Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
PART 89-GELISAH


__ADS_3

2 bulan kemudian


RS the internasional of William.


"Saya ingat kan sekali lagi tuan dan nona William kelahiran bayi kalian mungkin lebih cepat atau lebih lambat dari tanggal yang telah saya sesuaikan, inti nya tuan William anda tetap harus menjadi suami siap siaga" ujar dokter itu menjelaskan detail nya.


Saat ini di sebuah ruangan khusus itu terdapat dua sepasang sejoli yang sedang berkonsultasi dengan kehamilan istri nya, hari yang di tunggu tidak akan lama lagi bagi mereka untuk menjadi orang tua seutuh nya, rasa gelisah dan takut juga di alami Rere karena itu adalah pertama kali untuk nya.


"Jadi kapan saja anak ku bisa lahir?" tanya Varo sekali lagi dengan raut wajah bingung.


"Ya anda benar, sebaik nya saya saran kan untuk selalu berada di dekat istri anda selama satu minggu ini, dan kehamilan di seusia nona William sangat beresiko tinggi mengigat karena umur nona William yang masih muda harus mengandung empat bayi sekaligus" ujar dokter obygn itu menatap Rere yang sedang duduk di samping suami nya.


"Terimakasih, kita akan kembali" ujar Varo mengajak istri nya keluar dari ruangan itu.


Di perjalanan menuju mansion William


Mobil yang di tumpangi Varo dan Rere membelah jalanan ibu kota di siang hari dalam keadaan yang cukup ramai itu, mobil itu di supiri oleh Reno, bukan Varo tidak memiliki supir pribadi tetapi Dia lebih merasa jika Reno yang melakukan segala tugas yang Dia perintah kan lebih aman. Semenjak dari rumah sakit hingga perjalanan menuju pulang Rere hanya diam menatap jalanan dari luar, biasanya istri nya itu sangat cerewat dan selalu berbicara hal yang kadang tidak masuk akal, tapi entah kenapa kali ini Dia hanya diam dan melamun, Varo sebagai suami yang paling dekat dengan istri nya merasakan perubahan yang paling signifikan pada Rere.


"Reno selama seminggu lebih ini aku akan fokus menjaga istri Ku, Kau bantu Aku menghandle semua pekerjaaan kantor" ujar Varo mengarahkan pandangan nya kepada Reno.


"Baik tuan" ujar Reno yang masih fokus menyetir itu.


"Reno tepikan sebentar mobil nya" ujar Varo menyuruh Reno.


"Baik tuan" tutur Reno mengikuti perintah tuan nya.


Mobil di tepi kan sedikit di jalanan itu, Varo dan Reno turun dari mobil, Rere masih terus melamun Dia melihat suami nya itu sedang bicara dengan Reno dari dalam mobil, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Rere tidak tertarik sama sekali dia hanya fokus dengan lamunan nya saat ini.

__ADS_1


"Reno apa kau sudah menyiapkan semua nya?" tanya Varo menatap Reno.


"Sudah saya siap kan tuan sesuai yang anda ingin kan" ujar Reno membalas ucapan Varo.


"Baiklah kita pulang" ujar Varo mengajak Reno melanjutkan perjalanan mereka.


'Semoga kau menyukai kejutan nya sayang, Aku sangat khawatir melihat mu yang lebih sering melamun akhir-akhir ini' menatap istri nya itu dengan raut wajah sendu.


Mobil memasuki kawasan mansion William, keadaan terlihat seperti biasanya tidak ada yang istimewa, Rere turun dari mobil dan melangkah kan kaki nya ke dalam mansion itu dengan langkah yang tertatih karena perut nya sudah sangat membesar, kaki nya yang bengkak dan perubahan drastis bentuk tubuh nya yang naik 180 derajat lebih berbeda, tetapi dia tetap cantik. Saat Rere yang di bantu Varo itu berjalan tiba-tiba semua orang berkeluaran.


"KEJUTAN!!" teriak mereka semua yang ada di sana.


Semua orang datang berkumpul menyambut sebentar lagi kelahiran keluarga William yang baru, serta merayakan pesta ulang tahun Rere bersamaan ketika itu, terlihat di sana ada Shinta, Adrel, Anggun, Clara, Alisa dan Reno.


"Apa ini?" ujar Rere dengan raut wajah terkejut dan sambil tersenyum.


"Selamat ulang tahun Rere, maaf kan kami akhir akhir ini sangat jarang menemui mu" tutur Clara memeluk dengan perasaan haru.


"Iyah maaf kan kami, apa kau merasa tertekan akhir-akhir ini?" tanya Anggun yang sudah melepaskan pelukan nya itu.


"Aku baik baik saja, terimakasih semua nya" ujar Rere memberikan senyum terbaik nya kepada semua orang.


Di ruangan itu di kelilingin semua hiasan yang cantik, terdapat jenis makanan dan beberapa kado yang sudah tersusun di samping meja yang telah di sediakan, para chef sedang menyediakan makanan khusus disana, acara itu di adakan oleh Varo, Dia memang melaksanakan acara kecil karena Rere memang tidak suka keramaian dan secara terbuka.


"Ayo sayang kita duduk di sana dan tiup lilin mu" ujar Varo mengajak istri nya untuk duduk karena Rere memang tidak bisa berdiri terlalu lama.


Shinta memegang kue itu di depan Rere dengan, gambar wajah gadis itu yang di lukis sedemikian mirip nya.

__ADS_1


"Jangan lupa make wiss dulu yah" ujar Shinta tersenyum.


Rere memejamkan mata nya lalu berdoa yang terbaik untuk kehamilan pertama nya kali ini. Semua orang bertepuk tangan ketika Rere sudah meniup lilin itu, Dia sangat senang karena semua orang berkumpul untuk hari spesial nya ini.


"Tante lele, alica punya kado kucus buat tante lele" ujar gadis kecil itu berlari mendekati Clara dan meminta sesuatu kepada nya.


"Mommy mana kado alica" ujar gadis itu menampungkan kedua tangan mungil nya ke depan Clara.


"Nih" ujar Clara memberikan sebuah kertas itu.


Alisa berlari mendekati Rere dan duduk di samping nya lalu memperlihatkan sebuah gambar kepada Rere.


"Nih tante lele" ujar Alisa memperlihat kan gambar itu kepada Rere.


Rere mengambil gambar itu dan melihat banyak orang di dalam sana.


"Ini tante lele sama om valo lagi gendong dedek bayi, kata Daddy adek bayi tante lele ada empat, jadi alica gambal nya tante lele gendong dua dedek bayi dua gendong om valo" ujar Alisa menjelaskan dengan antusis.


"Wah pintar banget Alisa gambar nya yah, kalo ini siapa?" tanya Rere menunjuk yang lain nya.


"Ini Mommy, ini Daddy, ini ada Oma Shinta sama Opa adel, ini tante Anggun sama om leno" ujar Alisa menyebutkan semua orang yang ada di dalam gambar itu.


Rere menatap dalam gambar itu, tanpa di sadari air mata gadis itu jatuh mengalir dari pipi nya. Varo yang melihat itu langsung duduk di sebelah istri nya dan merangkul bahu nya.


"Sayang kenapa kau menangis?" ujar Varo menatap bingung istri nya.


"Mas kalo Rere udah ga cantik, terus gendut begini, mas masih sayang ga sama Rere, atau mas nanti malah cari istri baru dan-"

__ADS_1


__ADS_2