
Byurr
Varo menyeburkan nasi itu dan mengenai wajah istri nya, Varo meneguk dengan cepat air putih yang tandas habis di minum oleh nya.
"Astaga asin, cuih" ujar Varo masih meludahkan beberapa bulir nasi yang menempel di lidah nya.
"Massss" teriak Rere di depan suami nya.
Varo yang melihat wajah Rere yang kena semburan nasi yang dia makan dengan kaget mengambil tisu dan membersih kan wajah istri nya tersebut dengan telaten dan gerakan cepat.
"Maaf kan aku sayang, aku tidak sengaja"timpal Varo yang melihat Rere yang mulai kesal.
Anggun yang di katai masakan nya asin pun merasa heran, kenapa Rere yang notebe nya seseorang yang pintar memasak tapi malah menyukai masakan nya, sedangkan Varo malah bilang masakan nya Asin. Anggun merasa sedikit tidak terima dengan penghinaaan itu, ia mengambil sedikit nasi itu dan mencoba nya.
"Masa sih asin" Anggun menyendokan nasi itu ke mulut nya.
Byurr
Anggun mengarahkan semburan mulut nya ke samping, dan mengenai wajah datar Reno. Pria itu hanya diam dengan raut wajah yang tidak dapat dibaca.
"Asin banget, siapa sih yang masak" timpal Anggun meneguk air dengan cepat.
"Kau yang masak, apa kau lupa hah?" kesal Varo kepada Anggun yang malah terlihat seperti orang bodoh itu.
"Haha iya ternyata aku" Anggun menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Varo mengambil piring milik istri nya yang masih lanjut makan dan menikmati masakan yang rasa nya sudah tidak dapat di kondisikan itu lagi.
"Ih mas aku masih mau!" kesal Rere kepada Varo yang mengambil itu.
"Jangan yah sayang udah nanti kamu sakit perut, ini asin banget loh" Varo berusaha menenangkan istri nya agar mau untuk berhenti makan masakan Anggun yang aneh itu.
"Gamau, cepat sini balikin ga, atau aku" ucapan Rere menggantung saat Varo sudah memberikan piring itu kembali kepada nya.
__ADS_1
"Nah gitu dong pinter" Rere menepuk bahu suami nya itu.
Varo hanya tersenyum kikuk, bagaimana tidak Varo langsung ciut nyali nya kala Rere sudah mengeluarkan kata kata handalan nya itu, pernah saat Varo membantah perkataan Rere pria itu malah mendapatkan siksaan batin yang membuat nya menahan hasrat nya tanpa boleh memegang sedikit pun istri nya itu.
Ekhem
Reno berdehem mengkode kepada Anggun untuk membersihkan wajah nya yang terkena muncratan makanan Anggun tadi.
"Haha astaga aku lupa dengan si pembantu ini, lihat wajah mu sangat kotor haha" Anggun terus menggelap wajah Reno dengan tisu sambil terus berkata dan berceloteh.
Reno menatap dalam manik mata gadis itu, entah apa yang sebenarnya dari tatapan itu tidak ada yang tahu, dia hanya bisa diam tanpa berekspresi.
......................
Malam pukul 20.00 Wib
Setelah acara masakan Angun tadi siang dengan segala drama yang ada, saat ini Rere dan Varo sedang duduk di kasur king size itu saling bersandar satu dengan yang lain setelah menikmati makan malam mereka, sabar yang belum punya sandaran kayak Varo sama Rere yah. Suasana sejuk malam ini di karenakan tadi sore habis hujan, Varo fukos dengan laptop nya sambil terus menatap pekerjaan nya itu.
"Mas begitu ga sakit apa, lurusin deh kepala nya" Rere membenarkan posisi Varo agar tidak bersandar kepada nya. Tetapi pria itu kembali merebahkan kepala nya di bahu Rere.
"Iya deh, gimana kamu aja mas" sambung Rere.
"Sayang dingin yah" ujar Varo meletakan laptop nya ke atas meja samping.
"Eh mas ngapain, aku -" ucapan Rere terpotong akibat Varo mencium bibir wanita itu sekilas.
"Kamu ga inget kan waktu itu kita udah konsul" seringai Varo kepada istri nya.
Flasback on•••
Hari ini adalah pengecakan dua bulanan baby baby jagoan daddy Varo di Rs the internasional of william, pria dewasa itu terus tersenyum melangkah kan kaki nya menuju ruangan obygn itu, tidak lupa seoranh gadis yang sangat dia cintai, seorang gadis yang tengah mengandung buah hati yang paling sangat dia cintai.
Krek..
__ADS_1
Ruangan pintu konsultasi itu di buka oleh Varo dari luar bersama Rere, disana sudah nampak dokter Ratna spesialis kandungan menunggu mereka berdua tengah duduk terdiam itu.
"Selamat datang tuan Varo dan Nona Rere" sambut si dokter obygn yang telah menunggu mereka dari tadi di ruangan itu.
Rere hanya tersenyum menanggapi sambutan yang di berikan dokter itu.
"Ayo nona Rere langsung saja untuk pemeriksaan nya" ujar dokter Ratna menuntun Rere untuk naik ke brangkas pasien itu dan berbaring.
"Baik dok" Rere mengikuti perintah dokter Ratna.
Varo kali ini tidak memprotes saat dokter itu menyibak dan melihat perut istri nya itu. dia hanya diam dan menemani istri nya itu. Varo.melihat dokter itu mengoles sebuah gel ke ke perut buncit nya itu, dan hasil pun bisa tampak di layar monitor yang ada di dekat dokter itu. Dokter itu menatap seksama ke layar dan tersenyum melihat hasil nya itu. Setelah pemerikasaan itu Rere turun dari brangkas di bantu Varo menuju tempat duduk di depan meja dokter itu.
"Hati- hati sayang" tutur Varo dengan lembut membantu istri nya itu.
"Tuan Varo dan Nona Rere tidak perlu khawatir seperti yang kalian tadi, para baby's sangat sehat dan semangat" ujar Ratna yang menjelaskan dengan jelas.
"Syukurlah" ujar Rere bernafas lega karena berhasil merawat buah hati nya walaupum baru satu tahun tetapi itu adalah hasil yang sangat membagakan bagi diri nya.
"Dokter apa boleh saya melakukan hubungan intim dengan is-" perkataan Varo terpotong akibat cubitan yang di berikan Rere di pinggang pria itu.
"Maafkan suami saya dokter, dia terlalu jujur" Rere tersenyum kikuk kepada dokter itu.
"Au sakit sayang" Varo cemberut kepada Rere saat merasakan oerih akibat cubitan istri nya itu.
"Haha tidak apa nona Rere pasangan yang laim juga banyak menayakan hal yang sama seperti di tanyakan suami anda" Dokter berbicara dengan wajah tersenyum.
"Untuk tuan Varo hal seperti itu tidak ada larangan nya, tetapi harus dengan tempo yang perlahan dan rileks" terang dokter menjelaskan pertanyaan yang di tanya Varo tadi kepada nya.
"Sayang" Varo memeluk istri nya dengan kuat kala mendengar kata itu, akhir nya setelah sekian berpuasa Varo bisa kembali berbuka dengan istri nya itu.
"Saya sarankan juga dengan posisi women on, apa masih ada pertanyaan lagi?" Dokter itu tersenyum kepada mereka.
"Kerja bagus dokter, aku akan menaikan gaji mu sampai jumpa" ujar Varo berlalu pergi dari ruangan itu bersama istri nya.
__ADS_1
Flasback off•••