
Saat ini Axel, Clara dan di ikuti oleh Roy sedang berada di aula tempat pentas seni acara itu berada mereka duduk di tempat yang di sediakan untuk orang tua, sedangkan Alisa saat ini sudah berada di belakang panggung untuk didani dan berganti pakaian sesuai konsep yang akan Dia tampilkan.
"Baiklah terimakasih atas kehadiran untuk para tamu undangan serta orang tua murid yang menyempatkan hadir untuk melihat bakat dan penamilan dari anak yang terpilih dan berbakat,"
MC membuka dari kata sambutan, dan memulai susunan acara mulai dari musik, seni tari dan saat nya drama, semua orang bertepuk tangan ketika para anak kecil masuk dengan pakaian sesuai dengan karakter mereka masing-masing, dan salah satu nya adalah Alisa yang dapat bagian pemeran utama yang menjadi seorang Ibu dalam cerita malin kundang.
"Honey itu Alisa,"ucap Clara menepuk bahu suami nya itu dengan semangat.
"Mana, mana,"ujar Axel yang malah kaget ketika Clara menepuk bahu nya secara tiba-tiba.
Pria itu menyipitkan mata nya melihat gadis kecil nya yaitu Alisa yang sedang berakting sangat lucu di mata nya, Alisa sangat menghayati karakter yang Dia perani saat ini, Clara dan Axel hanya bisa bangga melihat putri mereka sangat hebat dalam berakting itu.
"Wah Alisa hebat banget Honey,"ujar Axel dengan bangga menatap anak nya.
"Hiks hiks,"
Suara tangisan Clara membuat Axel melirik istri nya yang sedang fokus menonton drama itu, di adegan ini Alisa sedang terjatuh di dorong oleh anak nya karena tidak mengakui bahwasan nya orang yang Dia temui adalah Ibu nya sendiri, si malin berlagak sombong kepada semua orang yang Dia temui termasuk Ibu nya, adegan itu yang membuat Clara merasa sedih.
"Lah kok nangis?"tanya Axel menatap istri nya itu.
"Ck kamu sih, maka nya nonton itu serius lihat Alisa pembawaan nya itu bikin Aku baper banget tahu, kenapa Ibu nya harus di gituin, punya anak durhaka banget,"ujar Clara yang malah hanyut dalam suasana itu.
"Pantesan wanita kalo nonton apa-apa suka nangis, ternyata pakai hati,"gumam Axel menatap istri nya itu.
Prok.. prok..
Semua penonton bertepuk tangan ketika acara sudah selesai sampai akhir, begitu pun dengan Axel dan Clara yang bertepuk tangan paling keras melihat putri mereka, Alisa turun dari panggung menerima buket bunga dari Daddy nya itu.
"Anak Daddy sangat pintar, ini untuk Alisa,"ucap Axel memberikan buket bunga itu.
"Makasih Daddy, Alisa cantik kan Mommy?"tanya gadis itu menatap Mommy nya yang terharu.
"Cantik banget sayang, kenapa sih bisa pintar banget anak Mommy,"ujar Clara mengecup pipi gadis itu.
"Tuan dan Nyonya, apa perlu saya foto kalian bertiga untuk kenang-kenangan?" tanya Roy menawarkan itu.
__ADS_1
"Wah pintar Kau Roy gaji mu tidak jadi di potong, ayo foto kita, mumpung Alisa masih memakai baju drama ini," ucap Axel kepada asisten nya itu.
Roy yang mendengar itu langsung tersenyum senang, dengan semangat pria itu mengarahkan posisi yang bagus untuk majikan nya itu agar foto mereka hasil nya semakin bagus.
"Ayo tersenyum dan saling berpelukan,"
"1 2 3,"
Ckrek..
......................
Saat ini acara sudah selesai dilaksanakan, Clara, Axel dan Roy menuju mansion Arnolda itu, hari yang sudah malam tidak henti nya membuat Alisa berhenti bercerita di dalam mobil perihal latihan nya saat drama, Clara yang mendengarkan cerita anak nya itu hanya bisa jadi pendengar yang baik dan bertanya seperlu nya.
"Udahan cerita nya, kita udah sampai"ucap Axel kepada anak dan istri nya itu.
"Baik Daddy,"balas Alisa mengikut langkah Daddy dan Mommy nya.
"Roy kau langsung balik saja, dan siapkan dokumen untuk rapat besok,"ucap Axel yang menatap asisten nya sudah terlihat kecapean itu.
"Baik Tuan,"ucap Roy menunduk dan berlalu pergi dari sana.
"Sini duduk,"panggil Veronica kepada cucu nya.
Sementara itu Clara mengambil kue yang sudah di letakan di freezer untuk sementara waktu dan membawa nya ke tempat acara mereka berlangsung.
"Kejutan!"teriak ketiga orang itu ke depan Alisa yang masih duduk terdiam.
Gadis itu memancarkan aura senyum bahagia nya ketika orang spesial dan keluarga nya mengatakan kejutan kepada diri nya.
"Sayang selamat ulang tahun yah"ucap Clara meletakan kue itu di depan Alisa.
Alisa hanya bisa terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun, hal itu tentu membuat Clara sedih apakah anak nya tidak menyukai kejutan kecil yang Dia berikan, Axel yang melihat itu menyadarkan Alisa yang malah melamun melihat kue.
"Alisa kok diam, makasi dong sama Mommy,"ujar Axel kepada anak nya.
__ADS_1
"Mommy, makasi Alisa senang banget,"ucap Alisa memeluk Mommy nya dengan penuh kasih sayang.
"Sama-sama sayang, kamu kok diam, ga suka yah acara nya kecil-kecilan?"tanya Clara mengusap rambut anak nya itu.
Alisa yang mendengar itu langsung mengeleng dengan cepat kepada Mommy nya menyangkal tuduhan yang tidak benar itu.
"No, Alisa suka Mommy, Alisa senang banget maka nya jadi gatau mau ngomong apa, biasa nya Grandma tidak pernah bersama Alisa kalo ulang tahun, Daddy juga tidak ada Dia cuman pesan kue terus kasih hadiah ke Alisa, Daddy kerja terus, tapi sekarang ada Mommy yang bikin kue untuk Alisa langsung, di sini juga ada Grandma sekarang, ada Daddy juga yang temenin Alisa, senang banget, Alisa senang Mommy,"ucap gadis itu memeluk Clara dengan erat.
Veronica dan Axel yang mendengar pernyataan tulus dari seorang Alisa hanya bisa tersenyum bahagia dan merasa bersalah, karena terlalu sibuk dengan kesenangan dan pekerjaan mereka masing-masing sehingga melupakan hal yang paling berharga untuk mereka.
'Maaf kan Daddy Alisa' batin Axel.
"Eits jangan sedih, Mommy punya hadiah untuk Alisa,"ucap gadis itu mengeluarkan kotak.
"Boleh Alisa buka kan Mommy?"tanya gadis itu sangat antusias.
"Boleh dong,"tutur Clara kepada anak nya itu.
Alisa membuka dengan semangat kado itu, yang memperlihatkan sebuah kotak musik kecil yang di dalam nya ada foto mereka bertiga.
"Wah, Alisa suka makasih Mommy,"ucap gadis itu memeluk Clara.
"Dari Mommy udah, dari Daddy nya mana nih?"ujar Veronica menyindir anak nya itu.
"Tentu Aku ada Mom, sayang ini hadiah Daddy,"ucap Axel memberikan sebuah kertas.
Alisa, Clara, dan Veronica kebingungan karena Axel memberikan sebuah kertas sebagai hadiah untuk Alisa.
"Kok kertas sih Honey?"tanya Clara dengan kesal menatap suami nya.
"Itu surat kepemilikan pulau yang Daddy beli untuk Alisa, di pulau itu udah ada Vila dan semua fasilitas nya lengkap, gimana?"tanya Axel dengan bangga nya.
Lagi-lagi Clara dan Veronica menggelengkan kepala melihat tingkah Axel itu, hadiah sederhana pasti Alisa lebih menyukai nya ketimbang hasil seperti itu.
"Daddy masih saja tidak tahu cara nya menyenangkan anak, ini simpan saja, nanti sudah besar Alisa ambil lagi sama Daddy lalu Alisa jual,"kesal gadis itu memberikan kembali kertas dokumen kepada Axel.
__ADS_1
"Lah salah yah"tanya Axel dengan bingung yang menatap Alisa lebih fokus menatap kotak musik yang ada foto mereka itu.
'Masih perlu belajar jadi Ayah yang baik' gumam Veronica mengelengkan kepala nya.