Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 45-BIMBANG


__ADS_3

Malam hari nya, di Mansion Arnolda


Pukul 23.41 WIB


Axel sedang duduk termenung di sebuah ruangan bar sambil memutar-mutar gelas sampanye yang Dia pegang, entah apa yang Dia pikir kan saat ini tidak ada yang tahu karena ekspresi pria itu terlihat sangat datar dan suram, Veronica yang terbangun dan melewati bar itu melihat anak nya sedang minum sendiri tapi disana ada batander yang masih terjaga yang menyiapkan minuman untuk Axel. Veronica yang penasaran duduk di samping kursi anak nya itu. Axel melirik Mommy nya yang ternyata juga duduk.


"Tolong koktail nya" ujar Veronica meminta kepada batander itu.


"Baik Nyonya" ujar batander itu menyiapkan apa yang diminta Veronica.


Bar itu dibuat sedemekian rupa sehingga suasana disana memang mirip asli nya, dengan dominan bewarna coklat dan klasik serta lampu mewah bergantung, dan urutan botol kaca yang tersusun rapi di lemari minumam itu, dari berbagai jenis minuman berakohol ada di bar pribada milik keluarga Arnolda itu, mulai dari kadar rendah hingga tinggi, mulai harga ratusan hingga ratusan juta.


"Mom, seperti nya Aku sudah membuat kesalahan" ujar Axel dengan tatapan sendu nya lurus ke depan.


"Apa yang Kau lakukan, apa kau selingkuh dari Clara" tutur Veronica dengan panik nya.


"Bukan, Mom. Apa Aku membuat kesalahan dengan mencintai gadis kecil itu, apa Clarissa akan membenci ku?" gumam Axel dengan tatapan frustasi nya.


Veronica menghela nafas nya dengan kasar, wanita itu mengira ada hal yang lebih buruk ternyata hanya hal sepele seperti ini begitu lah pikir Veronica.


"Itu tidak salah, wajar saja kalian sudah menikah" ucap Veronica dengan santai nya.


"Tapi Aku merasa sangat bersalah kepada Clarissa Dia pasti akan membenci ku karena sudah mengkhianti diri nya" kata Axel mengusap wajah nya dengan frustasi.


"Axel, kau tidak akan membuat Clarissa membenci mu, Dia pasti sangat bahagia melihat kau dan Alisa sudah bisa bahagia dan terlepas dari masa lalu yang menyakit kan itu, Kau tidak salah sama sekali ingat itu!" jelas Veronica kepada anak nya itu.

__ADS_1


"Benarkah?" jawab Axel masih ragu.


"Tentu, dari sini kau jangan lagi ragu, sebaik nya Kau ungkapkan perasaan mu kepada istri Mu itu" saran Veronica menatap anak nya itu.


"Ungkapan? Tetapi dengan segala tindakan itu pasti Dia sudah mengerti, bagaimana perasaan ku" ujar Axel kepada Mommy nya itu.


"Kau itu bodoh, seorang gadis bukan hanya butuh perlakuan manis mu itu, tetapi sebuah ungkapan, sikap mu hanya membuat Clara bingung. Mungkin Dia berpikir Kau hanya melakukan hal manis karena kau mengiginkan hal itu, ingat Axel, Clara itu masih gadis muda walaupun Dia bersikap dewasa tetapi Dia masih gadis muda yang butuh sebuah pernyataan bukan hanya tindakan, jika kau terus berlarut-larut dengan masa lalu mu, mungkin saja seorang pria yang lebih tegas mengungkap kan perasaaan nya kepada Clara dan mereka akan menikah" jelas Veronica menakut nakuti anak nya itu.


"Itu tidak mungkin, jangan mengarang cerita" kesal Axel kepada Mommy nya itu.


"Maka dari itu cepat lah bertindak, tidak salah jika kau masih mencintai Clarissa karena Dia pernah ada di hidup mu, tidak salah juga jika saat ini cinta mu lebih besar untuk Clara karena Dia adalah istri mu" ucap Veronica menyesap koktail nya secara pelan.


Axel memikirikan perkataan demi perkataan Mommy nya itu secara seksama agar Dia tidak salah bertindak dan apa yang harus Dia lakukan saat ini, Axel tersenyum lalu memeluk Mommy nya itu dengan bahagia, Veronica yang di peluk itu membalas pelukan anak nya.


"Terimakasih Mom" ucap Axel dengan tulus.


Axel melepaskan pelukan itu lalu menelpon seseorang, setelah menelpon seseorang itu Dia lalu berbicara semua hal bersama Veronica.


"Apa kau bisa Mom?" tanya Axel.


"Tentu honey, ini hal yang mudah serahkan pada Mommy" ujar Veronica tersenyum bangga.


Keesokan hari nya


Entah ada angin apa, Axel dan Mommy Veronica meninggalkan diri nya sendiri di mansion sementara Alisa sedang ke sekolah walaupun hari libur untuk mempersiapkan pentas seni nya yang semakin dekat itu, Clara sangat bosan Dia hanya bisa menyirami tanaman di saat saat seperti ini.

__ADS_1


"Aku sangat bosan~" ujar Clara merebahkan kepala nya di kursi taman.


Tring..


Sebuah pesan masuk yang memperlihatkan foto anak kecil di tutup mata nya dan di ikat.


~Jika kau ingin anak mu selamat datang ke alamat yang Aku kirim! jangan beritahu siapa pun karena Aku tahu setiap tindakan mu, jika kau sampai melakukan nya jangan harap gadis manis ini selamat di tangan ku!!!~ ujar pesan yang di kirim oleh nomor tidak di kenal itu.


"Astaga apa ini" ucap Clara terbata bata.


Seketika dada Clara terasa sesak, seperti nya gadis itu mengalami serangan panik yang pernah Dia alami semasa kecil nya dulu, Clara memegang dada nya, gadis itu sangat ketakutan ketika melihat Alisa terikat seperti itu, sudah kedua kali nya kembali anak nya itu di culik.


Hosh hosh...


"Tenang Cla, tenang, jangan beritahu siapapun" ucap gadis itu menenangkan diri nya sendiri dengan tangan yang terus bergetar dan peluh yang sudah memenuhi dahi nya itu.


Tanpa pikir panjang, gadis itu berlari ke luar mansion dengan wajah pucat karena ketakutan memikirkan Alisa, dengan langkah gontai gadis itu berusaha memberhentikan taksi yang ada, Clara langsung masuk ke taksi dan memberitahukan alamat nya kepada pemilik taksi itu, gadis itu sampai di sebuah gudang yang tertinggal, dengan ketukan Clara membuka pintu gudang itu.


"Sa saya sudah datang, dimana Alisa!" teriak Clara dari luar gudang itu.


Tidak ada jawaban sama sekali hingga seseorang dari belakang menutup mulut Clara dan mata nya, Clara berusaha memberontak ketika orang itu membawa nya masuk ke dalam mobil.


"Lepaskan Aku, dimana Alisa" teriak Clara berusaha.


Orang orang itu tidak menjawab hingga akhir nya Clara hanya bisa pasrah kemana Dia akan di bawa pergi, saat mobil itu sudah berhenti suara pria terdengar jelas sedang berbicara, Clara tidak melihat apa pun karena mata nya di tutup.

__ADS_1


"Bos Rakan, kami sudah membawa Nyonya" ucap pengawal itu melapor.


"Bo*doh! Aku sudah memperingatkan untuk tidak bersikap kasar, kenapa kalian harus mengikat tangan nya juga, kalo Big bos melihat ini habis lah Aku di bawa ke ruang eksekusi, cepat lepas ikatan tangan nya, tetapi jangan lepaskan tutup mata nya" perintah pria itu.


__ADS_2