
jedag jedug..
Suara dentuman musik terdengar keras di pendengaran Alice, gadis itu masuk dengan ragu-ragu sambil melihat semua orang yang berjoget, mengobrol atau meminum alkohol dengan bebas nya di sana, bahkan ada yang berciuman dengan santai nya di tempat remang-remang itu.
"Masuk ga yah, masuk ga yah, kalau ketahuan Kak Reno habis Aku,"gumam gadis itu masuk ke dalam club itu dengan langkah bingung.
Dia terus berjalan, hingga akhirnya ada sebuah kursi yang di tempati teman-teman Alice itu, Jeje teman sekaligus sohib gadis itu memanggil nya.
"Al sini, sini,"ujar Jeje berteriak keras agar terdengar oleh Alice.
Gadis itu mengedarkan pandangan nya, hingga akhirnya Dia menemukan Jeje bersama teman-teman nya yang lain, gadis itu duduk dengan canggung, Jeje merangkul pundak Anggun.
"Weh cantik banget Nona Alferoz,"ujar Jeje mengoda gadis itu.
"Ck, jangan bawa-bawa nama belakang ku kau yah,"ujar Alice ketus menghempaskan tangan teman nya itu.
Bukan tanpa alasan Alice tidak menyukai orang menyebut nama belakang nya, itu karena kalau ada saja yang tahu pasti ada orang yang langsung melirik dan mengincar nya hal itu sangat berbahaya.
"Iyah Al, sorry,"ujar Jeje cemberut kepada gadis itu.
Di sisi lain Michele yang sedang duduk dan minum dengan teman-teman nya itu, mencari target gadis yang akan mereka kencani malam ini atau mungkin untuk menghangatkan ranjang mereka malam ini.
"El si Engline mana? Biasanya ngekor terus sama Lu,"ujar teman Michele meneguk minuman nya kasar.
"Udah Gua buang, jijik bekas Om-Om gendut,"ujar Michele dengan santai nya meneguk alkohol itu.
"Waduh ga ada lagi dong, cewe yang stay hangatin ranjang Lu,"ujar salah satu teman Michele yang di pojokan.
"Bodo amad, per3k banyak mah yang mau, tapi Gua orang nya milih milih juga,"ujar Michele tertawa kepada teman-teman nya itu.
Salah satu teman Michele mengedarkan pandangan nya hingga akhirnya Dia bertaruh kepada gadis yang tidak pernah ke club itu, pria itu menyengol lengan Michele.
"El itu cewe cantik, kayak baru pertama kali ke club, pasti masih segel, taruhan ga?"ujar pria itu tersenyum menatap semua teman nya bergantian.
__ADS_1
Michele melirik sekilas lalu meneguk minuman nya, tapi entah kenapa lirikan sekilas itu tidak cukup, pria itu merasa mengenal seseorang yang Dia lirik, ternyata gadis itu Alice, seketika itu Michele membulatkan mata nya lalu menatap sekali lagi.
Bruk..
Botol Alkohol tumpah di atas meja akibat tidak sengaja di senggol oleh Michele, teman teman nya seketika terkejut melihat tatapan Michele.
"Apaan sih El santai dong,"ujar salah satu teman pria itu.
"Ga ada taruh-taruhan adek Gua itu,"ujar Michele kepada teman-teman nya.
Seketika itu teman-teman Michele saling pandang, sejak kapan pria itu memiliki adik? Sedangkan Dia anak tunggal, dan mereka juga mengetahui hal itu.
"Adik-adikan Lu kali, bohong banget, bilang aja Lu mau ke sana sendirian, pas kita ga tahu, benar ga sih?"ujar teman Michele mengejek.
Pria itu tidak menjawab, Dia hanya melirik Alice yang terlihat di suguhkan minuman itu, Alice yang di tuangkan minuman itu merasa heran dan belum pernah meminum nya.
"Nih Al coba deh,"ujar salah satu teman pria Alice.
"Eh jangan coba-coba yang teman Gua belum boleh minum beginian, Dia belum pernah,"ujar Jeje menepis tangan pria itu.
Alice yang mendengar bacotan Jeje dan pria itu seketika urat nadi di kening nya terbentuk karena kesal, sudah cukup musik saja yang berisik tidak dengan mulut teman-teman nya.
"Ck, Gua minum segelas doang kan, berisik Lu pada,"ujar Alice bersiap meminum nya.
Tetapi saat gelas alkohol itu ingin Dia cicipi, seseorang menepis tangan nya dan membuat gelas itu terjatuh ke lantai.
Prank..
"Oi apa-apaan Lu,"ujar teman pria Alice melirik pria itu.
Sedangkan Alice yang menatap itu seketika tubuh nya menegang, orang yang di tatap dan melempar gelas tadi tersenyum manis atau mematikan sih tidak tahu, Alice bingung, gadis itu sangat susah berkata-kata.
"K k kak Michele?"ujar Alice dengan suara kikuk nya.
__ADS_1
"Wah apa apaan ini, Nona Alferoz di izinkan oleh Nyonya dan Tuan besar, atau mungkin Tuan Reno untuk datang ke tempat seperti ini?"ujar Michele mengejek.
Gadis itu yang di sebut nama keluarga nya malah semakin takut, tentu Michele bisa saja mengadu kepada orang tua nya itu, Alice hanya diam menunduk melihat ekspresi selanjut nya, tetapi Jeje malah menyengol lengan nya.
"Sst siapa? Ganteng banget, Kakak Lu bukan nya udah nikah Al? Ini kakak yang mana lagi,"ujar Jeje yang malah tidak paham kondisi dan situasi itu.
"Pulang,"ujar Michele menarik tangan Alice dengan paksa dan berdiri dari sana.
Tapi Jeje menahan tangan Alice, Michele dan Jeje saling pandang dan saling tak mau melepaskan.
"Jangan bawa Om, ini kan pesta anak muda, lagi pula Alice kalah taruhan loh,"ujar salah satu pria yang di sana.
"Taruhan, Lu bilang taruhan?"tanya Michele berulang kali.
Alice hanya diam yang ada di pikiran nya bagaimana jika keluarga nya tahu hal ini, sungguh sial Dia harus bertemu dengan dokter Michele di klub ini, kalau Alice tahu Dia akan memilih klub biasa saja bukan club terkenal di kota ini.
Srek..
Michele melepaskan tangan Jeje dari tangan Alice, pria itu menarik tangan gadis itu lalu menarik Alice hingga berdiri di belakang badan nya, Michele mengeluarkan dompet nya, lalu mengeluarkan banyak uang tunai lalu.
Srek....
Uang itu di lempar dan bertebaran, seketika perhatian semua orang teralihkan akibat uang yang berhamburan banyak itu, termasuk teman-teman Michele yang malah tertawa melihat tingkah pria itu.
"Itu, Gua beli taruhan kalian,"ujar Michele dengan tatapan datar nya dan berlalu pergi bersama Alice.
Sedangkan Alice yang di tarik itu melirik ke belakang kepada teman teman nya yang menatap geram ke arah Michele merasa di hina.
"Teman-teman maafkan Dia ok,"teriak Alice melambaikan tangan dan pasrah Diajak pergi.
"Kalian lihat, Michele sok-sok an tidak mau taruhan, tapi Dia malah sendiri yang membawa nya pergi,"ujar teman Michele tersenyum miring.
Sementara itu di dalam mobil Michele, pria itu masih tidak menyalakan mobil nya, Dia hanya terdiam sementara itu Alice terus memainkan jari-jari tangan nya sambil menunduk.
__ADS_1
'Kakak jangan gantung Aku,'