Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 42-PULANG


__ADS_3

Reyhan menatap tajam pria yang ada di depan nya dengan mata memerah menahan amarah, Reyhan tidak dapat bertindak apa apa lagi saat ini, jika Dia terus melawan mungkin Axel akan menghancurkan satu persatu yang Dia miliki saat ini.


'Aku tidak mengira berhadapan dengan keluarga Arnolda lebih sesusah ini, ternyata Dia memilik orang kuat di belakang nya' batin Reyhan menatap orang orang yang ada di dekat Axel dengan nanar.


Ayah tiri Reyhan menatap Axel dengan tatapan memohon kepada pria itu, tanpa rasa malu pria itu rela bersujud agar Axel tidak menghancurkan usaha nya yang telah Dia bangun.


"Tuan Axel, tolong maaf kan Saya jangan menyangkut paut kan urusan pribadi dengan bisnis" ujar pria paruh baya itu memohon kepada Axel.


Clara menatap tidak tega kepada pria tua itu, kenapa Axel sampai harus seperti ini, seharus nya Dia membawa mereka langsung pulang saja ke rumah.


'Pak Axel' batin Clara menatap pria itu yang nampak berperawakan tegas kepada semua orang yang ada di depan nya.


"Aku tidak akan melakukan ini, jika putra mu tidak memulai nya, putra mu lah yang menyangkut pautkan urusan bisnis dan pribadi secara bersamaan, apa Kau kira Aku tidak bisa bertindak lebih jauh dari pada ini, jangan pernah mengusik keluarga!" tegas Axel kepada pria itu.


"Saya mohon Tuan" ujar pria paruh baya itu dengan suara bergetar sambil bersujud di depan Axel.


"Reyhan kelihatan nya Kau sudah mencari lawan main yang salah, Kau tidak bisa mengakhiri Ku dengan cara amatiran seperti ini, permainan sangat mudah di tebak, Aku lebih lama hidup dari mu!" tegas Axel menatap pria itu yang masih terikat tangan nya dan tertidur di lantai.


"Hon, Aku mohon sudah" ujar Clara berbisik memegang bahu suami nya sambil mengeleng tanda meminta persetujuan.


"Kau lihat istri ku ini seorang malaikat, padahal Dia tahu iblis seperti mu sudah melakukan hal buruk kepada nya, tetapi Dia malah membela kalian, Aku peringat kan jangan bermain-main dengan keluarga Arnolda, karena hari ini tidak ada apa apa nya di banding kan pengeksekusian Ku di ruang bawah tanah itu lebih kejam!!" tegas Axel berdiri dari duduk nya dan mengendong Alisa, lalu mengegam tangan istri nya keluar.


"Rakan sisa nya Aku serahkan kepada mu" ujar Axel keluar ruangan itu.


"Kau ini kenapa sangat baik" gumam Axel sedikit kesal.


"Aku hanya tidak tega, Apa kau tidak lihat Dia itu sudah tua rentan" ujar Clara dengan tatapan sendu nya.


"Sudah jangan bersedih, mereka tidak ada hubungan nya dengan mu" ujar Axel terus berjalan.

__ADS_1


Sementara Samuel, Roy, Varo dan Reno hanya menatap mereka dengan ekspresi masing-masing yang tidak dapat di baca, mereka mengikut langkah pria itu dari belakang, dan Axel berjalan di depan bersama istri dan anak nya itu.


"Buat apa Aku ikut kesini, jika tidak ada acara membedah organ tubuh nya" kesal Samuel sambil menunduk sendu dan terus berjalan.


"Aku hanya menjadi nyamuk di antara mereka, Sayang Aku merindukan mu istri ku" gumam Varo menatap kemesraan Axel.


"Jomblo yah jomblo aja, iya kan Tuan Reno" ujar Roy memeluk pundak pria itu sambil berjalan.


"Jangan sentuh" tatap Reno dengan tajam.


Roy yang di tatap itu langsung melepaskan tangan nya dari pundak Reno dengan ketakutan.


'Tidak bos ku, teman nya atau mungkin nanti anak nya memiliki sifat dingin dan arrogant seperti ini, tidak membuat ku betah' batin Roy.


Clara keluar dari gudang eventz club itu bersama Axel, gadis itu dengan kaget merangkul kuat tangan suami nya ketika melihat banyak nya orang berbaris dan menduduk kepada nya.


"Mereka itu pengawal Daddy Mommy" ujar Alisa yang memang mengenal beberapa pria di antara mereka yang pernah Dia lihat wajah nya.


Axel tertawa kecil ketika melihat reaksi istri nya yang ketakutan itu melihat banyak orang menatap mereka dengan tatapan datar sambil menunduk.


"Selamat datang kembali Tuan, Nyonya, Nona Arnolda" serempak semua orang di sana.


"Astagfirullah, bikin kaget" ujar Clara memegang dada nya menatap semua orang itu.


"Haha Kau ini kenapa seperti orang kuno" tawa Axel yang tidak dapat lagi terkontrol melihat ekspresi kaget Clara ketika mendengar orang itu berkata-kata.


"Kau sangat keren, bisa membuat orang sebanyak ini datang" ujar Clara tersenyum dengan polos nya di depan suami nya itu.


'Aku sampai lupa, kalo Aku menikahi gadis kecil, ketika melihat senyum nya Aku baru teringat lagi Dia memang masih seorang istri kecil ku' gumam Axel dengan refleks mencium sekilas bibir Clara.

__ADS_1


"Daddy! jangan kiss Mommy!" ujar Alisa mendorong wajah Axel menjauh dari Clara.


"Biar Alisa kiss Mommy" ujar Alisa yang juga mengecup Clara bertubi-tubi.


Nah berantem deh itu saling kecup sana sini wajah Clara oleh Alisa dan Axel rebutan tidak mau kalah, Clara yang di cium itu hanya tertawa geli dan meminta mereka berhenti.


"Kalian sudah, Ayo pulang!" tegas Clara karena mereka berdua tidak mau berhenti.


"Baik Mommy" ujar Alisa dan Axel menjawab secara serentak lalu mereka pun tersenyum bersama sama.


Para pengawal yang melihat keluarga bahagia itu hanya bisa membantin melihat iri keluarga bahagia itu satu sama lain, pengawal yang jomblo yah tambah iri yang sudah punya pacar jadi tambah kangen pacar nya padahal lagi bertugas di suruh Pak Axel, kalo ketahuan ini gaji nya bisa di potong. Axel, Clara dan Alisa menuju helikopter yang terparkir itu mereka masuk bertiga, Axel memang meminta Roy membawa dua helikopter dan sisa nya untuk pendaratan di mansion Willim dan satu lagu untuk Axel langsung menuju mansion Arnolda.


"Wah helikopter, apa ini nyata? Seumur hidup Aku hanya melihat ini saat mereka memberikan bantuan ke kampung karena ada bencana, dan sekarang Aku menaiki nya" ujar Clara menatap kaget tidak percaya.


"Jika kau suka, Aku akan mengajak mu setiap hari, atau kita akan pergi bekerja dengan ini saja" ujar Axel tersenyum kepada istri nya.


"Tidak, ini pasti sangat mahal untuk menyewa pilot dan helikopter nya jangan membuang uang" tegas Clara kepada suami nya itu.


"Tapi ini milik pribadi, pilot nya juga" gumam Axel menatap heran istri nya.


"Apa pribadi, sebenarnya sebanyak apa uang mu" keget Clara menatap Axel dengan tidak percaya.


"Alisa kan sudah bilang sama Mommy, uang Daddy banyak, tapi percuma uang banyak kalo Daddy kerja terus tidak mau main sama Alisa tapi sekarang sudah ada Mommy" jawab girang Alisa.


"Sudah kalian berdua, Ayo naik" ajak Axel.


Mereka menaiki helikopter, Clara tidak berhenti nya kagum menatap kota dari atas awan dengan indah nya, suasana sore hari itu terlihat sangat jelas di pandangan Clara, sangat indah, Clara melirik suami nya yang sedang memeluk Alisa dan menatap diri nya lekat itu begitu juga dengan Clara.


'Aku berharap kebahagian ini bukan sesaat, sekarang Aku yakin dengan perasan Ku, Aku sangat mencintai mu terlepas seperti apa pun dirimu, Aku mencintai mu dengan segenap jiwa ku, Apa kau sudah mencintai ku?'

__ADS_1


__ADS_2