
"Baiklah aku akan membawa kotak ini dan menyelidiki kasus ini lebih detail" ujar Samuel membawa kotak kado itu dan isi nya pergi.
"Jika kau bisa menyelesaikan kasus ini dengan baik, aku akan berjanji mengizinkan kau kembali ke markas Aeros yang ada di italia" tutur Varo mentap pria kecil itu.
"Sebaiknya kau pegang kata-kata mu tuan" sambung Samuel berlalu pergi melangkah kan kaki nya meninggalkan mansion William.
Sekarang hanya tinggal keluarga besar William disana yang masih termenung dengan hal yang terjadi.
"Sudah ayolah tenangkan diri kalian, aku akan mengatasi ini" ujar Varo menenangkan mommy nya itu.
"Ya sayang kau tidak perlu kahwatir ada aku juga Varo yang menjaga mu dan menantu kita" sambung Adrel kepada Shinta yang masih menekuk kan wajah nya itu.
"Dad, menurut mu siapa yang tega menargetkan keluarga kita? apa ada orang yang membenci kita" lirik Shinta kepada suami nya itu.
"Aku rasa tidak, karena aku sudah meninggalkan dunia hitam itu" gumam Adrel menatap sekilas putra nya.
"Varo?" tanya Shinta dengan sabar.
Hush...
Varo menghembuskan nafas nya dengan kasar dan mengusap wajah nya itu.
"Mom aku memang mejalankan bisnis itu, tetapi aku selalu bermain bersih" terang Varo berusaha menyakinkan mommy nya.
"Tapi itu tetap saja tidak benar! apa kau tahu dunia mafia bukan lah suatu hal yang mudah untuk aku terima, mereka semua merengut nyawa orang tanpa belas kasihan hanya demi uang, aku yakin mereka musuh dari bisnis mu di Black Devil!!!" teriak Shinta menetaskan air mata nya.
"Jika sampai ini terbukti gara-gara hal itu, lebih baik kau tinggalkan bisnis dunia gelap mu itu" ujar Shinta dengan nafas yang tersengal-sengal akibat menahan emosi agar tidak meneriaki anak nya lagi.
__ADS_1
"Kalau aku tidak mau?" sambung Varo menatap tajam mata mommy nya itu.
"Kalau kau tidak mau, pergi dan angkat kaki dari rumah ini, jangan harap nama belakang mu dengan nama William, lalu tinggalkan Rere bersama kami!" ancam Shinta kepada anak nya itu.
"Dia istri ku, kenapa mommy berkata seperti itu, dia adalah hak ku!" balas Varo tidak mau kalah.
"Dia memang hak mu! tapi ingat kalau dia bersama mu, nyawa istri mu akan jadi mainan musuh yang mengincar diri mu dan Rere, sebaiknya kau berdoa sampai kasus ini terbongkar agar mereka yang menyerang kita bukan dari musuh mu atau kau akan melakukan hal yang seperti mommy perintah kan!" terang Shinta berlalu pergi dari ruang tamu itu dan meninggalkan Varo, Adrel dan Rere yang masih tertidur.
"Varo mommy mu berkata seperti itu bukan berati dia melarang untuk kau melakukan hal yang kau suka, dia hanya terlalu sayang dan pernah merasakan sakit nya kehilangan, jadi tolong jangan marah pada mommy. Daddy akan menemui mommy dulu" ujar Adrel berlalu pergi mengikut Shinta yang naik ke kamar mereka menggunakan lift ke lantai atas.
'Aku tidak mungkin meninggalkan bisnis yang sudah aku bangun dengan tawa dan sukacita' batin Varo mengusap wajah nya dengan gusar lalu menyendarkan kepala nya di sofa empuk itu.
Three Black Devil, ingat kan? nama grup chat yang beranggotakan tiga pria tampan yaitu Varo, Axel dan Reno. Black Devil ternyata bukan hanya nama perkumpulan mereka saja, tetapi nama itu adalah sebuah nama geng mafia yang berumur cukup tua, di ketuai oleh para keturunan putra sulung dari William secara turun temurun. Perusahaan William group berdiri kokoh dan mendapatkan modal yang kuat bukan dari hanya bantuan keluarga tetapi dari pertama kali di bangun, Black Devil sudah terlibat di dalam nya secara terahasia. Tanpa Black Devil perusahaan William group yang meluas di dunia tidak akan memiliki kemajuan pasar internasional yang bagus. Dan sekarang giliran Varo yang memimpin, dia memutuskan untuk mengajak sahabat nya bergabung lalu Black Devil bukan hanya di ketui oleh Varo tapi memiliki tiga pemimpin dan mereka di sebut dengan Three Black Devil.
"Sebaiknya aku bicarakan ini dengan mereka" gumam Varo lalu mengangkat tubuh istri nya dan membawa nya ke kamar.
Varo membaringkan tubuh istri nya secara perlahan agar gadis itu tidak terbangun, tubuh gadis cantik yang dulu ramping sekarang sudah berubah membuncit kala mengandung buah hati mereka.
Varo mengecup kening istri nya dan mengelus wajah putih mulus yang sedang tidur terlelap di alam mimpi itu.
"Sayang aku berjanji akan menjaga mu dan juga anak kita, jika memang aku harus meninggalkan pekerjaan itu maka aku akan melakukan nya demi mu" ujar Varo dengan wajah datar mengusap wajah istri nya.
Three Black Devil📩
Varo : Ke markas ada hal penting!
Reno : Oke tuan.
__ADS_1
Axel : Siap.
Varo lalu melajukan mobil Sport nya itu membelah jalan ibu kota di malam hari yang terlihat ramai oleh orang. Beberapa saat berlalu kemudian Varo tiba di sebuah gedung mewah di sebuah pedalaman hutan yang rimbun. Jika kamu berpikir markas mafia adalah tempat kotor serta gelap dan menyeramkan tidak dengan markas Black Devil di sebuah jalan memasuki hutan di kota itu terdapat gedung mewah yang di hiasi dengan berbagai fasilitas. Varo melangkah kan kaki nya ke ruang utama, di ruang utama terlihat di dinding di hias dengan lukisan mahal serta lampu berlian yang menggantung di sini, semua aset yang mereka dapatkan tidak seberapa dengan harga barang tersebut. Saat Varo membuka pintu dia sudah melihat kedua sahabat nya itu duduk bersama di sebuah sofa ruangan khusus itu
"Ada apa kau menyuruh kita menemui mu malam hari seperti ini" ujar Axel menyesap sampanye minuman berakohol yang mewah itu dengan perlahan.
Varo mendudukan badan nya dan duduk di depan sofa kedua teman nya itu.
"Apa menurut mu aku bisa membubarkan geng ini?" tanya Varo to the point menatap Axel dan Reno bergantian.
Huk.. huk..
Minuman yang Axel minum seketika berhenti di tenggorakan nya, dia tersedak dan meletakan gelas itu ke atas dengan meja dengan kuat.
"Hei apa maksud semua ini??" tanya Axel tidak percaya kepada apa yang di katakan Varo.
Varo lalu menceritakan semua kejadian tadi kepada Axel dan Reno agar mereka mengerti keadaan nya. Setelah menceritakan itu Varo kembali bertanya.
"Jadi bagamaina?" tanya Varo sekali lagi.
"Hal seperti itu bisa saja terjadi tuan, tetapi itu juga mungkin tidak benar, kita selalu melakukan bisnis ini dengan bersih tanpa menyinggung siapu pun, geng ini sejak kepemimpin tuan Adrel sudah berubah, kita tidak lagi bermain dengan yang nama nya nyawa" terang Reno memberi pengertian itu.
"Reno benar Varo, lebih baik pastikan ini, aku yakin hal ini tidak berkaitan dengan bisnis kita" sambung Axel.
Bersambung..
__ADS_1
Hei semua para pembaca Gadis kecil itu istriku!
Setiap hari author makin dapat kejutan dengan para pembaca setia yang selalu komen serta like dan mampir, Karya author sudah masuk karya baru nomor 18. walapun angka nya segitu tetapi author tetap senang semua ini berkat para pembaca yang bersedia membaca cerita abstrak author ini dari awal sampai sekarang, cuman begitu, makasih udah like.