Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 49- kiss mommy


__ADS_3

Anggun yang sedang makan merasa tidak tenang, karena ia duduk berhadapan di meja makan dengan reno. pria itu terus menatap nya bukan menatap makanan nya.


'bangsat ini cowo mau ngejek gua yah gara gara dia nolak gua, kalo mau ngejek langsung aja jangan main tatap tatap nggak gentle banget ini pembantu' batin anggun.


Gara-gara hal itu anggun malah tidak jadi berselara makan, dan hanya mengaduk-aduk makanan nya yang ada di piring nya itu dengan sendok.


tidak ada yang tau apa yang reno pikirkan sembari terus menatap anggun. ah gamau kasih tau juga reno mikirin apa nanti bang reno ga jadi cowo misterius lagi dong haha.


Setelah selesai acara makan siang itu pun, semua orang kembali dengan kegiatan masing masing. varo dan rere memilih untuk pergi ke kamar dan berbicara terdahulu.


"reno tunggu aku sebentar disini, aku akan berbicara dengan istriku" kata varo berlalu pergi dengan rere ke kamar mereka yang ada di lantai atas.


"baik tuan" kata reno.


"anggun, clara tunggu bentar juga yah nanti lanjut ngobrol lagi" kata rere.


clara dan anggun memilih duduk di ruang tamu begitu pun disana ada reno yang duduk di kursi yang berbeda.


"kayak ada yang kurang tapi apa yah?" kata clara merasa ada yang kurang.


"anak curut mana cla?" kata anggun.


Clara yang juga baru sadar alisa tidak ada saat mereka berbicara dan makan siang tadi, clara pun pamit kepada anggun untuk mencari alisa, tinggalah di ruang tamu itu hanya reno dan anggun yang saling diam fokus dengan urusan mereka masing-masing.


"nggun bentar yah aku cari alisa" kata clara yang berlari tanpa arah mencari gadis itu.


Reno saat ini duduk dengan tenang, sambil terus menatap ponsel nya. pria itu tidak memiliki ekspresi apapun hanya wajah dingin, datar nya yang terlihat. anggun tidak melakukan apa pun selain menopang dagu nya dan menatap reno.


'akhh tampan banget ini pembantu, tapi sayang lu sendiri udah nolak gadis secantik gua jangan nyesel awas lu' batin anggun yang terus menatap reno.


pria itu terdiam dengan sangat tenang dengan wajah tampan, hidung mancung, kulit sawo matang, lalu mata biru indah milik reno itu, siapu pun sangat menikmati nya.


'seperti nya dibalik jas kerja itu tersimpan sebuah roti sobek yang akhh apa yang aku pikirkan, ogah banget udah di tolak masih berharap' batin anggun ia berdebat dengan diri nya saat ini.


Meninggalkan dua orang yang tidak tahu pangkal ujung, tepi dan tujuan itu menuju kedua pasangan yang sudah pasti yaitu mas varo dan rere.


di dalam kamar.

__ADS_1


"masih sakit yah kalo pagi perut sama mual nya" kata rere mengelus rambut pria itu


"iyah sakit, ga tahan banget" kata varo memasang wajah sedih nya.


"yaudah pindah ke aku aja sakit nya yah" kata rere menepuk nepuk perut six pack milik suami nya itu.


"gausah aku aja, kan sakit nya di bagi bagi deh adil" kata varo tersenyum kepada suami nya itu.


lama mereka saling bertatap hingga varo meluncurkan aksi nya dan mencium lembut bibir istri nya itu dengan hangat, luma.tan demi luma.tan pun tersalurkan mereka saling berganti saliva satu sama lain. varo mulai menuruni ciuman nya menuju leher milik rere dan meninggalkan kissmark disana. ia mulai meremas dua gunung kembar milik istri nya di balik baju itu. rere mendesah akibat sentuhan demi sentuhan yang diberikan varo. saat varo ingin membuka baju rere tiba tiba rere menahan tangan kekar suami nya itu.


"mas" kata rere menggelengkan kepala nya.


"sial" umpat varo yang kembali merapikan baju kerja nya dan duduk di atas kasur.


"nanti konsul dokter dulu, ini baby ada empat kalo asal nengok aja gimana bisa kaget mereka terus sakit" kata rere dengan polos nya sambil megelus perut nya yang mulai membuncit itu.


varo yang tadi nya sudah mencapai hasrat di ujung tiang, sekarang mereda karena mendengar perkataan istri nya yang lucu itu.


"iyah deh, nanti kalian harus mau di jengukin daddy" kata varo mengusap perut rere dengan tangan nya.


"makasih yah sayang udah nerima aku lelaki tua ini di kehidupan mu" kata varo mengecup kening rere.


"biar mas tua dari aku, siapa yang gamau sih mas kan ganteng, kaya lagi pokok nya perfect ha ha" kata rere dengan tawa yang lepas.


"untung aku ganteng walau lebih tua dari kamu" kata varo mengelus dada nya dengan lega.


"ha ha apaan sih mas, ingat yah gimana pun wujud bentuk, ekonomi mas pun rere ga peduli, yang rere tau, rere tu suka sama mas tulus, gatau deh mas yang banyak cewe nya" kata gadis itu cemberut.


Varo merasa lucu ketika melihat istri nya itu cemburu, istri nya itu akan cemberut dan membuat kedua pipi nya yang akhir akhir ini bertambah besar jadi makin menggembung saat cemburu.


"ish gemes" varo mengigit pipi rere dengan gemas.


"mas coba ngomong aku cinta rere, begitu coba" kata rere merangkul tubuh suami nya itu dan menatap mata nya.


walaupun varo sekarang sudah berubah menjadi pribadi yang banyak bicara dan hangat kepada istri nya entah kenapa kata kata cinta seperti waktu itu sangat susah dan malu saat ia ungkapkan kembali.


"i L U" kata varo singkat.

__ADS_1


"ih ga asik, kok gitu" kata rere mengoyang goyang kan lengan varo dengan kesal.


"waktu itu aja bisa, Aku mencintaimu regita ananda" kata rere menirukan suara varo saat ia mengungkapkan perasaan nya.


Varo diam dan menatap kesal istri nya itu, ia melepaskan pelukan nya.


"udah jangan cemberut bercanda kok" kata rere mentoel toel pipi pria itu dengan telunjuk nya dengan gemas.


"yaudah aku berangkat dulu kerja" kata varo berdiri dan melangkah kaki nya keluar.


"kiss" rere memanyunkan bibir nya ke depan mulut varo.


varo mengecup bertubi-tubi bibir istri nya itu, tiba tiba ada yang terjatuh dari balik pintu kamar mereka.


Brak


"atit oma" kata alisa yang berusaha di berdiri kan oleh shinta itu.


"alisa kok disini, mana daddy axel?" kata varo yang bertanya kepada anak sahabat nya itu.


alisa tidak menjawab pertanyaan itu, ia malah bertanya kepada varo tentang apa yang barusan ia lakukan.


"om valo ama tante lele tadi kok cium cium boleh?" kata gadis kecil bertanya.


"boleh dong, kan om varo suami nya tante rere. om varo daddy nya tante rere mommy nya" varo menjelaskan itu agar alisa lebih paham.


Clara datang dan melihat ternyata ada alisa disana yang tengah berbincang-bincang.


"alisa" kata clara yang khawatir itu.


"mommy, nanti kiss daddy juga kayak om valo ama tante lele yah"


Bersambung....


Jangan lupa ***like,coment,vote dan follow.


hei yang gasuka sama konflik pelakor jangan ridau yah, aku juga ga suka haha, itu cuman pemanasan buat kalian emosi***.

__ADS_1


__ADS_2