Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 58-HARAPAN


__ADS_3

2 tahun lebih telah berlalu


Semenjak pernikahan Axel dan Clara, mansion Arnolda selalu di suguhi berbagai kejutan dan tawa, dan setiap hari perasaan Clara semakin gelisah ketika Dia tidak mendapati masih belum ada malaikat kecil di perut nya, Axel sebagai seorang suami tidak mempermasalah kan itu terlebih itu rezeki yang maha pencipta, tetapi Clara sebagai seorang istri tentu mendambakan rasa nya mengandung dan melahirkan seorang anak. Gadis itu hanya bermenung menatap kolam renang mansion dengan datar, hingga seorang pria memeluk pinggang kecil nya dari belakang.


"Sayang, apa kau masih memikirkan hal itu?"tanya Axel kepada istri nya secara hati-hati agar tidak menyingung perasaan orang tercinta nya itu.


"Aku hanya takut kau kecewa dan meninggalkan ku Honey,"ucap Clara lirih masih menatap ke depan dengan lamunan nya.


"Selalu saja kau berpikiran negatif seperti itu, Aku mencintai mu bagaimana pun keadaan mu, tidak akan pernah ada siapa pun yang bisa mengantikan diri mu di sisiku,"ujar Axel mempertegas itu semua agar istri nya tidak terus menerus melamun.


"Terimakasih,"ucap Clara mengecup bibir pria itu sekilas.


"Baiklah sayang Aku pergi ke kantor dulu,"ujar Axel pamit mengecup kening istri nya lalu pamit pergi.


Clara membuka ponsel nya dan menatap foto-foto anak kecil yang di kirim Rere, siapa lagi kalo bukan anak dari sahabat nya itu, anak kembar empat itu terlihat sangat lucu di saat umur mereka sudah menginjak 3 tahun hari ini, keempat putra dan putri kembar Rere, sungguh membuat Clara semakin memendam rasa sedih nya.


"Akh Aku akan mengantarkan Alisa ke hari pertama nya ke sekolah dasar,"ucap Clara yang tersadar kepada putri cantik nya yang sudah pintar memakai seragam sendiri sekarang.


Ya, benar seperti nya Clara berpikir untuk mengikuti kata suami nya agar tidak terlalu memikirkan hal-hal aneh di otak nya, Dia harus fokus kepada putri semata wayang nya saat ini, acara penyambutan di hari pertama Alisa masuk sekolah.


"Mommy, Alisa yakin Mommy melamun lagi,"ucap gadis itu membenarkan dasi nya.


"Sayang maafkan Mommy yah,"ucap Clara mengecup kening Alisa yang sudah tumbuh berumur 7 tahun itu.


"Alisa tidak marah, Alisa selalu sayang Mommy, cinta Alisa dan Daddy sebesar dan seluas alam semesta,"ucap gadis itu yang semakin hari pintar membuat Mommy nya tersenyum.


"Kalian berdua memang paling bisa membuat Mommy tersenyum lagi,"ucap Clara mencubit hidung mancung anak nya.

__ADS_1


"Oiya dong, anak Axel Arnolda dan Clara Arnolda,"ucap gadis itu berbangga diri.


"Yasudah, ayo berangkat atau Kau akan terlambat,"ucap Clara mengajak anak nya turun ke bawah.


"Siap captain,"tutur Clara mengikuti langkah Mommy nya itu.


Clara yang sudah berumur 21 tahun semakin terlihat cantik dan dewasa sekian bertambah umur nya itu, kadang teman-teman Alisa masih bertanya apakah gadis itu memang benar Mommy nya atau kakak nya. Mobil mereka berjalan sampai di sekolah dasar internasional tempat orang-orang elit berada, Clara turun dan mengantar putri nya hingga depan gerbang sekolah seperti orang tua lain.


"Ini bunga yang Mommy rangkai sendiri, cepat lah pulang nanti si kembar menunggu di mansion,"ucap Clara kepada gadis kecil nya.


"Aish, mereka selalu mengoda ku Mommy terutama Lukas itu, dari mana Dia belajar mengoda seorang gadis umur nya yang masih tiga tahun sangat bermulut seperti seorang playboy dini,"ucap Alisa menghela nafas.


"Anggap mereka adik mu sayang, jangan mengeluh,"ucap Clara mengecup pipi Alisa.


Gadis itu membalas kecupan selamat tinggal itu, dan melambaikan tangan nya kepada Clara yang kian hilang dari pandangan nya.


"Aku sangat ingin makan bakso, tapi masih pagi, aneh sekali makan bakso di pagi hari,"gumam Clara kepada diri nya sendiri.


"Pak Entis mampir ke SMA garuda dulu yang tempat warung bakso biasa yah,"ucap Nyonya Arnolda itu masuk ke dalam mobil.


"Baik Nyonya,"ucap Pak Entis kepada Nyonya nya itu.


Mobil mewah itu membelah jalanan ibu kota menuju warung bakso bersama Pak Entis, Clara melirik warung bakso itu yang masih siap-siap buka, Clara menghela nafas nya tetapi keinginan besar nya tidak dapat terhalang ingin memakan bakso laganan nya itu, Clara turun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam warung yang alat-alat nya belum tersusun itu.


"Mang Ucup, bakso nya udah ada belum?"tanya Clara kepada pria paruh bayu itu.


"Eh Neng Clara Arnolda pagi banget Neng makan bakso nya, udah ada sih Neng tapi warung nya belum rapi ini,"ucap Mang Ucup sungkan kepada pelangan tetap nya itu.

__ADS_1


"Aduh Mang jangan begitu Clara masih gadis yang Mang Ucup lihat dulu, gapapa Mang, lagi kepengen bakso nih Mang,"ucap Clara kepada Mang ucup.


"Oke Neng Clara soal nya saya agak tidak enak saja sama Nyonya besar. Udah kayak ngidam aja Neng, apa lagi ngidam beneran ini?"tanya Mang Ucup berbasa basi.


Deg..


Clara yang mendengar perkataan Mang Ucup itu seketika darah nya berdesir, entah kenapa perasaan nya sedikit senang, tetapi harapan cuman harapan, semua itu Clara tepis karena Dia tidak mau terlalu senang membuat diri nya sendiri kecewa.


"Ga Mang, cuman lagi ke pengen aja nih,"ucap Clara menepis itu semua.


"Yaudah Neng bentar yah, disiapin dulu,"ujar Mang Ucup kepada Clara.


Clara menyelesaikan kemauan nya dengan balik siang hari setelah selesai makan bakso itu, perkataan Mang Ucup sedikit menganggu di pikiran nya itu.


'Aku telat haid sih, tapi ga mau kayak bulan kemarin kalo cuman harapan mah' batin Clara yang menghapus semua pikiran itu.


Mobil Clara telah sampai di mansion Arnolda, gadis itu melirik mobil milik Nyonya William itu sudah terparkir di depan mansion nya, Clara masuk dengan wajah sumringah menatap si kembar yang sudah menunggu Tante Clara mereka itu.


"Tante Clara,"teriak Lukas kepada Clara yang baru datang.


"Lukas, kau selalu yang paling bersemangat,"ucap Clara mengigit pipi gembul pria tampan itu.


"Cla, dari kapan balik,"ucap Rere yang duduk bersama si kembar lain nya di karpet di bawah ruang keluarga.


"Barusan Re, sorry telat mampir dulu tadi makan bakso Mang Ucup,"ucap Clara tertawa canggung.


"Pagi gini makan bakso Mang Ucup?"tanya Rere menatap sahabat nya itu dengan bingung.

__ADS_1


"Emang kenapa, gatau sih Aku lagi pengen banget Re,"ucap Clara curhat kepada sahabat nya itu.


"Cla mungkin kamu ngidam?"


__ADS_2