Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A (PART KHUSUS)


__ADS_3

Saat mereka tengah menikmati ciuman panas mereka, ombak datang menghantam tubuh mereka membuat, kedua orang itu tersadar dengan ciuman yang mereka lakukan.


Hosh.. hosh..


Alice mengambil nafas dalam-dalam di karena kan air yang masuk ke mulut nya membuat nya kesulitan bernafas, begitu pun dengan Michele yang masih setia memegangi pinggang gadis itu, sementara itu teman-teman Michele melihat itu seketika tertawa terbahak-bahak.


Hahaha...


"Mampus! Maka nya kalau ga tahan bawa ke kamar El!"teriak Vendi dari jauh kepada Michele.


"Beg0 banget anjir, emang kalau udah cinta ciuman mah bebas aja, untung Gua ga jomblo yah,"ujar Revian mengatakan itu kepada diri nya sendiri.


"Panas? Kipas mana kipas hahaa,"ujar Vendi tertawa menatap sahabat nya itu.


Sementara itu Michele yang sudah berada di tepi pantai bersama Alice, hanya menatap kesal kepada teman-teman nya itu, masih sempat-sempat nya Dia di ghibah kan di saat sistuasi seperti itu.


"Apa kau tidak apa-apa?"tanya Michele menatap Alice yang tampak terduduk di kursi pantai yang memang sudah bagian lokasi mereka sewa.


"Tidak apa-apa, belikan aku jajanan dan es, Aku tidak mau di pesankan di cafe itu, Aku mau yang di stan yang ada di sana,"ujar Alice memasang kaca mata nya dan berbaring menjemur diri di bawah payung pantai.


"Lah kok Aku, beli saja sendiri,"ujar Michele yang juga ikut berbaring di kursi pantai samping Alice.


Seketika gadis itu mengangkat kacamata hitam nya, dan menarik telinga Michele dengan kasar dan kuat memasang raut wajah kesal nya.


"Au au Telinga ku!"teriak Michele terduduk akibat tarikan itu.


"Enak saja kau berbaring kak, Aku ini kan pacar mu masa tidak mau membelikan sesuatu yang Aku minta, oh atau Aku bilang saja kalau kau mencium ku tadi dan meremas da--,"


Mmmm

__ADS_1


Belum selesai Alice berbicara tangan besar Michele sudah menutupi mulut biadab nya yang sangat polos itu, bagaimana tidak gara-gara Alice mengigatkan itu membuat nya kembali merasa panas dingin.


"Ck iya-iya, jangan bicara,"ujar Michele berdiri dan berlalu pergi dari sana.


"Terimakasih sayang!"teriak Alice berbaring dan menikmati waktu santai nya itu.


Sementara itu Michele yang mendengar teriakan itu hanya mendengus kesal mendengar jawaban Alice yang seenaknya itu, Dia belum pernah di suruh-suruh di rumah nya saja untuk kedua kakak nya Dia paling anti di suruh dan tentu saja Mommy nya sangat memanjakan putra mereka ini.


"Padahal gadis itu punya kaki, malah Aku yang di suruh,"kesal Michele mengatakan itu.


Pria itu mengantri dan membeli semua makanan satu-satu dari stan yang jauh itu, karena Dia tidak tahu apa yang di ingin kan Alice, mungkin ada waktu setengah jam untuk pria itu berbelanja dan membawa nya kembali, mata para wanita tidak lepas dari tatapan nya melihat tubuh kekar putih Michele itu.


Saat Michele melangkah kan kaki nya, Dia kembali ke tempat Alice berbaring, Dia melihat ada beberapa pria yang berusaha berbicara kepada Alice tapi gadis mencuekan nya dan tetap berbaring menikmati acara berjemur nya.


"Apa yang kalian lakukan, jangan dekati pacar ku,"ujar Michele dengan suara bariton nya menatap beberapa pria itu dengan tajam nya.


Sementara itu Michele menatap mereka dengan tajam, dulu saat pria itu sebelum mengenal Revian dan teman-teman lain nya jangan kan untuk menatap pria tajam, ada wanita yang menganggu nya saja dan mengatai nya culun pria itu hanya mendiamkan nya tanpa mau melakukan apa pun karena tidak mau memperpanjang urusan atau mungkin tidak berani.


"Jadi, kalian sudah percayakan sekarang, pergi sebelum Aku bedah perut kalian dengan pisau ku,"ujar Michele menatap tajam.


"Sorry bang, yaudah balik balik,"ujar pria itu pergu meninggalkan mereka.


Alice kembali berbaring dan memasang kacamata nya, Michele kembali duduk di samping kursi pantai itu dan mengeluarkan minuman serta makanan dan meletakan nya di atas meja.


Lirikan tajam mata pria itu menatap paha mulus Alice yang terpampang dan perut putih serta bentukan dada nya, membuat diri nya kesal sendiri dan melempar baju kaus yang di bawa kepada Alice.


Bruk..


"Akh kak Michele, apan sih,"ujar Alice kaget dan langsung memegang baju yang terjatuh tepat di wajah nya.

__ADS_1


"Bagaimana para pria tadi tidak mengoda mu, jika kau masih berpakaian seperti itu, kau setengah tel@njang, pakai kaus itu!"ujar Michele kesal menatap Alice.


"Kau gil@ atau apa, yang nama nya pakaian renang memang seperti ini, tidak orang membuat bikini seperti piyama!"teriak Alice yang juga tidak kalah kesal.


"Kau di bilang malah melawan yah,"ujar Michele yang tambah kesal mendengar jawaban Alice.


Saat mereka sedang beradu argumen Revian dan teman-teman nya ikut bergabung di tempat mereka berteduh itu, pria itu duduk langsung ikut mengambil salah satu minuman yang di beli Michele.


"Alice sudahlah Dia itu cemburu, kau turuti saja kemauan pacar mu ini, dari pada mulut nya terus berbicara banyak seperti perempuan,"ujar Revian tersenyum mengejek kepada Michele.


"Kau,"ujar Michele dengan kesal menatap sahabat nya itu dengan tatapan tajam.


Gadis kecil itu yang mendengar jawaban Revian langsung memasang kaus itu dan membuat badan nya sudah tertutup total kecuali bagian paha nya yang sedikit terpampang, tapi untung kaus itu untuk Alice seperti ukuran oversize.


Alice mendekat, dan berjalan lalu duduk di samping Michele yang melirik nya tajam itu, gadis itu tersenyum dan menoel noel pipi pria itu.


"Kalau cemburu bilang dong, jangan marah-marah,"ujar Alice tertawa kecil menatap wajah ngambek pria itu.


Blush~


Seketika pipi Michele memerah pria itu membuang wajah nya, menatap ke arah lain agar tidak di tatap oleh Alice, seketika jantung nya berdetak cepat karena ejekan itu.


"Siapa yang cemburu? Aku tidak suka saja hah, jangan salah paham! Dan kau Revi jangan sok tahu dan ikut campur yah,"ujar Michele kesal menatap pria itu.


"Yasudah terserah kau bro,"ujar Revian menikmati makanan yang Dia makan.


"Sini peluk, kau sangat mengemaskan pacar ku,"ujar Alice memeluk pria itu pelan.


Michele hanya memasang raut wajah kesal nya karena sudah di goda gadis yang bahkan mendadak menjadi pacar nya itu.

__ADS_1


"Dari pada galau ayo kita naik banana boat!"teriak Revian.


"Ayo,"


__ADS_2