Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Reno yang mendengar teriakan adik nya itu hanya bisa menghela nafas dengan sabar melihat Alice yang sudah membuat kerusuhan di dapur dan jadi bahan ributan para chef Alferoz yang tidak memboleh kan Nona muda mereka itu memasak.


Drap.. drap..


Alice berlari ke tempat Reno dan Anggun sedang berdiri yaitu di depan pintu masuk mansion Alferoz, pria itu melirik sebuah paper bag yang di bawa gadis itu dengan tatapan heran.


"Kau ini ingin mengetahui keponakan mu atau hanya ingin bertemu dengan Michele,"ujar Reno menyindir gadis itu dengan tatapan datar nya.


"Hubby kamu ini, kenapa sih komen mulu masalah Alice,"ujar Anggun mencubit pinggang suami nya itu.


"Iyah nih, Aku serius mau tahu keponakan ku, kalau untuk bertemu dengan kak Michele itu mungkin bonus nya saja hehe,"ujar gadis itu dengan cengegesan nya kepada Reno.


"Terserah kau,"ujar Reno melangkah kan kaki nya menuju mobil.


"Jangan marah lagi loh,"ujar Alice yang mengikuti langkah kaki kakak nya ke dalam mobil itu.


Reno membuka kan pintu untuk istri tercinta nya itu, perut Anggun yang kian terlihat membuat Reno setiap hari makin candu mengusap nya, mobil pria itu di lajukan ke rumah sakit Alferoz, pria itu menyetir satu tangan dan satu lagi terus Dia usap kan kepada perut istri nya.


"By, yang benar nyetir nya,"ujar Anggun menepis tangan suami nya itu agar fokus dengan mobil nya.


"Aku fokus kok, ini lihat ke depan tangan Aku nya aja yang ngusap perut kamu, Dia kapan gerak-gerak nya?"tanya Reno dengan polos nya itu.


"Belum, nanti kalau umur kandungan nya udah makin lama, nendang nya kerasa banget, kalau sekarang masih kecil cuman Aku yang bisa rasain loh hehe,"ujar Anggun dengan bangga nya.


Reno hanya membuat wajah cemberut mendengar jawaban istri nya itu, karena tentu Dia sangat ingin merasa kan keaktifan anak nya itu.


"Hei kenapa kamu pilih kasih sayang? Kami kan buat nya samaan, harus nya Daddy juga harus tahu dong kalau kalian gerak,"ujar Reno mengatakan itu.

__ADS_1


"Eh By, kayak nya mereka respon deh haha, serius,"ujar Anggun yang juga kaget karena habis omongan Reno itu bayi nya merespon ucapan suami nya.


Wajah sumringah di tampil kan oleh Reno kepada istri nya itu, tentu Dia sangat senang mendengar jawaban istri nya.


"Benarkah itu? Wah jadi kalian juga sayang Daddy, terimakasih sayang,"ujar Reno mengusap perut Anggun dengan penuh kasih sayang.


Sementara pasutri di depan itu tengah di mabuk asmara Alice hanya bisa melihat sambil tertawa kecil dan sesekali kesal. Dia tertawa kecil dan senang karena sangat bahagia melihat kakak nya yang bisa mendapat kan istri yang baik seperti Anggun yang mengubah pribadi nya menjadi jauh lebih hangat, kesal nya karena Dia menjadi nyamuk.


"Kakak,"ujar Alice yang nyempil kepala nya di tengah tengah kursi pemisah di depan itu.


"Hmm,"ujar Reno yang fokus menyetir mobil nya itu.


"Jangan lihat kan kebucinan kalian di depan ku yah, kalian kenapa sangat romantis sekali sih, Aku jadi iri,"ujar gadis itu cemberut.


"Karena istri ku sangat cantik,"ujar Reno to the point tanpa malu.


Anggun yang mendengar jawaban suami nya itu hanya bisa mengeleng kecil karena lucu mendengar jawaban Reno yang selalu saja membuat nya terpana.


"Tuan Alferoz, selamat datang dokter sudah menunggu Anda serta Nyonya,"ujar perawat itu yang seperti nya sudah menunggu kedatangan mereka ke rumah sakit.


Tanpa ada jawaban Reno dan istri nya mengikuti perawat itu, begitu pun dengan Alice mereka naik ke lantai tiga dan melewati beberapa ruangan, Alice yang tidak sengaja melihat sosok Michele di sebalik kaca itu seketika tersenyum senang.


"Kakak,"ujar Alice memanggil kedua orang itu.


"Ada apa Al?"tanya Anggun yang berbalik bersama dengan Reno.


"Kalian duluan yah Aku ingin memberikan ini ke kak Michele di sana,"tunjuk Alice ke salah satu pintu ruangan dengan senyum semangat nya.

__ADS_1


"Sudah ku tebak,"gumam Reno menjalan kan kaki nya bersama Anggun dan pergi dari sana.


Anggun yang tangan nya di tarik itu hanya bisa menegok sedekit ke belakang lalu mengatakan sesuatu kepada Alice.


"Semangat Alice!"ujar Anggun kepada adik ipar nya.


"Terimakasih kakak, Aku akan menyusul,"ujar Alice membalas jawaban Anggun dengan teriakan.


Gadis itu dengan langkah kecil nya menuju kaca transparan yang melihat kan Michele sedang berbicara kepada seorang pasien itu, Alice yang pendek berusaha berjinjit agar bisa menatap pria itu yang sedang serius nya bekerja.


"Ah pacar ku sangat tampan memakai jas dokter, apa perawat mengincar nya,"gumam Alice masih menatap Michele dengan penasaran nya itu.


Sedangkan di dalam ruangan itu Michele dengan fokus memegang satu pulpen dan buku nya untuk mencatat semua keluhan pasien nya itu, pria itu sesekali memijit pelipis nya karena sudah memulai pekerjaan nya tepat pukul tujuh pagi sampai sekarang pukul 10 an yang membuat nya lelah.


"Saya sudah mencatat semua keluhan Anda, seperti nya semua keluhan yang Saya dengar itu masih di batas wajar, dan normal tidak perlu takut karena memang bagi sebagian seseorang yang melakukan operasi besar mengalami keluhan seperti Anda, operasi yang saya lakukan tidak pernah gagal, bukan senang atau apa puji tuhan karena itu semua adalah keahlian saya yang di berkati tuhan, jika Anda masih banyak mengeluh lanjut kan kepada perawat yang di sana,"ujar Michele mengatakan itu kepada pasien nya dan menuju perawat yang menjadi asisten yang berdiri di depan pintu.


"Terimakasih Pak dokter, saya akan menghubungi lagi,"ujar pasien itu keluar dari ruangan yang ada di sana.


Michele melempar buku nya dan memutar kursi putar yang Dia duduki sehingga menhadap ke jendela, perawat itu mendekati Michele.


"Seperti nya untuk hari ini itu yang terakhir dok, dan besok ada jadwal operasi untuk Anda,"ujar perawat itu memberikan jadwal pekerjaan kepada Michele.


"Kemana dokter Delisa? Bukan nya jadwal ku memimpin mulai operasi minggu depan?"tanya Michele dengan heran melihat jadwal itu.


"Untuk itu, beliau sangat minta maaf karena melibatkan Anda dalam menganti posisi nya karena beliau mengikuti acara sukarela di Uka untuk para korban bencana,"ujar perawat itu.


"Hmm, baiklah,"ujar Michele.

__ADS_1


Saat pria itu sedang lelah nya Dia melihat seorang gadis yang seperti nya Dia kenal sedang mengintip diri nya itu sambil wajah nya yang menempel di kaca sehingga itu sangat lucu di mata nya.


"Apa itu Alice?"


__ADS_2