Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 10-KAU ITU MEREPOTKAN


__ADS_3

Acara repsepsi pernikahan di adakan secara mewah, para undangan yang di undang hanya orang-orang khusus dan petinggi negara atau pun bisnis keluara Alferoz, serta sahabat dan rekan terdekat.


"Selamat atas pernikahan nya yah cewe,"ucap Clara memeluk sahabat nya itu.


Anggun hanya memasang wajah masam dan melirik seorang pria di samping nya yang sudah sah menjadi suami gadis itu.


"Terserah, Aku sudah lelah,"ucap Anggun melepaskan pelukan sahabat nya itu.


Sementara itu Axel, dan Varo merangkul kepala sahabat nya itu lalu Varo memasukan sebuah kantong kecil ke dalam kemeja Reno.


"Ini k*ondom untuk mu, khusus untuk mu tahan hujan, petir, banjir dan badai serta terasa nyaman di pakai dalam berbagai ukuran, Aku sangat paham milik mu pasti membutuh kan ko*ndom yang bagus pula,"ucap Varo berbisik kepada pria itu.


Bugh..


Axel yang kesal memukul lengan sahabat nya itu sambil menatap tajam.


"B*odoh apa maksud tahan hujan, petir, banjir kau kira mereka akan bersetubuh dengan alam, dan lagi Dia tidak memerlukan ****** Dia bisa menyemprot sesuka hati nya,"ucap Axel menatap sahabat nya itu.


Varo hanya mengangguk tanda mengerti, begitu pun Reno yang hanya diam menyimak.


"Kau benar Xel, Dia bebas menyemprot nya di mana pun, ya sudah Aku ambil lagi, nanti Aku lelang di Black Market,"ucap Varo mengambil barang itu lagi di saku Reno.


"Jangan ajarkan, Aku mengerti hal seperti itu,"ucap Reno menghela nafas nya panjang.


Sementara itu Anggun, Clara dan Rere yang berdiri di samping para suami mereka hanya menatap kesal.


"Apa mereka bo*doh mengatakan hal itu, Aku saja bisa mendegar nya,"ucap Clara kesal.


"Mas Varo kenapa Dia berbicara sangat vulgar,"ucap Rere mengeleng kan kepala nya itu tidak percaya.


"Semprot semprot, sebelum di semprot Aku akan memotong nya,"umpat Anggun melirik suami nya yang hanya mengangguk menerima arahan Axel dan Varo itu.


Varo menepuk bahu sahabat sekaligus mantan asisten nya itu dengan bangga.


"Ini DVD khusus untuk mu, menambah birahi yang ini jangan di tolak,"ucap Varo tersenyum.


Reno hanya mengangguk lalu memasukan nya ke sebalik jas nya itu. Acara terus berlanjut hingga akhir nya semua tamu pulang satu persatu dan meninggalkan keluarga Anggun, Reno dan sahabat mereka.


"Kalian semua istirahat lah, Daddy sudah memesan kamar juga untuk kalian,"ucap Dante ayah Reno menatap sahabat menantu dan anak nya itu.


"Baik Dad, terimakasih,"ucap Axel mewakili dan pamit pergi dari sana.


Sementara itu Anggun hanya bisa terduduk di sofa gedung itu dengan kaki yang terasa kesemutan akibat terus berdiri.


"Sayang, ajak istri mu ke kamar, seperti nya Dia sudah lelah,"ucap Alessia kepada Reno.

__ADS_1


"Baik Mom,"ucap Reno dengan datar.


Pria itu menghampiri Anggun yang terlihat malas-malasan, dan hanya ingin membaring kan tubuh nya.


"Ayo, ke kamar little,"ucap Reno menarik tangan gadis itu.


"Gendong, kau pria tenaga mu pasti masih banyak,"ucap Anggun dengan malas.


"Sesuai keinginan mu little,"ujar pria itu langsung mengendong istri nya ala bridle style.


Para orang tua yang melihat itu hanya bisa saling memandang dan tersenyum satu sama lain.


"Mereka sangat romantis, bukan begitu Sia?"ucap Ananda menatap besan nya itu.


"Kau benar,"balas Alessia dengan tersenyum senang.


"Jadi kangen masa muda,"ucap Ananda menatap kepergian anak mereka.


"Kamu kangen masa muda Ma, Ayo papa gendong juga,"ucap Lumuis yang sok kuat itu.


"Oke,"ucap Ananda menantang.


Saat Lumuis ingin mengendong istri nya ke dalam pelukan itu terdengar suara dari pingang pria tersebut.


Krak..


Semua tercengang, lalu tertawa terbahak bahak melihat tingkah pria paruh baya itu.


"Lumuis, kau sudah tua jangan berbangga lagi haha,"ucap Dante kepada sahabat nya itu.


"Kau benar,"ucap Lumuis berdiri lurus kembali.


"Reno, jangan gempur istri mu Dia pasti lelah!"teriak Dante dengan santai nya.


Sementara pria yang di teriaki itu hanya bisa terus berjalan dengan wajah datar, lalu Anggun yang di gendong mendegar itu hanya bisa menutup wajah nya malu.


'Bisa bisanya Daddy ngomong gitu, untuk ini kulkas berjalan kalo narsis malah bikin heboh,' batin Anggun.


Mereka berdua akhirnya sampai di kamar hotel lalu saling duduk di sofa, tanpa menganti baju terlebih dahulu, hingga akhir nya Reno membuka suara terlebih dahulu.


"Aku hanya mengagap pernikahan ini sebuah ikatan pelengkap sebuah kehidupan,"ucap Reno menatap ke depan.


"Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau tidak memiliki gadis yang kau cintai?"tanya Anggun yang bisa mulai di ajak kompromi.


"Tidak, Aku tidak ingin karena hal itu hanya banyak luka dan duka bukan bahagia, lihat saja Varo yang sudah pacaran dengan mantan nya tetapi diputuskan karena berkhianat, dan lihat saja Axel yang ditinggal istri nya saat pria itu sudah menaruh seluruh dunia dan harapan nya pada istri nya itu, Aku tidak pernah mencintai siapa pun,"lirih Reno menatap gadis yang memakai gaun pernikahan yang duduk di samping nya.

__ADS_1


"The real pria dingin,"ucap Anggun menatap langit-langit kamar.


"Jadi kita akan menjalankan pernikahan ini seperti orang lain, jika kau ingin membuat anak aku akan mengikuti mu, jika tidak itu terserah mu, inti nya jangan bercerai dari ku, karena akan repot menikah lagi atau pun menduda, ingat kontrak kita,"ucap Reno melirik ekor mata Anggun.


"Deal, Apa kau seorang cassanova?" tanya Anggun dengan penasaran.


"Apa kau bodoh? Aku anti wanita,"kesal Reno mendegus.


"Jadi kau masih perjaka?" tanya Anggun.


"Tentu,"balas Reno mengerutkan kening nya menjawab pertanyaan Anggun.


"Wah itu sangat bagus, karena Aku tidak suka berbagi milik ku dengan orang lain, terutama yang bekas, Kau tahu kan seorang naif akan bisa melakukan seenaknya dengan wanita mana pun tetapi hal itu tidak akan mudah diketahui pihak wanita, tetapi jika seorang wanita bebas ketika malam pertama dengan suami nya tentu sebuah kehormatan nya yang telah di renggut akan diketahui dengan mudah," jelas Anggun kepada pria itu.


"Kau benar,"ucap Reno membenarkan perkataan Anggun.


"Aku menyukai pria tampan, tapi Aku tidak mencintai mu,"lirik Anggun dengan senyum mengejek.


"Aku juga," ucap Reno dengan datar.


"Aku membenci mu,"ujar Anggun dengan kesal karena pria itu malah mengiyakan nya juga.


"Aku juga,"balas Reno.


"Kenapa kau tidak menyukai ku? Aku ini gadis cantik walau masih kecil dada ku lumayan besar untuk kau pegang, Apa kau mau melihat nya?"kata Anggun mengoda pria itu.


"Apa kau bodoh? kenapa kau berbicara seperti itu dengan pria"lirik Reno dengan tatapan membunuh nya.


"Aku tidak bodoh, karena kau suami ku, jadi tidak apa-apa, benar kan"jawab Anggun dengan santai.


"Kau benar,"ujar Reno yang juga baru ingat.


"Tentu wanita selalu benar,"ujar Anggun menatap Reno.


"Jadi kalau bukan wanita tidak benar?"tanya Reno kepada gadis itu.


"Yap, karena pria selalu salah," ujar Anggun dengan tawa kecil nya.


"Jadi kalau waria?"tanya Reno sekali lagi.


Anggun hanya mendegus kesal dengan perkataan suami nya yang terus bertanya tanpa ujung itu.


"Mmm mungkin setengah benar, setengah salah?"balas Anggun dengan asal.


"Kenapa kau bingung sendiri"ujar Reno dengan heran.

__ADS_1


"Sudahlah, merepotkan"kesal Anggun berdiri berlalu ke kamar mandi.


__ADS_2