Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 78-MUNGKIN INI KONTRAKSI?


__ADS_3

3 bulan kemudian


Saat ini Clara sedang menikmati udara siang hari yang menerpa wajah cantik nya, Clara terlihat sangat bertambah cantik walaupun perut nya sudah semakin membesar, karena anak yang Dia kandung sudah berusia 9 bulan, emang kalo wanita hamil itu aura nya beda buat di pandang.


Cip.. cip..


Suara burung bertebangan, lingkungan mansion yang sangat hijau dan bersih, walaupun mansion utama keluarga Arnolda berada di tengah hiruk pikuk suasana ibu kota, dengan lapangan yang luas, mansion ini memang di desain senyaman mungkin.


"Mommy hari ini juice stroberi susu coklat,"ucap Alisa yang memegang gelas dengan tangan kecil mengantarkan kepada Clara.


Mommy nya itu saat ini sedang duduk di sebuah kursi taman, menjadi seorang wanita hamil membuat Clara hanya bermalas malasan seperti ini karena Axel sangat membatasi aktivitas nya.


"Anak Mommy memang yang paling baik, makasih sayang,"ucap Clara mengecup kening gadis itu.


Alisa hanya bisa tersenyum bahagia karena di puji oleh orang tua nya itu, pujian dari Clara adalah hal yang paling terindah bagi Alisa rasakan saat ini, maka dari itu gadis itu selalu melakukan yang terbaik agar mendapat pujian dari Mommy nya.


"Sama-sama Mommy, enak tidak?"ucap Alisa yang menatap Clara menyesap minuman itu.


"Ini lebih enak sayang, dari pada dengan jelly, Mommy lebih menyukai manis rasa susu coklat,"ucap Clara memberikan jempol nya kepada gadis kecil nya itu.


Saat Clara masih menikmati minuman tersebut, tiba-tiba perut nya terasa sedikit sakit, entah apa yang Dia rasakan perasaan tidak enak menjalar ke tubuh bagian perut nya.


Prank..


Gelas yang di pegang Clara seketika terjatuh di tanah, Alisa yang melihat itu seketika kaget Mommy nya menumpah kan minuman itu.


"Sayang? Mommy kok ngerasa perut Mommy sakit yah?"ucap Clara memegang perut nya yang terasa sakit itu.


"Sakit? Gara-gara minuman Alisa yah Mommy?Maafin Alisa Mommy Hiks hiks,"ucap gadis itu yang juga panik melihat Clara merintih kesakitan dan memegang perut nya.


"Sayang jangan nangis, panggil Grandma bilangin Mommy seperti nya akan melahirkan,"ucap Clara yang seperti juga menyadari sesuatu itu.


Karena dokter sudah bilang sebelum nya ketika Clara merasakan kontraksi yang berkepanjangan sebaiknya langsung di bawa ke rumah sakit karena itu salah satu tanda ingin melahirkan.

__ADS_1


"Melahirkan? Jadi bukan gara-gara juice Alisa yah kan Mom?"ucap gadis itu malah lemot menanyakan itu dulu.


"Ga kok sayang, ayo panggil Grandma nanti junior keluar di sini loh, kamu mau?"ucap Clara gemeter menahan sakit nya.


"Ok Mom, wait,"ucap Alisa langsung berlari menuju dapur tempat Veronica sedang memotong buah untuk Clara.


Gadis kecil itu terlihat ngos-ngosan karena harus berlari dari taman ke mansion, Alisa yang panik langsung memberitahu Grandma nya itu.


"Grandma, Mommy mau melahirkan Grandma cepat, kata nya perut nya sakit!"teriak Alisa kepada Veronica yang masih fokus memotong buah itu.


Tak..


Suara pisau itu terdengar berhenti memotong, seketika Veronica langsung panik dan berlari keluar mansion mencari Clara.


Clara yang tidak tahan itu memilih jalan perlahan menuju depan Mansion sontak para bodyguard yang berjaga-jaga di sekitaran rumah itu yang melihat Nyonya mereka jalan terpincang pincang langsung menghampiri nya.


"Nyonya apa Anda baik-baik saja?"tanya Rakan yang mengawasi mansion Arnolda dan mengawasi pergerakan Clara.


"Melahirkan?"seketika tubuh Rakan menegang karena panik mendegar berita itu.


"Rakan!! Jangan melamun, atau Aku akan melahirkan anak ku di sini!"bentak Clara yang masih sempat-sempat nya marah karena melihat pengawal nya itu lemot.


"Astaga baik Nyonya,"ucap Rakan membantu memapah Clara menuju mobil.


Sementara itu Veronica dan Alisa yang berlari keluar mansion ingin menuju taman, ternyata melihat Clara yang sedang di bantu Rakan masuk ke dalam mobil.


"Nyonya besar, Nyonya akan-"ucapan Rakan terpotong saat wanita paruh baya itu langsung masuk ke kursi penumpang bersama Clara.


"Aku tahu! Cepat antar kami ke rumah sakit!"ujar Veronica yang duduk di samping menantu nya itu.


Alisa juga mengekor duduk di sebelah Mommy nya yang sudah mengeluarkan keringat itu, sambil terus menarik nafas secara teratur.


"Hiks hiks Grandma, Mommy gapapa kan, Mommy banyak keringat nya, sakit yah Mommy?"ucap gadis itu memegang tangan Clara.

__ADS_1


Hosh hosh..


"Sayang jangan takut, nanti Mommy nangis nih, kamu telpon Daddy bilangin, Mommy mau lahirin junior yah,"ucap Clara yang berusaha berbicara tenang agar Alisa juga tidak ikut panik.


"O oke Mom,"ucap Alisa mengeluarkan ponsel nya dan menelpon ke nomor Daddy nya.


"Sayang, tarik nafas yah jangan panik, Mommy tahu ini yang pertama buat kamu, tapi tetap rileks oke?"ucap Veronica yang mengelap keringat menantu nya itu.


"Iyah Mom,"lirih Clara yang masih merasakan sakit di perut nya.


Memang dari semalam gadis itu sudah merasakan kontraksi, menurut buku yang Dia baca kontraksi ada beberapa tahap, dan rasa sakit itu juga hilang berangsur saat ingin mencapai tahap lain, tetapi saat pintu lahir sudah terbuka kembali dan pada tahap itu terasa sakit kembali, Clara hanya menebak kalau Dia memang akan langsung melahirkan tanpa menunggu pembukaan selanjut nya di rumah sakit.


"Rakan cepatkan Mobil mu, tetapi tetap hati-hati, atau Aku akan mencekik mu!"teriak Veronica kepada pria yang sedang membawa mobil itu.


'Ya tuhan, tolong setelah Tuan muda kecil Arnolda lahir, sifat nya tidak mengancam seperti yang lain nya, karena Aku tertekan, sakit hati dedek,' batin Rakan yang fokus menyetir itu.


Tut.. tut..


Alisa terus-terusan menelpon beberapa puluh kali tetapi Daddy nya tidak kian juga mengangkat ponsel nya, Alisa tidak menyerah dan akhir nya ponsel itu di angkat oleh Roy.


"Daddy!!!"teriak Alisa dari telpon itu.


"Maaf Nona muda, Tuan sedang ada meeting dengan suversor dari belanda, sebaiknya Nona nanti saja menelpon nya, atau Saya juga ikut kena imbas nya,"ucap Roy kepada Alisa.


"Ck, Roy cepat katakan kepada Daddy, junior akan lahir, jika Roy tidak mengatakan juga kepada Daddy dalam beberapa menit, Alisa akan mengantung Roy di pohon mangga!"teriak gadis itu dengan kesal yang terus khawatir menatap Mommy nya.


"APA NYONYA AKAN MELAHIRKAN??"ujar Roy kaget.


Brak..


Roy langsung membuka pintu ruangan rapat itu secara mendadak, semua mata tertuju kepada nya termasuk Axel yang sudah ingin mengumpat pria itu dengan segala kekesalan nya.


"Roy kau--"

__ADS_1


__ADS_2