
Anggun yang baru bangun itu, dengan masih muka bantal nya mengeliat dan meregangkan tangan nya, gadis itu berdiri dari platform kamar nya dan menatap ke arah Clara dan Axel yang sedang berduan duduk di kursi taman.
"Sungguh romantis pagi ini, sampai-sampai kamar sebelah sangat berisik" kesal Anggun yang masih mendegar ******* di sebalik tembok itu.
Sementara Anggun menatap kedua orang itu, ternyata ada orang lain yang sedang menatap nya dari bawah dengan tatapan datar nya itu. Semua orang saat ini sudah bangun begitu pun dengan Alisa dan Veronica, para chef dan pelayan menyiapkan makanan untuk para majikan dan tamu dengan rapi tanpa kesalahan.
"Kami akan balik hari ini" ujar Varo menatap Axel.
"Ya" ujar Axel singkat.
"Apa kalian semua akan pulang hari ini?" tanya Clara menatap teman nya itu.
"Tentu Cla, jika Aku terus berlama-lama di sini mungkin Aku akan mengagap mansion ini jadi rumah Ku" ujar Anggun memakan makanan nya itu.
"Baiklah, terimakasih waktu luang kalian" ucap Clara tersenyum kepada teman-teman nya itu.
"Mommy, Aku ingin yang ini lagi" ucap Alisa menunjuk sisa makanan tinggal sedikit.
"Baiklah, tunggu sebentar sayang" ujar Clara kepada Alisa.
Makanan itu berbeda karena itu hanya khusus di buat Clara untuk Alisa dan Axel yang tidak ingin masakan chef tersebut, Clara memilih pergi ke dapur mengambil apa yang di minta anak nya itu. Saat gadis itu memegang piring tiba-tiba pandangan nya jadi kabur, area sekitar nya berputar-putar hingga akhir nya.
*Brak..
Prank*..
Suara Clara terjatuh dan piring pecah saling bersahutan dari arah dapur, Axel yang sedang makan itu seketika sangat kaget dan langsung berlari menuju dapur dengan mata terbelalak kaget melihat istri nya terbaring, Axel langsung mengendong Clara keluar.
"Mom, telpon dokter!" tegas Axel meminta tolong Mommy nya itu.
"Ba baik, cepat bawa Clara ke kamar" ucap Veronica dengan gugup.
"Mommy kenapa Grandma" tanya Alisa dengan bingung dan kaget juga.
"Dia baik-baik saja, it's oke jangan sedih" ucap Veronica mengambil ponsel nya dan menelpon dokter.
__ADS_1
Semua orang yang melihat ikut shock ketika melihat itu, mereka ikut berhenti makan karena makanan itu sudah terasa tidak enak lagi di saat situasi seperti ini, semua orang mengikuti langkah Axel menuju kamar nya, Axel terus mengegam tangan istri nya itu sambil mengusap nya tanpa henti-henti nya.
"Daddy, apa Mommy baik-baik saja?" tanya Alisa yang menunduk lesu bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Axel hanya diam tanpa tahu harus menjawab pertanyaan anak nya itu, Rere lalu mengajak Alisa untuk duduk di sofa kamar itu bersama nya sembari menunggu dokter.
"Mommy baik-baik saja, Kau tidak perlu khawatir Alisa" ucap Rere menenenangkan gadis itu.
Tok...tok..
Seorang dokter wanita datang tergesa-gesa sambil membuka ruangan itu di ikuti oleh Veronica di belakang nya.
"Kau lama Nad!" kesal Axel kepada dokter itu.
"Aku sudah lebih cepat dari pikiran mu" kesal Nadia langsung memeriksa pasien nya itu.
Semua hanya bisa diam melihat lalu dokter memasang cairain infus ke tangan istri Axel itu, tidak beberapa saat kemudian Clara terbangun sambil melihat semua orang yang sudah berkumpul di ruangan itu.
"Jadi kenapa istri Ku? Apa kondisi nya baik-baik saja?" tanya Axel kepada dokter Nadia tanpa berhenti sehingga buat dokter itu tidak menjawab pertanyaan Axel.
"Sayang diam lah sebentar" ucap Axel kepada istri nya itu.
"Dia hanya kelelehan dan dehidrasi, apa kalian sering hubungan suami istri, Aku hanya memperingati sebaiknya di kurangi jangan terlalu sering" ucap Nadia tanpa sensor itu.
Rere yang mendengar itu langsung menutup kuping Alisa dengan kuat karena Dia sendiri malu mendengar pernyataan dokter itu, ya nama nya dokter hal itu biasa aja lah yah.
"Kurangi? Apa maksud mu, itu tidak mungkin sering, padahal kami hanya melakukan nya dua kali sehari saja" ujar Axel tanpa sensor itu.
Clara yang mendengar ucapan suami nya itu seketika merasa sangat di permalukan di depan semua orang, bagaimana Dia bisa mengatakan hal itu di saat semua orang berkumpul dan dengan tampang wajah tanpa dosa itu.
"Ck, Axel dua kali sehari? Apa kau pikir itu sedikit, orang lain saja akan melakukan nya satu minggu hanya beberapa kali" jelas dokter Nadia kepada majikan nya itu.
"Tapi Aku juga dua kali" ucap Varo yang malah membuat semua orang menatap diri nya.
'Lagi-lagi mas Varo ikut-ikutan, Aku sangat malu!' batin Rere.
__ADS_1
Varo yang di tatap itu hanya membalas tatapan semua orang dengan wajah bingung nya dan berpikir, apakah yang Dia bicarakan salah? Oh tentu tidak salah Dia hanya menceritakan bagaimana dengan pengalaman nya sendiri.
Gyut..
Rere mencubit kuat pinggang suami nya itu dengan kesal, menatap tajam Varo yang bisa-bisa nya memotong pembicaraan orang lain dan malah ikut nimbrung tentang cerita itu.
"Akh, sayang sakit" ucap Varo mengusap pinggang nya itu.
"Sebaiknya Mas Varo tutup saja mulut nya" kesal Rere mengancam suami nya itu.
'Semenjak hamil Dia sangat suka menindas ku' batin Varo.
"Ekhem, baik kembali ke topik kau ingat pesan ku Axel, atau istri mu akan sakit" ucap Nadia melanjutkan perkataan nya itu.
"Si*al kenapa jadi seperti ini, mana bisa Aku menahan hal seperti itu" ucap Axel dengan kesal menatap Nadia.
Clara hanya tertawa kecil melihat ekspresi Axel yang sangat tersiksa itu, Dia tahu bagaimana perasaan suami nya yang sangat bermanja manja kepada nya ketika sudah mengenai hal itu.
"Jika sudah sembuh, mungkin kalian bisa melakukan hal itu lagi, Nyonya banyak banyak lah minum air putih" ucap dokter Nadia kepada Clara.
"Baik dokter, terimakasih" ucap Clara tersenyum.
"Benarkah?" tanya Axel sambil menatap bahagia kepada Clara dan memeluk istri nya itu.
Benar-benar semua orang di ruangan ini sudah sangat membuat Anggun hanya bisa terdiam tanpa mengerti ucapan mereka, kenapa mereka dengan santai nya membahas hal vulgar seperti itu, Anggun berpikir apa Dia setelah menikah nanti suami nya akan berbicara hal aneh itu, Anggun mengelengkan kepala nya lalu berkata.
'Kalo suami ku begitu, habis Aku potong milik nya' batin Anggun.
Semua orang yang ada di sana sudah bernafas lega, ternyata bukan hal serius yang di alami Clara saat ini, semua orang pun pamit untuk pulang masing-masing ke habitat nya kali ini, sekarang mansion sudah kembali sepi dan hanya ada keluarga utama saja, Clara yang masih terbaring itu menatap Axel yang duduk di tepi ranjang sambil mengelus perut istri nya itu.
"Maaf yah Honey, Aku masih belum bisa memberikan hal yang kau ingin kan" gumam Clara sendu.
"Hei, Aku tidak mengiginkan hal secepat itu, kita masih ada Alisa yang harus di manja, sisa nya hanya perlu terus berdoa jangan sedih" ucap Axel yang memang tidak mempermaslahkan soal anak sedikit pun.
'Maaf Honey'
__ADS_1