Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Saat ini mobil Michele menuju mansion Alferoz yang jarak nya lumayan memakan waktu tempuh 20 menit an lebih menuju kediaman sang pacar, pria itu tampak gugup dan terus membenarkan dasi yang Dia pegang dengan satu tangan yang memegang setir mobil.


"El apa kau gugup?"tanya Mommy Michele mengerutkan kening nya heran.


"Mungkin,"ujar Michele menjawab seadanya itu.


Mendengar Michele yang menjawab seperti itu dan melihat tingkah nya Mommy Michele tertawa dan mengeleng kecil mendengar hal itu.


"Mommy merasa melihat versi SMA mu dulu jika melihat tingkah mu yang suka gugup bertemu dengan Alice, apa sebegitu nya serius dengan nya? Tapi kalau iya Mommy akan sangat senang, Alice gadis yang ceria di sanding kan dengan mu yang introvet dan ketus ini sangat cocok,"ujar Mommy Michele menertawakan itu.


"Hmm,"


Sementara itu Alice sedang berada di dapur membantu para koki memasak, padahal Dia sudah memakai dress tapi gadis itu memaksa ingin ikut membantu, para koki hanya pasrah, begitu pun Alessia yang juga ikut membantu.


Sedangkan Dante, Reno dan Anggun sedang duduk di dapur di tempat meja makan kecil yang memang di khusus kan untuk makan di sana, jika buru-buru seperti bentukan mini bar kecil yang di batasi meja dan bisa melihat yang di dapur memasak.


"Anggun apa kandungan mu sehat?"ujar Dante mengatakan itu.


"Iyah Dad mereka semua sehat, ini berkat suami ku yang selalu mengatur semua pola makan dan aktivitas ku dengan baik,"ujar Anggun mengatakan itu.


"Bagus lah, kerja bagus Ren,"ujar Dante mengatakan itu tapi mata nya tidak teralihkan oleh istri nya yang sesekali tertawa dan memasak dengan Alice itu.


"Tentu Dad, Aku menjadi suami siap siaga seperti mu,"ujar Reno.


Anak pertama dari Dante itu sangat memahami Daddy nya, bagaimana sikap nya kepada Alessia menjadi suami baik dan siap siaga saat dulu mengandung Alice, Reno sempat di buat kesal harus memiliki adik yang jarak umur nya jauh karena Dia sudah betah jadi anak tunggal, tapi melihat pengertian orang tua nya Dia malah kagum.


Saking paham nya Reno, sikap Daddy nya menurun kepada anak nya itu seperti yang kita tahu, saat mereka asik berbincang pelayan datang menghampiri Alessia.


"Nyonya, keluarga Antara sudah datang,"ujar pelayan itu berkata dan mendekati Alessia yang terlihat santai memasak.

__ADS_1


Seketika wanita paruh baya itu heboh, kenapa tamu mereka sangat cepat datang tidak sesuai jadwal padahal masakan mereka belum selesai.


"Lah kok, aduh gimana ini, cepat banget datang nya,"ujar Alessia dengan heboh.


Dante yang melihat itu berusaha menenangkan istri nya agar tidak panik dan berlebihan karena keluarga Michele pasti tidak mempermasalah kan nya.


"Sayang berhenti lah heboh seperti cacing kepanasan, mereka pasti tidak mempermasalah kan ini, anggap saja ini acara temu keluarga,"ujar Dante mengatakan itu.


"Tapi Aku tidak enak membuat tamu menunggu,"ujar Alessia mengatakan itu.


Ketika Alessia mengatakan itu tamu mereka yang tadi menunggu di ruang tamu, malah datang ke dapur dan bergabung duduk di meja makan sana.


"Nyonya Alferoz apa kabar,"ujar Mommy Michele memeluk wanita itu.


"Astaga Nyonya Antara kenapa kesini tunggu lah di ruang tamu, Aku sangat tidak enak,"ujar Alessia dengan kaget itu membalas pelukan nya.


"Hei tidak apa-apa Nyonya Alferoz Aku bisa membantu, ini pasti sangat menyenangkan, anggapa saja saat kita acara kemping sekolah menengah dulu,"ujar Mommy Michele berbisik dan tertawa kecil.


Untung saja tamu nya ini pernah satu sekolah dan mereka memang kenal sebagai teman tapi memang tidak akrab seperti sahabat, Alessia kembali melanjutkan sambil berbincang begitu pun Mommy Michele yang juga ikut membantu.


"Dante, apa kabar?"ujar Daddy Michele menyapa.


"Baik dokter Antara, seperti nya semenjak anak Anda yang mengantikan di sini, Anda jauh lebih banyak waktu santai di RS,"ujar Dante berbasa basi itu.


"Haha seperti itu lah, tapi keluarga kami tentu akan selalu memprioritaskan keluarga Alferoz,"ujar Daddy Michele tertawa mengatakan itu.


Begitulah pembicaraan ringan orang tua sementara itu Michele tidak duduk mencari cari pacar nya, mata nya mengedar ke seluruh ruangan dan temukan sosok gadis pendek yang sedang tampak serius dengan masakan nya dan memungungi nya itu.


"Apa Dia tidak menyadari Mommy ku di sana?"tanya Michele mengeleng kecil.

__ADS_1


Tap.. tap..


Pria itu melangkah kan kaki nya dan menuju tempat Alice berada, pria itu memeluk Alice dari belakang, sontak Alice yang sedang fokus itu merasa sebuah tangan memegang pinggang ramping nya membuat nya kaget dan langsung melihat sang pemilik tangan.


"Hei kau sangat serius,"ujar Michele dengan suara pelan nya di telinga Alice.


"Sejak kapan datang?"ujar Alice kaget merasakan pelukan itu.


Michele yang bod0h nya tidak tahu situasi dan kondisi main nyosor peluk Alice dari belakang itu, sontak mendapat tatapan tajam dari belakang dengan hawa hitam yang mencengkam itu.


"Michele lepas tangan mu, sebelum Aku suruh Samuel memotong nya,"ujar Reno kesal melihat adegan mesra itu.


Pria itu yang mendengar nama nya di teriaki seketika kaget dan salah tingkah langsung mengangkat tangan nya dan baru sadar diri nya mendapat tatapan oleh Dante, Reno dan tentu Daddy nya yang sangat malu atas tingkah anak nya itu.


"Maaf Aku khilaf, tidak sengaja,"ujar Michele mengangkat tangan seolah-olah sudah terciduk dan menjadi tersangka kasus yang sangat berat.


"Dad, Kak jangan begitu ngomong nya baik-baik aja, Daddy juga natap nya jangan kayak makan orang Kak Michele kan jadi takut kayak ulat bulu, merinding Dia,"ujar Alice yang membela pacar nya tapi malah menyamai diri nya dengan ulat bulu itu, tentu sangat membuat Michele merasa aneh dengan cara bicara nya Alice.


"Siapa suruh Dia tidak tahu malu,"ujar Reno kembali duduk dan bermanja kepada istri nya itu.


Alice yang melihat itu hanya mengeleng melihar tingkah kakak nya yang manja tapi melarang adik nya bersikap romantis.


'Memang kalau udah sah ga bakal di marahin yah,' batin Alice melanjutkan pekerjaan nya.


Begitu pun dengan Michele yang tidak mau duduk dan memilih menatap Alice dan setia menanti berdiri di sana melihat kelincahan Alice yang membuat nya sangat kagum itu.


"Apa Aku bisa membantu?"tanya Michele menawarkan bantuan.


"Tidak usah, berdiri saja di sana, melihat mu saja sudah sangat membantu ku,"ujar Alice mengatakan itu.

__ADS_1


"Maksud mu?"tanya Michele dengan heran.


"Melihat wajah tampan mu sudah membuat ku sangat semangat,"


__ADS_2