
Tap.. tap..
Reno dan Anggun turun sehabis selesai mandi, kedua orang itu turun saling berbincang, senyum terus mengiringi langkah Anggun sedangkan Reno hanya bisa melihat dan mendengar cerita istri nya yang tidak ada habis nya itu.
Di meja makan
"Wah apaan ini jajanan semua, makan malam nya ga ada?"tanya Alessia dengan kening berkerut.
"Ada Nyonya, tapi ini permintan Tuan Reno,"ujar koki Alferoz itu bersama dengan chef yang baru terlihat di mansion itu wajah nya.
"Reno yang meminta?"tanya Alessia dengan heran.
Mereka akhirnya turun ke bawah bersama, Anggun dan Reno yang sudah di sampai meja makan itu seketika melihat raut wajah Anggun yang tampak berbinar karena banyak nya makanan.
"Wah jajanan, Aku sedang ingin ini loh,"ujar Anggun tersenyum menatap Reno.
Pria itu hanya bisa tersenyum juga melihat betapa antusias nya Anggun.
"Kata nya Reno yang nyuruh, oalah ternyata untuk istri nya,"ujar Alessia kepada putra nya itu.
Seketika itu Anggun menatap Reno, astaga betapa beruntung nya wanita itu mendapatkan sosok suami seperti Reno yang selalu memanjakan istri nya dengan penuh cinta itu.
"Benaran Hubby, makasih Aku lagi ke pengen ini kok Kamu bisa tahu,"ujar Anggun mengecup pipi suami nya dengan berjinjit.
Cup..
Seketika itu Reno langsung memasang wajah cool nya pura-pura tidak terpengaruh padahal hati sudah ketar ketir karena di puji sang istri tercinta.
"Tahu dong, suami siapa dulu,"ujar Reno kepada Anggun.
"Iyah dong suami Aku,"ujar Anggun tersenyum.
"Kalian ini pantas saja Alice selalu bilang selalu jadi obat nyamuk, ternyata begini yah,"ujar Alessia tertawa kecil melihat kedua pasangan itu.
Padahal mereka hanya di awali perjodohan yang mungkin berakhir menyakitkan tapi tidak dengan kisah mereka yang di awali tanpa kepastian dan berakhir dengan keseriusan satu sama lain dalam membangun rumah tangga.
"Hehe, boleh di makan kan?"ujar Anggun kepada semua orang yang ada di sana.
"Ya boleh, orang suami kamu yang bayar bukan Mommy,"ujar Alessia yang ikut duduk dan bergabung makan.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya nya makan dengan bercanda seperti Reno dan Dante yang hanya berbicara seperlu nya itu, sudah duplikat banget kalem nya anak sama bapak, sesekali Anggun yang senang itu makan terburu-buru dan membuat nya tersedak.
Tapi aneh nya di sini Anggun makan tidak seperti biasanya, porsi yang Dia makan akhir-akhir ini seperti ngemil dan makan sesuatu pasti selalu banyak dan seperti sekarang ini juga pipi Anggun tampak lebih chubby karena makan nya itu.
"Pelan-pelan Little, ini masih banyak,"ujar Reno mengusap tepi bibir istri nya itu.
"Enak, Hubby mau aaa,"ujar Anggun menyuapi suami nya itu.
"Gausah,"ujar Reno menolak itu.
Anggun yang di tolak seketika langsung memasang wajah cemberut dan berhenti mengunyah, Reno yang paham itu langsung memakan makanan yang ada di tangan Anggun.
"Emm enak, makan lagi ayo,"ujar Reno membujuk istri nya itu.
"Nah enak kan, ga bohong Aku,"ujar Anggun melanjutkan makanan nya karena sudah merasa senang juga.
'Apa perasaan ku saja, seperti nya hal yang Aku alami dan Fei fei bilang sama, istri ku mood gampang berubah,' batin Reno menatap Anggun yang makan dengan lahap.
Sementara itu Keenan yang berperan besar dalam mensukses kan acara makan malam itu hanya bisa diam mematung sambil mengkode Tuan nya untuk memberikan gaji tambahan, Reno yang melirik itu.
"Keenan Kau boleh pulang, nanti gaji kau, Aku tambah,"ujar Reno kepada asisten nya itu.
Keenan adalah tipe asisten yang tidak akan nyelonong pulang walaupun tugas nya sudah selesai, kecuali sudah di suruh Reno pulang baru Dia akan bergerak, hal itu yang membuat Reno memilih Keenan sebagai asisten nya kerja nya yang baik dan ulet sangat cocok untuk orang seperti Reno.
"Little, pipi mu tambah besar,"ujar Reno kepada Anggun.
Seketika itu Anggun menoleh dan menatap tajam kepada Reno dengan raut wajah yang tidak dapat di baca.
"Reno benar sayang, tapi tidak apa-apa, tidak ada yang melarang mu makan banyak, jangan di ambil hati ok,"ujar Alessia kepada menantu nya itu.
"Oke Mommy,"ujar Anggun tersenyum lalu melanjutkan makanan nya.
Semua keluarga Alferoz menikmati makan malam mereka sambil menatap Anggun yang memakan banyak porsi itu, sementara itu Alice tersiksa dengan menahan lapar dan menahan emosi karena lagi-lagi kamar di depan nya berisik.
"Aku dari tadi sudah besabar yah,"gumam Alice mengengam bolpoin nya dengan kasar.
Dengan hentakan kaki penuh emosi Alice kembali keluar kamar dan menuju kamar yang padahal sudah Dia minta untuk tidak berisik tadi, kali ini Alice memukul dengan kasar agar pemilik apartemen di depan nya sadar diri.
Bugh..
__ADS_1
Bugh..
"Berisik tahu ga Lu, udah malam juga!"teriak Alice dengan nada penuh emosi.
Tidak ada jawaban suara tawa dan candaan masih terdengar, sepertinya pemilik apartemen itu mengundang beberapa teman nya, dengan kesal Alice menendang pintu itu.
Bugh..
Bugh..
"Keluar ga Lu!"teriak Alice dengan penuh emosi.
Akhirnya beberapa menit pintu itu terbuka, menampilkan seorang wanita tadi yang terlihat dengan raut kesal nya kepada Alice.
"Apa lagi sih dek?"tanya wanita itu kesal.
"Berisik @njir! Gua lagi belajar,"ujar Alice dengan emosi.
"Ck bocah,"ujar wanita itu berdecak kesal.
Hingga akhirnya Alice beradu argumen dengan wanita itu, saat Alice terus berbicara dan marah-marah seorang pria yang Alice kenal keluar dengan raut wajah kaget nya menatap Alice.
"Lah Alice?"ujar Michele kaget.
"Nah ini pemilik apartemen nya, Gua mau pulang males debat sama bocil, Gua pulang dulu yah Michele,"ujar wanita itu mengecup pipi Michele.
Dan beberapa orang lain laki-laki dan perempuan juga keluar dari apartemen Michele itu, Alice melipat kedua tangan nya di dada sedangkan Michele hanya menatap heran.
"Kok di sini Lu?"ujar Michele yang tidak tahu harus berbicara dari mana.
"Harus nya Gua yang nanya Kak! Lu bawa teman-teman Lu berisik, apartemen Gua di depan, Lu itu tetangga baru jangan songong, malah pesta malam-malam, sekali lagi Lu gitu mending minggat!"teriak Alice dengan kesal di depan Michele.
"Santai dong, kok ngegas,"ujar Michele yang heran.
"Tau dah, awas Lu berisik lagi Gua bunuh,"ujar Alice berlalu pergi.
Brak..
Alice menutup pintu apartemen nya dengan kasar, Michele yang melihat itu hanya bisa menatap heran.
__ADS_1
'Jangan bilang Bokap Gua dapetin ini apartemen dari keluarga Alferoz, bisa-bisa nya Gua tetanggan sama bocil, mampus mana cerewet lagi, ga bisa Gua pesta kalo begini tiap hari,'