Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 63-MAU UNTUNG JADI BUNTUNG


__ADS_3

Axel yang mendengar anak nya berkata seperti itu hanya bisa tersenyum canggung, Pria itu meletakan Clara di atas kursi meja makan, mereka bertiga akhir nya makan malam bersama ketika itu.


"Sayang, apa kau ingin sesuatu?"tanya Axel tiba-tiba kepada Clara.


Clara yang mendengar pertanyaan suami nya itu hanya bisa mengerutkan kening nya dengan bingung.


"Maksud mu?"tanya Clara yang melanjutkan mengunyah daging.


"Ya, biasa nya orang hamil ingin memakan suatu apa nama nya itu ngi- ngi- ngi, apa yah,"ucap Axel menatap kepada Clara dan berusaha mengigat nya dengan jelas.


"Ngilang? nginging ngiidola, ngidul, ngisa, ngi, apa Dad?"tanya Alisa yang juga penasaran itu mengerutu.


"Ngidam,"ucap Clara membetulkan ucapan suami nya itu.


"Nah itu,"ujar Axel menunjuk Clara menggunakan sendok nya sambil mengangguk tanda setuju.


"Aku lagi ga mau makan apa-apa Honey,"ucap Clara yang baru memakan makanan malam nya itu setengah.


Gadis itu tampak tidak bernafsu dan hanya memotong-motong daging itu menjadi bagian kecil, entah kenapa Clara merasa sedang tidak ingin makan apa pun saat ini, Axel yang melihat itu menyodorkan makanan nya ke depan Clara.


"Aaa,"ucap Axel ke depan Clara.


Gadis itu hanya mengeleng dan menutup mulut nya tanda tidak terima dengan makanan yang di sodorkan oleh Axel.


"Makan lagi ayo, nanti baby nya lapar,"ucap Axel memaksa istri nya itu.


Apa mau di kata yah nama nya orang ga mau, Clara terus menolak kepada suami nya itu, Axel yang pasrah pun membiarkan Clara hanya diam menatap nya makan daging.


"Emang kalo liatin Aku, kamu bisa kenyang sayang?"tanya Axel menatap Clara yang malah fokus pada diri nya.


"Iyah Honey jadi kenyang,"ucap Clara mengangguk cepat.

__ADS_1


Kepribadian gadis itu sangat berubah seperti nya, lebih mudah senyum seperti saat sekarang ini, makan malam pun telah selesai di lewat kan saat ini Axel dan Clara menghabiskan waktu di kamar dengan bersender pada sisi ranjang, Axel mengusap perut istri nya dan Clara menyenderkan kepala nya kepada bahu Axel, yang jomblo kalo mau nyender ke dinding aja yah.


"Honey, Aku kayak pengen anu deh,"ucap Clara berbisik pelan ke telinga Axel.


"Anu apa sayang?"tanya Axel dengan bingung menatap istri nya yang meminta sesuatu dengan ambigu itu.


"Main di ranjang sama kamu,"ucap Clara yang berbisik ke telinga Axel.


Seketika perkataan istri nya itu membuat Axel bingung, tidak biasa nya Clara meminta terlebih dahulu, biasa nya Axel yang selalu berinisiatif melakukan dan memulai nya.


"Lagi pengen aja, ga tahu kenapa,"ucap Clara mulai mencium bibir Axel.


Dengan ganas Clara mencium bibir suami nya itu, Axel yang mendapat hadiah kemenangan itu tentu tidak menolak dan juga membalas ciuman istri nya, ciuman itu semakin lama semakin menuntut, lum*atan serta suara decapan terdengar silih berganti akibat ciuman panas itu, Axel melepaskan ciuman itu dan melihat wajah Clara yang sudah memerah.


"Kamu yang mulai sayang, bukan Aku,"ucap Axel kembali mencium gadis itu.


Ciuman Axel turun ke leher meninggalkan jejak kissmark yang banyak di sana, dengan cekatan pria itu meremas dua gudukan favorit nya, Axel menatap tubuh Clara yang sudah polos bagian atas dengan nafas memburu Axel dan mata yang sayu.


'Nanti tempat ini akan menjadi hak baby,' batin Axel yang ******* gunung kembar itu.


"Honey, tunggu,"ucap Clara pelan membuat pria itu menatap Clara yang terlihat ngos ngosan.


"Ada apa sayang, Aku sudah tidak tahan,"ucap Axel yang ingin melakukan nya.


Tetapi Clara malah menghentikan kembali gerakan Axel dengan memukul dada bidang pria itu, Clara bangun dan menutup tubuh nya dengan selimut lalu memakai pakaian nya kembali, Axel yang melihat itu hanya menatap dengan heran.


"Aku mau siomay bandung,"ucap Clara kepada suami nya itu.


"Hah?"ucap Axel dengan tidak percaya kepada Clara.


Bayangkan saja saat istri nya berinisiatif memulai ini semua dan sudah membangunkan junior nya tetapi dengan tega nya gadis itu berhenti dan berkata ingin memakan sesuatu, Axel melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 11 malam.

__ADS_1


"Sayang tapi ini sudah tengah malam,"ucap Axel kepada Clara yang sedang duduk di tepi ranjang itu.


"Tapi Aku lapar nya sekarang, gimana dong?"ucap Clara menatap suami nya sedih.


Axel menghela nafas nya dengan kasar, pria itu menatap ke langit-langit kamar, ingin rasa nya pria itu berteriak dengan histeris tapi itu tidak mungkin.


"Bagaimana, jika Kau tidur kan milik ku dulu,"ucap Axel menunjuk junior nya yang masih menegang dan berdiri tegap itu.


"Ish Honey kamu mesum banget sih, Aku kan lapar, ga boleh gitu,"ucap Clara membuang muka tidak mau melihat itu.


"Tapi junior ku juga lapar sayang,"ucap Axel merengek kepada Clara.


Gadis itu hanya diam cemberut membuang muka tanpa menatap Axel, dengan sabar Axel turun dari ranjang dan berlalu pergi ke toilet.


"Baiklah demi kamu, tapi Aku mau menidurkan Dia dulu,"ucap Axel kepada istri nya itu.


Dengan bingung Clara menatap pintu kamar mandi itu, lalu berpikir dengan pikiran jernih nya.


'Kok Aku jadi kepikiran pengen siomay bandung sih yah?' batin Clara yang heran sendiri.


"Akh sudah lah kan suami tercinta juga mau beliin ini,"ucap Clara menunggu Axel.


Pria itu keluar dari kamar mandi, dengan wajah cerah bersinar seperti sudah terlepas dari siksaan nya, Axel memakai baju nya dan bersiap pergi membeli permintaan istri tercinta nya itu.


"Aku pergi dulu, kamu tunggu yah,"ucap Axel mengusap kepala Clara.


Dengan senang Clara mengangguk cepat menatap kepergian Axel yang menghilang di sebalik pintu kamar itu, sementara itu sang suami yang berjalan ke garasi mobil dengan bingung harus membeli di mana, malah membuat nya kesal sendiri.


"Ck, tengah malam begini dimana coba,"gumam Axel.


"Roy,"lirih pria itu.

__ADS_1


Axel menelpon seseorang yang sudah tertidur di seberang sana, pria itu yang mendegar notifikasi ponsel nya mencari ponsel nya dan memasang kaca mata, lalu duduk di atas kasur nya, Roy terlihat sangat tampan dengan rambut acak acakan dan bertelanjang dada memperlihatkan tubuh berotot nya yang ada roti sobek, serta jangan lupakan kacamata itu menambah kesan gagah untuk seorang Roy yang notobe nya seorang sekretaris Axel Arnolda itu.


"Halo tuan? Malam begini? Tapi saya sudah tidur, jangan potong gaji saya, baiklah saya akan langsung ke mansion,"


__ADS_2