ucap Veronica kepada asisten anak nya itu.
"Baik Nyonya,"ucap Roy.
Pria itu mendekat kepada Reyhan, tatapan mata tajam menghunus hingga menembus, dengan kasar Roy memegang bahu Reyhan lalu berbisik di telinga pria itu.
"Kami sudah memperingat kan Anda, untuk jangan memperlihatkan seujung rambut pun di depan kami! Ini sudah sesuai kesepakatan, Anda pergi atau kami akan langsung bertindak!"ucap Roy mencengkram kuat bahu Reyhan.
Reyhan yang bahu nya di cengkram itu hanya bisa menahan rasa sakit nya, Dia tidak mungkin melawan karena semua pengawal Arnolda memperhatikan setiap gerak gerik nya, dengan perlahan Reyhan menjawab.
"Sesuai kesepakatan Aku tidak pernah menemui nya, karena memang ini hanya kebetulan,"ucap Reyhan menghempaskan tangan Roy dari pundak nya dengan kasar.
Gabriel hanya mendegus kesal, karena tidak tahu permasalah nya tetapi Dia lagi-lagi malah terlibat hal aneh yang memang bukan urusan nya, dengan kesal Gabriel menarik kerah baju Reyhan meninggalkan tempat itu, sementara itu Reyhan yang di tarik hanya menurut dan tatapan nya melihat ke arah Clara yang juga menatap nya tajam dan waspada.
'Seperti itu? seperti itu sekarang cara mu memandang ku bukan Cla? Seperti nya Aku memang pria bajin*gan,' batin Reyhan.
"Lu ngomongin cilok mulu, ngidam yah Rey?" ujar Clara kepada Reyhan yang masih menatap nya.
"Iya nih Gua ngidam masalah" tutur Reyhan membuang wajah nya dengan kesal.
"Cup, cup ada anak di sini" ujar Clara mengusap perut six pack pria itu seolah mengusap perut wanita hamil.
"Pegangan tuh begini, nanti lu kejekang Gua bodo amad yah" ujar Reyhan menatap ke belakang.
__ADS_1
"Iya iya bawel yok gas" tutur Clara yang mulai sudah capek dengan drama ini.
"Rey,"
"Rey,"
"Oi Reyhan!!!"teriak Gabriel memukul kuat lengan pria tersebut.
"Lu lamunin apaan sih anjir, Gua kan nanya kenapa anak Clara, bisa takut gitu lihat Lu?"tanya Gabriel sekali lagi.
Ternyata dari tadi Gabriel sudah menyeret Reyhan pergi, mereka sedang duduk di club malam itu berdua, sudah beberapa jam ternyata berlalu sejak kejadian tadi, dan Reyhan hanya melamun mengigat masa-masa indah sekolah nya dengan senyum Clara yang selalu terukir di ingatan nya.
"Berisik Lu El!!"ucap Reyhan menyambar botol alkohol itu dan langsung meminum nya dari botol tersebut.
Gabriel hanya penasaran karena seperti nya keluarga Arnolda sangat mnejaga ketat Reyhan agar tidak mendekat kepada mereka.
'Sebenarnya ada apa sih?' batin Gabriel.
3 tahun yang lalu
Brak..
Tubuh seorang pria sudah babak belur, dan bibir nya pecah, pelipis nya sudah mengeluarkan darah, wajah tampan pria itu sekarang sudah tidak berbentuk sama sekali, di ruangan bawah tanah milik Black Devil ini, Rakan sebagai ketua Divisi B mengerjakan tugas nya untuk menyiksa para penganggu keluarga Arnolda atas perintah Axel Arnolda.
"Dengan baik hati, Tuan kami akan memberikan saham yang kau bilang kami curi itu, dengan satu syarat jangan pernah memperlihat kan wujud mu baik itu hanya sehelai rambut mu di depan Nyonya dan Nona muda kami! Jika kau melanggar itu semua, jangan harap nyawa mu bisa selamat, kami akan membawa mu ke penjara, sisa nya kami akan memberikan saham itu!"ucap Rakan melempar sebuah kertas ke depan wajah Reyhan.
Pria itu di paksa menandatangani nya dengan mata yang sudah tidak dapat melihat lagi karena pandangan nya yang kabur.
'Maafkan Aku Clara, Aku memang baji*ingan'
__ADS_1
Flasback off