
Mereka sampai di mansion Arnolda saat hari sudah mulai hampir gelap, tentu hari ini belum berakhir karena pesta acara pernikahan Clara dan Axel masih berlanjut untuk teman dekat Clara yaitu Rere dan Anggun, lalu untuk sahabat dekat Axel yaitu Varo dan Reno, mereka juga sudah menyusul ke mansion Arnolda saat ini. Semua karyawan menyambut tamu spesial hari ini, sambil berbaris dan menyambut mereka di depan mansion.
"Selamat atas resepsi nya Tuan dan Nyonya" ucap karyawan menundukan kepala nya kepada majikan nya itu.
"Wah keren banget rumah Clara, ga kalah sama rumah kak Varo" kagum Anggun yang berjalan di belakang bersama Reno.
"Ini bukan rumah ku, tapi rumah suami ku" jawab gadis itu tidak mau menyombongkan diri.
"Lihat lah rendah hati sekali" ejek Anggun kepada sahabat nya itu.
Mereka semua duduk di ruang tamu sambil mengobrol satu sama lain, entah di mana awal mula nya ketiga pria dan wanita itu bisa saling mengenal satu sama lain dan juga sudah saling akrab sebagai teman, orang lebih tua dan lain nya.
"Aku meluangkan waktu ku, sebagai pengusaha terbesar seAsia untuk datang ke sini" ucap Varo menatap Axel.
"Tidak ada yang memaksa mu ikut!" ketus Axel kepada Varo itu.
"Hei kau, jaga sopan santun mu" kesal Varo kepada sahabat nya.
"Aku lebih tua" ucap Axel menjawab pertanyaan pria itu.
"Kau benar haha" tawa Varo menatap sahabat nya.
Pak Han kepala pelayan itu menghampiri Tuan nya yang sedang asik nya mengobrol, pria itu menunduk kepada semua tamu dengan sopan nya, lalu memberitahukan kepada Tuan nya bahwasan nya kamar sudah siap di pakai.
"Tuan, kamar sudah siap" ucap Pak Han.
"Baiklah, kau antar mereka ke kamar masing-masing" ucap Axel kepada Pak Han yang memerintahkan pria itu.
"Kalian ke kamar dulu, mandi kek gimana seterah, nanti malam kita ke taman BBQ" ucap Axel dengan senang.
"Oke" ucap semua orang serempak seperti seorang anak kecil yang mendapatkan mainan itu.
__ADS_1
"Silakan, Tuan dan Nona lewat sini" ucap Pak Han.
Pria itu menunjukan jalan menuju kamar di lantai tiga, Axel dan Clara memang di lantai dua, tetapi karena tamu kali ini khusus mereka menyediakan kamar yang ada di lantai tiga, ada tiga kamar, untuk Rere dan Varo, Anggun dan Reno secara terpisah, mereka masuk ke dalam lift yang di hiasi dengan mewah bewarna silver itu, Anggun hanya bisa takjub menatap itu, memang Anggun terbilang gadis beruntung orang tua nya juga memiliki perusahan, rumah bagus, mobil tapi beda lagi jika di banding kan dengan milik pengusaha terkenal tentu kualitas nya lebih mewah. Mereka berempat melangkah kan kaki nya ke lorong mansion yang begitu mewah, di setiap sudah terlihat guci tersusun rapi mungkin saja harga lebih mahal dari pada mobil, Pak Han mengantarkan mereka ke masing-masing setiap kamar, lalu Anggun yang terakhir.
"Nona Anggun, silahkan, jika ada sesuatu Anda bisa memencet tombol yang ada dinding kamar untuk menelpon lalu meminta sesuatu" ucap Pak Han pamit pergi.
Anggun membuka pintu itu pelan lalu menatap isi kamar yang sangat mewah persis pelayanan kamar hotel, gorden itu Anggun buka dengan lebar memperlihatkan suasana senja yang seperti sebuah lukisan.
Sementara itu Clara dan Axel sekarang berada di kamar, ngapain lagi kalo bukan skidipapap yah, emang Pak Axel sekali nya ketagihan gamau berhenti, satu jam an lebih mereka bermain kuda-kuda an, hingga akhir nya mereka memutuskan untuk keluar kamar.
"Honey, ayo yang lain pasti nungguin" kesal Clara menatap suami nya yang berada di atas nya itu.
"Iya" ucap Axel mengecup kening Clara dan mengajak nya mandi bersama.
Kedua sejoli itu pergi keluar kamar, Clara dan Rere bertemu di lantai dasar sambil berjalan tertatih, Clara yang melihat Rere seperti juga kecapean dan jalan nya sedikit mleyot mleyot menatap teman nya itu, Rere juga menatap Clara yang paham maksud nya itu, seolah olah perasaan mereka saat ini bisa saling terhubung.
"Teman itu memang harus senasib semati" ucap Clara memeluk Rere.
"Kau benar, Aku merasa tersiksa, Dia melakukan nya dimana pun kapan pun" ucap Rere.
"Kenapa mereka?" tanya Axel dengan bingung.
"Aku juga tidak tahu" ucap Varo meninggalkan kedua gadis itu menuju taman.
Anggun dan Reno yang sudah terlebih dahulu ada di sana hanya bisa diam tanpa berbicara sepatah kata pun, apalagi Anggun sangat benci keadaan saat hanya ada diri nya dan Reno.
"Apa mereka melakukan itu di saat mereka mengundang ku kesini!" kesal Anggun mengebrak meja.
"Itu urusan mereka" balas Reno dengan singkat .
"Aku tidak butuh jawaban mu" kesal Anggun.
__ADS_1
Keempat orang yang Anggun tunggu akhir nya datang bersama ketika itu, Anggun menatap kesal kepada teman nya yang berjalan mleyot mleyot seperti nya tebakan Anggun sangat benar kali ini. Ke empat orang yang di tunggu itu akhir nya sudah duduk sambil mengobrol.
"Re, Aku mau berbicara milik suami ku itu sangat besar, setiap Aku melihat nya Aku merasa takut, bagaimana dengan milik suami mu?" bisik Clara yang malah membahas hal itu saat mereka sudah berkumpul.
"A a aku?? Clara apa kau bodoh menanyakan hal vulgar itu, tapi milik suami ku mungkin juga membuat ku kesal, seperti nya Aku ingin memotong nya" ucap Rere yang malah hanyut dalam obrolan itu.
"Kau mengatai ku bodoh, tapi malah tetap menjawab haha" tawa Clara pecah.
Semua orang yang disana menatap Clara karena gadis itu tertawa keras.
"Kau kenapa?" tanya Axel mengerutkan kening nya.
"Clara dan Rere mereka membicarakan tentang milik suami siapa yang lebih be--" ucapan Anggun terpotong.
Clara dan Rere yang mendengar Anggun ingin membeberkan itu langsung menutup mulut nya dengan kesal secara kompak.
"Nggun jangan berbicara, atau Aku akan mencekik mu" bisik Clara.
"Iyah jangan sampai, atau Kau tidak akan mendapat kan apa yang kau ingin kan" bisik Rere.
Anggun yang menatap dua istri pengusaha itu sangat kompak hanya bisa pasrah sambil menganggukan kepala nya dengan cepat.
"Hosh hosh" Anggun mengambil nafas dengan banyak karena pasokan oksigen nya yang tertahan.
'Duh emang ada tahta ada harta semua pun bisa gampang, jadi ngeri lihat Rere yang polos udah bisa ngancem Gua, Clara yang bar bar jadi nambah bar-bar gara-gara ada orang dalem' batin Anggun melirik suami teman nya itu bergantian.
"Tentang apa?" tanya Axel sekali lagi yang melihat Anggun malah diam.
"Tidak ada Pak, saya tadi bercanda hehe" ujar Anggun menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Aku punya permainan rahasia, kalian semua harus ikut!" teriak Clara dengan semangat.
__ADS_1
Gadis itu mengebrak meja lalu berdiri di atas kursi, sambil mengeluarkan sekotak makanan ringan pocky, gadis itu mengangkat tinggi makanan itu sambil tersenyum miring kepada semua orang yang menatap nya seperti sudah sangat paham.
"Lihat lah ide gila nya" gumam Anggun.