
Sudah seminggu lebih semenjak Anggun dan Reno pergi honeymoon, hari ini mereka sudah OTW pulang ke Roma, Italia. Jet pribadi mereka langsung mendarat di lapangan mansion, Anggun dan Reno turun bersamaan, mereka melangkah kan kaki nya ke depan pintu masuk mansion, hingga akhir nya Reno mengerutkan kening nya saat melihat ada banyak mobil terparkir di mansion.
"Lah ada acara apa?"gumam Reno menatap mobil yang berjejeran.
Sementara itu Anggun yang berjalan mengekori suami nya juga kebingungan menatap mansion mereka yang ramai itu, dengan langkah tidak peduli Anggun dan Reno masuk ke dalam hingga akhir nya sebuah teriakan muncul saat para pelayan membuka pintu mansion lebar, terpampang sebuah spanduk besar menantang bertuliskan.
......Selamat belah duren Eno......
"KEJUTAN!!"teriak orang bersamaan.
Seketika Reno yang melihat itu kaget dan bercampur malu seperti nya Dia tahu siapa pelaku nya siapa lagi yang akan memanggil nya Eno kalo bukan Mommy tercinta.
"Mom!"teriak Reno dengan malu nya.
Terlihat ramai orang di sana yah walaupun rata-rata keluarga mereka semua yah, di sana sudah berkumpul satu set keluarga William Varo dan Rere serta baby twins mereka, lalu ada pasangan Arnolda Axel dan Clara serta anak mereka Alisa serta baby boy yang diajak padahal umur nya baru beberapa bulan.
And tidak lupa para sepupu dan adik serta keluarga Reno, ada Samuel, Kevin, Alice akh pokok nya banyak ga bisa di sebutin satu-satu juga ini mah saking ramai nya nyambut mereka semua.
"Bro, selamat, Aku kira kau selama ini gay gara-gara terus menempel pada Varo,"ujar Axel menepuk bahu sahabat nya itu.
"Enak saja kau bicara, Reno hanya mencari yang tepat, BTW selamat gimana mengerikan bukan,"ujar Varo menaik turun kan alis nya.
"Brother, selamat udah jebol kakak ipar,"ujar Samuel berteriak kepada pria itu.
Sementara itu sang pria yang di goda hanya memasang raut wajah datar nya karena kesal, apa-apaan ini? Ini tidak bisa di sebut sebuah perayaan, ya kali perayaan begituan, aneh-aneh aja Mommy Alessia.
"Eno, Mom mendengar nya selamat sayang,"ujar wanita itu ikut mengoda anak nya.
Sementara itu Anggun yang melihat sahabat nya datang seketika menangis terharu karena sudah lama tidak berjumpa aelah padahal baru beberapa bulan mah lebay banget nih anak yah, mereka pelukan bertiga udah kayak anak tuyul aja.
"Huaa besti i really really really pokok nya really miss you bestiii!!"teriak Anggun memeluk tubuh kedua sahabat nya itu.
"Aku juga kangen Nggun,"ujar Rere tersenyum kepada Anggun.
"Tumben Lu ngomong sopan,"ujar Clara menatap sahabat nya itu.
__ADS_1
"Ck Lu jangan mancing Gua yah, Gua udah berusaha Anggun demi suami tercinta,"ujar Anggun membagakan diri.
"Aelah tercinta, kamu aja sering ngatain Kak Reno begitu lah,"ujar Rere yang melihat raut wajah Anggun cemberut jika mengingat itu.
"Masa lalu biarlah masa lalu jangan kau ungkit jangan tinggalkan Aku,"ujar Anggun sambil bernyanyi dangdut.
Emang yah udah pindah keluar negri, kalo nama nya +62 yah tetap orang indo aja ga bisa di hilangin sifat begituan nya, pecicilan banget si Anggun, sampe-sampe dangdut tetap yang paling enak di Italia.
"Asek~"ujar Clara yang mengerakan dua jempol nya.
"Haha malah dangdutan,"ujar Rere yang malah ngakak sama kedua sahabat nya itu.
"Udah sih yah, BTW mana baby boy Cla,"ujar Anggun mencari kesana sini.
Ternyata Baby boy Clara sedang di baringkan di karpet bulu-bulu sambil di lihat oleh Alisa sang kakak, serta si kembar yang siap mengoda dan menjaili baby boy itu, mereka malah tertawa sendiri, udah bikin kelompok-kelompok pada ngobrol siap ngegibah nambah dosa dah ini, kelompok Nenek-nenek yang belum punya cucu juga malah pada ngobrolin soal belah belah duren apa dah kagak jelas.
"Astaga cute banget, kasihan banget Cla, gen bapak nya haha,"ujar Anggun mendekat dan melihat anak Clara itu.
"Bacot besti, yang penting darah daging gua nih woy,"ujar Clara yang kesal padahal kenyataan nya emang gen bapak nya keras banget, apa pas di produksi Clara kurang lincah jadi gen bapak nya yang menang ini.
Sebuah perhatian teralihkan oleh bunyi sendok yang di pukul kan ke gelas kaca itu, ternyata itu adalah Mommy Alessia yang mengundang perhatian sambil tersenyum bangga.
"Terimkasih semua nya yang sudah hadir, nanti sebagai hadiah belah duren Reno, Mommy akan menghadiahkan kapal pesiar produk terbaru perusahaan Alferoz, tapi masing-masing kepala keluarga yah, soal nya ini limited,"ujar Alessia.
"Wah Mom, boleh banget,"ujar Varo yang seketika naik telinga mendengar kapal pesiar.
Yah gimana yah dari season satu kalau taruhan sama Reno, si Varo pasti minta nya kapal kapalan mulu, suka banget Dia kayak nya liat laut, ga nyadar umur kelelep baru tahu rasa, eh ga jadi deh nanti di cekik Aku sama bang Luis, Leon, hehe.
"Reno jangan diam saja beri ucapan, kau itu bintang nya,"ujar Alessia kepada anak nya.
"Terimakasih,"ujar Reno satu patah kata.
Semua orang bertepuk tangan dan memberikan senyuman, soal nya udah paham, kalo ga ngomong yah satu kata udab cukup kalau buat Reno mah.
"Selamat, yah sekali lagi,"ujar Alessia meninggikan gelas jus nya di ikuti semua orang.
__ADS_1
Sebenarnya Axel pengen minum wine, tapi kata Mommy Alessia karena banyak anak-anak nanti malah ke minum jadi pakai minuman yang ramah lingkungan aja biar ga salah cerna ke perut yah, halal bund.
Reno menghampiri istri nya yang sedang mengendong baby boy Clara dan Axel itu, dengan tatapan datar nya Reno memeluk istri nya itu dari belakang.
"Hubby, Aku lagi gendong baby ini, nanti jatuh,"ujar Anggun mengoyangkan bahu nya.
"Makin gerak, nanti beneran jatuh,"ujar pria itu yang tidak mau melepaskan pelukan nya.
"DASAR BUCIN!"teriak Samuel kepada sepupu nya.
"Apa kau iri? Tentu iri, kau tidak mampu,"ujar Reno melirik Samuel dengan tajam.
Sementara yang di ejek seketika langsung menusuk hati nya yang paling dalam sedalam dalam nya palung laut dan samudra, sedalam dalam cinta ku padamu yang tidak tersampaikan, soal nya Lu kebanyakan halu di pernovelan kayak Gua hua sedih sih.
Samuel hanya menatap kesal, lalu berjalan mendekati anak Tuan Varo yang sudah lama tidak Dia temui itu, Lenka yang pernah bertemu dengan Samuel selalu memasang wajah was-was walaupun masih kecil, entah kenapa pria itu terlalu membekas di pikiran nya.
"Girl, mau ini,"ujar pria itu mengeluarkan Black card.
Seketika mata Lenka membinar, dan dengan langkah kecil nya berlari mendekati Samuel, dan mengambil kartu itu.
"Wah, kakak Daddy juga punya ini, kartu nya bisa buat beli apa saja, tapi tidak boleh buat Enka,"ujar gadis itu cemberut.
"Nanti kartu ini buat kamu, tapi kalo kita udah nikah,"ujar Samuel bercanda.
"Wah jadi istri kakak ga cape kerja dong, cuman tiduran kan banyak uang,"ujar gadis kecil itu yang sok tahu.
"Tentu, kau hanya perlu menghabiskan uang ku,"ujar Samuel yang malah gemas.
'Pftt janjian nikah sama bocah, udah berasa main film,' batin Samuel.
Seketika trio ganas datang dan mengambil kartu itu lalu melemparkan nya ke Samuel, Luis menarik tangan adik nya menjauh.
"Menjauh, atau Uis hajar,"ujar pria itu sok tangguh, padahal jalan aja masing oleng kanan oleng kiri kayak ondel-ondel jalan.
Seketika semua orang yang ada di ruangan itu, yang memang sudah menatap drama mereka dari tadi merasa sedang menonton drama.
__ADS_1
"HAHAHA ada-ada saja"