Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 79-PERSIAPAN MEMBUAT RAINBOW CAKE


__ADS_3

Setelah Alice berlari pergi semua orang kini hanya bisa terdiam termasuk Michele yang bingung bagaimana cara Dia pergi dan pamit di saat situasi yang tidak memungkin kan ini.


"Michele apa kau menginap di sini?"tanya Reno melirik pria itu yang masih berdiam diri.


"Hah?!"ujar Michele dengan tatapan bingung nya.


"Itu artinya, kau di suruh pulang,"ujar Anggun menjelaskan kepada Michele yang terlihat tidak mengerti apa maksud kata-kata Reno.


Pria itu yang baru paham seketika hanya mendengus kesal, seolah-olah Dia di usir, tapi yah emang dari tadi Michele emang juga mau pulang.


"Aku pulang dulu, Nyonya saya pamit,"ujar Michele kepada wanita itu dan melangkah kan kaki nya enteng keluar mansion.


"Terimakasih Michele,"ujar Alessia setengah berteriak agar Michele mendengar nya.


Pria itu keluar dari mansion dengan tatapan senang nya, entah kenapa Dia lebih baik melakukan operasi di ruangan operasi membelah perut orang dan melihat darah, dari pada harus di tanya-tanya seperti tadi oleh keluarga Alferoz.


'Akhirnya, mood ku hancur, mending pulang dan tidur,' batin Michele yang memang senang tapi tidak ada mood untuk kembali ke club itu.


Tak...tak.. tak..


Suara dentuman jarum jam terdengar jelas di pendengaran Alice, gadis itu saat ini bermenung sambil terus menatap langit-langit kamar nya, Alice mengingat kembali kejadian-kejadian di club tadi, Dia masih heran kenapa Michele peduli kepada nya, tapi gadis itu berpikir itu karena Michele senang melihat nya di marahi.


"Kak Michele si@lan,"umpat Alice masih berbaring.


Gadis itu mencium wangi parfum yang tidak biasanya ada di penciuman nya, wangi harum mint itu ternyata datang dari jaket Michele yang Dia kenakan sekarang, Alice melirik jaket itu dan menghirup nya.


"Mmm wangi,"ujar Alice tersenyum.


Lalu saat gadis itu sadar, buru-buru Dia melepaskan jaket itu dan melepaskan nya dan membanting dan melempar nya di atas kasur menjauh.


"Gil@, Aku seperti maniak,"ujar Alice mengeleng kasar karena malu sendiri.


Alice melangkahkan kaki nya lalu menatap cermin besar yang ada di walk in closet itu saat Dia ingin menganti baju nya dengan piyama, Alice melihat pakaian nya itu yang ternyata memang terbuka di bagian atas, gadis itu seketika malu dan menutup dada nya.

__ADS_1


"Pantesan Kak Michele tadi suruh pakai jaket, bisa-bisa nya Aku pakai baju gini,"ujar Alice langsung menganti pakaian nya dengan piyama.


Tentu Dia tidak tahu karena Alice memakai pakaian itu terburu-buru tanpa melihat penampilan nya terlebih dahulu sebelum pergi, gadis itu merebahkan tubuh nya lalu memejamkan mata nya.


Brak..


Di sisi lain Michele baru sampai di apartemen nya pria itu melirik jam yang menunjukan tengah malam, saat Michele ingin mencari cari ponsel nya, Dia tidak menemukan nya.


"Si@l di dalam jaket,"ujar Michele mengumpat sendiri karena bisa melupakan ponsel nya itu.


"Mau balik, tidak mungkin, ck Aku akan memakai ponsel lama saja dahulu untuk menghubungi Daddy,"ujar Michele merebehkan badan nya di kasur nya lalu memejamkan mata nya.


Jam berlalu, Alice terlelap dengan nyenyak nya tapi pendengaran nya terganggu saat mendengar bunyi suara ponsel berdering di sana, Alice mengambil HP nya tetapi ternyata itu bukan milik nya.


"Ck Hp siapa sih, and ini tengah malam juga,"ujar Alice melirik jam dinding.


Gadis itu terus mencari hingga akhirnya Dia mengamati dan suara itu datang dari dalam saku jaket milik Michele, Alice mengerutkan kening nya dan mengambil ponsel itu.


Drt... drt..


"Engeline?"gumam Alice dengan heran.


Seketika gadis itu tersenyum miring, Dia mulai berpikir apakah itu pacar dokter Michele, akan sangat bagus jika Dia mengerjai nya. Alice mengangkat ponsel itu, di sambut dengan suara wanita yang berbicara tanpa henti.


"Sayang kau di mana, Aku di apartemen mu tapi tidak ada kau di sana dan orang lain yang menempati nya, apa kau pindah? Kenapa tidak mengabari ku, Aku menyesal sayang, Aku tidak menyukai pria tua itu, Aku lebih suka menghangatkan ranjang mu, sayang bicaralah,"ujar gadis itu dengan suara manja nya.


"Halo siapa ya?"ujar Alice dengan suara lembut nya.


Seketika Engeline terkejut mendengar suara wanita yang menjawab, Dia melihat itu memang nomor ponsel Michele tapi apa yang terjadi ini kenapa seorang wanita, Engeline tahu kalau Michele memang memiliki banyak wanita untuk menemani nya.


"Kau siapa? Apa kau wanita yang mengoda pacar ku, jangan senang dulu kau itu hanya penghangat ranjang nya, yang memiliki Dia itu Aku seutuhnya,"ujar Engeline dengan sombong.


"Begitu,"ujar Alice menjawab seadanya.

__ADS_1


Engeline merasa kesal karena wanita itu menjawab dengan seadanya.


"Kasih ponsel nya kepada pacar ku, Aku ingin berbicara,"ujar Engeline.


Alice langsung berlari ke kamar mandi dan menghidupkan keran air Dia mulai menahan tawa akibat tingkah bodoh nya sendiri.


"Mmm maaf Tante, Kak Michele nya lagi mandi, jadi ga bisa terima telpon,"ujar Alice dengan nada lembut nya.


Seketika itu Engeline naik pitam Dia mulai membacot banyak hal dan itu membuat Alice bosan dan mematikan ponsel Michele agar tidak ada yang menganggu nya tidur nyenyak.


"Mampus, berantem dah, siapa suruh ganggu Gua tidur,"ujar Alice kembali menutupi badan nya dengan selimut.


Pagi hari nya


Mansion Alferoz tampak seperti biasa dengan beberapa aktivitas tukang kebun dan ART lain nya membersihkan segala sudut mansion, Reno dan Anggun yang sudah sarapan itu sedang berada di dapur untuk memenuhi permintaan istri nya kemarin.


"Aku tidak sabar,"ujar Anggun duduk dan hanya menatap.


"Apa kita harus membuat nya pagi?"ujar Reno menanyakan itu kepada Anggun.


"Kan kamu hari ini tidak ada urusan di kantor, Aku mau makan nya nanti siang di masukin freezer biar dingin,"ujar Anggun cemberut.


"Yaudah iya,"ujar Reno yang melihat ponsel nya dan sedang menonton tutorial.


Reno hanya harus menonton tutorial sekali untuk mengigat dan membuat nya secara cepat, saat Anggun dan Reno sedang melihat itu, Keenan datang membawa bungkusan besar.


"Tuan ini coklat dari Belgia yang ada minta, Anda tidak bilang coklat apa jenis nya, jadi saya membeli semua nya coklat batang cair permen coklat, apa pun itu sudah saya bawakan,"ujar Keenan meletakan itu di atas meja.


"Ok,"ujar Reno masih menatap vidio itu.


"Keenan kau ikut bikin bersama suami ku,"ujar Anggun yang langsung mendapat tatapan oleh Reno dan Keenan.


'Mulai lagi Nona,'

__ADS_1


__ADS_2