
Reno berjalan ke dekat sofa dan memilih duduk lalu fokus dengan ponsel nya itu. Sedangkan Rere memilih menyibukan diri melihat terlebih dahulu barang yang dia ingin kan sendiri.
"Hei ayo lah, apa yang nama nya layanan VIP, aku mau membeli pakaian untuk keponakan ku!!" ujar gadis cantik itu setengah berteriak kepada pelayan toko.
"Maaf kan kami sekali lagi Nona" ujar pelayan itu membungkuk meminta maaf.
"Aku tidak mau tau, apa yang VIP, aku juga bisa menyewa nya berapa yang kalian dapat kan!" teriak gadis itu memarahi pelayan toko.
Rere yang sedang asik melihat pakaian anak bayi itu seketika penasaran dengan suara keributan yang muncul dari pintu masuk toko itu, Rere memberanikan diri melangkah dan mendekat kepada manajer toko dan gadis yang sedang emosional itu.
"Ada apa ini?" tanya Rere bingung menatap manajer toko itu.
"Nona anda kembalilah kami akan mengurus nya, maaf kan kami" ujar manajer itu dengan raut wajah yang ketakutan dan terus meminta maaf.
Tanpa Rere sadari semenjak kedatangan Rere gadis itu mulai menatap nya dari atas sampai ke bawah penampilan, lalu dia menatap lekat wajah yang seperti nya yang dia kenal.
"Wah apa ini? Rere, kau tamu VIP nya ternyata" ujar gadis itu menatap remeh Rere dengan raut wajah penghinaan.
Rere yang merasa mengenali suara itu pun melihat ke depan siapa gadis yang memanggil nama nya, ternyata gadis itu adalah Bella. Senior Rere sewaktu Dia masih di SMA dulu, Bella adalah gadis primadona di SMA tempat Rere sekolah dulu, dia adalah gadis baik hati dan ceria. Tapi tidak kepada Rere, Bella pernah berpacaran dengan Gabriel dahulu, tetapi entah suatu hal apa mereka tiba-tiba putus dan Bella menyalah kan hal itu semua kepada Rere.
"Kak Bella?" ujar Rere menatap wajah gadis itu dengan sedikit kening mengerut.
"Wah wah Rere apa ini? perut mu besar sekali apa kau sedang hamil?" tanya Bella menatap perut Rere yang sudah hamil besar itu.
"Ah iya, Kak Bella apa kabar?" ujar Rere dengan senyum ramah nya.
"Gausah basa basi Re, aku muak. Hei aku rasa ini baru tahun pertama mu lulus dari SMA apa kau hamil di luar nikah?" bisik Bella kepada Rere sambil tertawa kecil.
Rere yang merasa di hina itu hanya diam, dan mencengkram kuat ujung baju nya itu untuk menahan emosinya.
__ADS_1
"Tidak ini anak ku, dan aku sudah menikah" ujar Rere menangkis semua tuduhan aneh itu.
Bella mendekat lalu dia berdiri di samping Rere dan merangkul gadis itu lalu berkata.
"Aku tidak percaya, gadis seperti mu pasti menikahi istri orang lain, karena kau sangat suka barang bekas" ujar Bella mencengkram kuat bahu Rere.
Ruangan itu seketika terasa panas oleh Rere, karena emosi nya sudah sampai di ujung tanduk. Bukan nya Rere tidak mau membalas penghinaan itu tetapi dia lebih memilih bersabar dan mengabaikan perkataan orang lain terhadap diri nya itu. Bella kembali mendekat lalu berbisik lagi kepada Rere.
"Kemana Rere yang suka berkata kasar dahulu" ujar Bella mengoda Rere.
"Kak Bella sebaik nya diam atau aku akan mengusir mu dengan paksa" ujar Rere dengan raut wajah yang mulai marah.
"Mengusir ku? apa hak mu? apa tempat ini milik keluarga mu hah, kau hanya menyewa sebentar. Uang ku juga bisa untuk menyewa satu toko ini apa kau tahu?" ujar Bella dengan geram karena telah merasa terhina.
Reno yang sedang fokus dengan HP nya itu, tiba-tiba setelah melihat ke depan dan mencari sepanjang tempat dia tidak melihat Nona nya itu ada, sebelum nya dia merasa Rere tengah melihat baju di ujung sana, Reno mulai khawatir. Saat Reno sedang mencari Nona nya itu dia mendengar keributan dari pintu masuk, Reno pun memilih ke depan melihat apa yang terjadi.
Suara langkah Reno terdengar mendekat, dapat Dia lihat bahwasan nya Nona nya itu sedang beradu mulut dengan gadis yang ada di depan nya.
"Nona" panggil Reno menghampiri Rere yang tengah berdiam diri itu.
Rere yang merasa di panggil menatap ke Reno, Bella yang melihat seseorang datang itu lalu mendekat kepada Reno, dia berdiri di samping pria itu dan menatap nya dengan intens dan wajah tersenyum penuh arti.
"Rere ternyata ini suami mu yang menyewa tempat ini. Kau pria yang cukup tampan, kenapa mau menghabiskan uang untuk gadis bekas seperti nya" ujar Bella.
"Sebaik--" perkataan Reno seketika terpotong akibat melihat adegan di depan nya.
Plak
Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi Bella dengan indah, tamparan itu memang tidak terlalu kuat tetapi meninggal kan rasa perih bagi Bella. Rere yang sudah tidak tahan itu melayang kan tamparan nya, dia menatap tajam kepada gadis itu, tatapan dingin dan arrogant seperti yang Varo lakukan biasa nya dilakukan oleh Rere.
__ADS_1
"Aku sudah bersabar, tapi kau terus menghina ku. Jangan salah kan aku jika pipi cantik mu itu merasakan sakit akibat tamparan ku ini" ujar Rere menatap dengan mengintimidasi gadis itu.
Bella yang di tampar secara mendadak itu, memegang pipi nya yang di berikan bekas tamparan oleh Rere saat ini.
"Kau" ujar Bella melayang kan pukulan nya ke pipi Rere.
Saat Rere ingin menangkis tamparan itu ternyata ada pria yang lebih dahulu menahan tangan Bella. Pria itu adalah Varo, saat dia yang baru datang dengan Shinta dan memasuki toko, betapa terkejut nya Varo saat istri nya itu berusaha di pukul oleh seseorang.
"Lepaskan tangan kotor mu itu dari istri ku murahan" ujar Varo mencengkram kuat pergelangan tangan Bella.
"Wah Rere suami ternyata ada dua yah, permainan mu sangat hebat" puji Bella dengan menghina secara halus itu.
Bella yang tangan nya di cengkram itu hanya bisa meringis kesakitan, dia merasa apakah dia sudah salah memilih sasaran untuk melampiaskan kemarahan kali ini. Shinta berlari kecil lalu mendekati menantu nya itu dengan khawatir dan raut wajah yang cemas.
"Rere apa kau baik-baik saja sayang?" ujar Shinta melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki menantu nya itu apa kah ada yang terluka pada nya.
"Aku tidak apa-apa Mom tenang saja" ujar Rere dengan tersenyum ceria.
"Aku akan menuntut ke pengadilan, kalian akan membayar semua nya" teriak Bella kepada Varo.
"Tutup semua Mall ini sekarang, aku tidak mau ada penganggu seperti gadis ini ada di Mall ku" ujar Varo memperintah kan hal itu kepada Reno.
"Mall ku? apa kau sekaya itu, Rere suami mu yang satu ini apa dia sedang berhalu, jangan mimpi tuan, apa kau ingin menghindari masalah ini dengan cara bersandiwara dan aku memohon begitu kepada mu?" ujar Bella menatap Varo dan menujuk nya.
"Tuan Varo William" ujar Direktur mall yang baru datang itu.
'Varo William? tunggu, apa dia Varo William yang itu?' ujar Bella menatap lekat pria tampan yang sedang menatap Rere itu dengan penuh kasih sayang, serta melihat Shinta dengan jelas.
'Sial seperti nya mereka keluarga William'
__ADS_1