
Drap.. drap...
Langkah kaki Lenka dengan cepat menuruni tangga sambil sesekali melihat jam tangan mewah nya dengan kaget, Dia melirik Mommy dan Daddy nya yang masih di meja makan.
"Sayang sarapan dulu,"ucap Rere kepada putri bungsu nya yang tampak cantik dengan seragam abu-abu dengan rok selutut.
Lenka melahap roti di atas meja dengan cepat dan meminum susu nya sekali tegukan membuat Rere mengelengkan kepala.
"Mommy Luis mana, masa tinggalin Lenka,"rengek gadis itu menghentakan kaki nya kesal tidak mendapati kakak kembar nya yang lain.
"Di di luar,"ucap Rere membereskan piring.
Dengan gerakan cepat Lenka mnecium pipi Rere dan Varo lalu pamit dengan langkah seribu dan terburu-buru membuat diri nya ingat akan masa sekolah nya yang dulu juga nakal dan bahkan berani memanjat pagar demi menghindari pelajaran.
"Luissss,"teriak Lenka melihat mobil Luis yang masih terparkir rapi di depan mansion dengan senyum senang Lenka masuk di kursi belakang bersama Leon yang fokus dengan ponsel nya.
Brak..
Gadis kecil itu menutup pintu mobil nya, dan menatap Luis yang hanya bisa menghela nafas menanggapi cengegesan san adik tersayang.
"Kau selalu membuat kami terlambat Lenka,"ucap Lukas kepada sang adik yang duduk di samping nya.
"Maafkan Aku, lain kali tidak lagi,"ucap Lenka memasang wajah manis nya berusaha membujuk sang kakak kembar.
Mobil yang di pakai Luis akhirnya Dia jalankan, sebenarnya Varo dan Rere belum mengizinkan mereka memakai mobil, tapi karena usaha dan bujukan akhirnya di perboleh kan dan hanya Luis yang bisa mengendarai mobil dan yang lain hanya akan duduk menumpang seperti sekarang ini Leon yang duduk di samping Luis sambil memegang buku yang Dia baca.
"Lenka Aku ingatkan kau harus bisa bangun pagi, jika terus seperti ini, kami akan ikut kuliah di tempat mu kuliah,"ucap Luis menekan kata kata nya.
Seketika tubuh Lenka menegang mana mungkin itu terjadi Dia pasti sangat terkekang karena ulah saudara kembar nya yang ingin kuliah bersama nya juga, saat ini saja Luis, Leon, Lukas masuk sekolah internasional high school campuran sementara Lenka masuk sekolah khusus perempuan yang itu memang keputusan nya sendiri, tetapi Dia saja masih merasa terkekang.
__ADS_1
"Mmm Luis baiklah Lenka akan coba,"ucap gadis itu berusaha meyakinkan Luis.
Leon mendengar suara adiknya yang tampak sedih itu menatap ke belakang.
"Lenka, kami megatakan itu karena kami sayang dengan mu, keluarga kita bukan keluarga sembarangan, musuh bisnis Daddy berada di seluruh penjuru dunia, kami hanya mengkhawatirkan mu,"ucap Leon mengusap surai hitam Lenka sambil berusaha memberikan senyum kecil nya.
"Leon benar, keluarga kita tetap aman ini karena kerja keras di balik layar Om Samuel, jangan lupakan cerita Daddy tentang apa yang pernah terjadi pada Mommy,"ucap Lukas yang ikut menimpali.
Raut wajah Lenka berubah sendu tentu Dia mengigat kejadian demi kejadian yang di ceritakan Daddy nya untuk menjadi contoh bagi mereka agar tetap waspada dengan apa yang mereka miliki sekarang.
'Om Samuel Aku sampai lupa wajah nya seperti apa,' gumam Lenka.
Semenjak Lenka kecil memang acara pertemuan keluarga Arnolda, William, dan Alferoz makin hari semakin jarang, jika ada pun perkumpulan itu akan di akan di mansion William sehingga Lenka tidak pernah ketemu lagi dengan Samuel di Italia.
Mobil Luis berhenti di gerbang sekolah Lenka yang pagar nya masih terbuka tapi bel menunjukan sudah waktu masuk.
"Sekarang cuman ada rapat buat acara sekolah, semua orang akan bebas datang kesini termasuk pria, eitss jangan mimpi untuk mencari barang mainan mu di sekolah ku,"ucap Lenka mengambil tas nya dan bersiap keluar mobil.
Belum selesai Lukas berbicara adik nya itu sudah tahu apa yang ada di otak buaya nya membuat Lukas mendengus kesal mendengar jawaban Lenka.
"Luis, Leon, Lukas bye bye Aku pergi dulu,"ucap Lenka dengan senyum manis nya melambaikan tangan.
Mereka juga membalas dengan senyum manis kepada sang adik, mobil di jalankan sampai lah mereka di sekolah raut wajah si kembar tadi yang tersenyum kepada adik nya sekarang berubah menjadi raut wajah datar dan dingin membuat semua orang hanya kagum.
Para wanita tentu tidak mempermsalahkan itu terutama pria yang mereka lihat saat ini adalah tiga kembar yang tampan, membuat mereka takjub bodo amad dengan raut wajah tajam daj mengitimidasi.
Brak...
"Lukas kau jangan membuat keributan dengan bertengkar, karena Aku tidak akan menyelesaikan masalah mu lagi, jangan membuat Mommy dan Daddy datang ke sekolah karena tingkah buruk mu,"ucap Luis dengan kata panjang dan lebar nya kepada Lukas yang memang di juluki berandalan tapi otak cerdas tetap sama dengan Luis dan Leon.
__ADS_1
Lukas mendengus kesal mendengar titah Luis, pria itu dan Leon biasanya ke orang lain akan berbicara singkat tapi kalau kepada keuarga nya Dia tidak segan berbicara panjang lebar untuk memberikan pelajaran.
"Kau ini kurang menikmati masa-masa sekolah, Aku pergi,"ucap Lukas melengangkan kaki nya terlebih dahulu meninggalkan Lukas dan Leon.
Dengan langkah santai nya Lukas masuk dengan tatapan para wanita yang mengkagumi nya, belum selesai Lukas sampai masuk ke kelas nya seorang gadis menarik tangan nya ke tempat sepi.
"Ck, ada apa,"ketus Lukas kepada wanita itu.
Plak...
Sebuah tamparan membuat Lukas tersenyum miring dan menatap tajam gadis di depan nya, gadis itu menangis menatap Lukas yang malah tidak meringis sama sekali.
"Kau bohong, kau bilang akan berhenti memperbanyak pacar dan hanya mencintai ku, tapi apa kemarin kau club itu lagi kan dan bermain dengan peliharaan kotor mu!"teriak wanita itu kepada Lukas.
"Hei sabar, Aku tidak melakukan apa pun, dan untuk diri mu, kita putus, Aku sudah bosan,"ucap Lukas dengan tatapan kesal nya kepada sang gadis yang sudah merusak mood nya di pagi hari.
Gadis yang dapat diketahui mantan pacar Lukas itu menatap kesal Lukas dan melempar minuman cup yang sudah Dia tahan tadi dengan kesal.
Byur..
Air membasahi seragam putih Lukas dengan kesal, pria itu menaha emosi nya lalu melepaskan semua kancing baju nya memperlihatkan otot nya sudah terbentuk di bangku SMA ini.
"Jaga tindakan mu, jangan sampai bermain main dengan ku, atau kau tahu akibat nya,"ucap Lukas pergi dari sana.
Semua siswi yang menatap Lukas seketika berteriak histeris dan sampai-sampai ada yang mimisan melihat Lukas yang tebar senyum dengan seragam yang di lepas karena basah.
Gyut...
"Lukas kenapa seperti ini, di sini bukan ajang model musim panas mu!"
__ADS_1