Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Setelah kegiatan panjang mereka, kedua pasutri itu turun menuju ruang makan VVIP pemilik hotel itu, siapa lagi kalau bukan keluarga Alferoz, mereka saling berbincang kecil menuju meja makan.


"Apa kalian turun untuk makan siang?"sindir Reno kepada pasangan baru itu.


Michele dan Alice hanya diam menanggapi perkataan Reno, Michele mendorong kursi untuk tempat duduk istri nya itu, mereka mulai sarapan dan sesekali Alessia bertanya.


"Hayo kalian kenapa baru turun siang, ga baik loh lewatin waktu makan,"tutur Alessia menyindir pasangan itu padahal diri nya sudah tahu alasan yang membuat pasutri itu lama.


"Jangan dibiasain bangun siang,"ujar Reno ketus kepada Michele.


Alice yang sedang mengunyah makanan nya itu, hanya mengangguk lalu berkata.


"Hmm gimana yah, kalian pasti tahu istri itu bukan hanya hebat di ranjang, Aku hebat di ranjang Kak Michele berkata seperti itu, and tidak hanya hebat di ranjang tapi di sofa, kamar mandi dan mungkin besok bisa jadi kami mencoba nya di dapur, benarkan sayang?"ujar Alice melirik suami nya dengan gerakan alis naik turun bertanya.


Pria itu yang sedang menyendok makanan nya ke dalam mulut seketika tersedak dengan penuturun Alice.


Ohok.. ohok..


"Sayang kau baik-baik saja,"tanya Alice dengan khawatir memberikan gelas air putih kepada suami nya itu.


Sedangkan semua orang yang mendengar itu seketika hanya diam, begitu pun Dante dan Reno yang menatap Michele tajam, sedangkan Alessia hanya tertawa.


"Al jangan berkata sepolos itu di depan kami, suami mu bisa malu,"ujar Alessia mengatakan itu kepada putri nya.


"Ohok.. Tunggu tidak,"ujar Michele gelagapan bingung ingin berkata apa untuk menimpali pernyataan Alice yang sangat vulgar.


"Kenapa Kak? Aku wanita hebat bukan, harus menuruti itu semua,"ujar Alice dengan bingung.


Lagi-lagi pernyataan Alice membuat sorot mata pria Alferoz itu menatap diri nya tajam, Michele hanya diam dan bingung.


"Perlakuan putri kami sebaik mungkin Michele Antara,"ujar Dante menekan nama pria itu.

__ADS_1


"Ba baik Dad,"ujar Michele tersenyum kaku dan melanjutkan makanan nya.


Akhirnya makan siang pun berakhir, saat ini di posisi ini lah Alessia menangis tersedu-sedu harus pisah rumah dengan anak tercinta nya, putri yang sudah Dia jaga dari kecil.


"Hiks hiks, El apa kalian tidak bisa tinggal di mansion saja?"tanya Alessia dengan raut sedih.


Bukan nya Michele yang menjawab tapi Alice yang lebih dulu menjawab, karena Alice tahu suami nya itu butuh privasi dan hanya ingin tinggal berdua.


"Mom, Aku hanya tinggal beberapa km dari mu, jangan menangis seperti itu, lagi pula Kak Anggun juga akan melahirkan pasti mansion akan ramai dengan baby twins, astaga Aku jadi sedih mengingat berpisah dengan kak Anggun,"ujar gadis itu beralih dan memeluk Anggun.


"Kau ini, sudah Mom lagi pula kan di mansion ada Anggun, apa Mom tidak suka?"tanya Anggun dengan wajah ngambek nya yang bercanda.


Seketika itu Alessia langsung mendekat kepada kedua putri nya itu, lalu memeluk mereka bersamaan.


"Mau Anggun atau pun Alice kalian berdua sama-sama kesayangan Mommy,"ujar Alessia yang menyangkal perkataan Anggun.


Michele yang melihat perpisahan dramatis itu mendapat tatapan dari Alessia dan mendapat uluran tangan dari wanita itu agar juga memeluk mereka bertiga, Michele dengan senang hati ingin ikut berpelukan tapi.


Grep..


"Jangan sampai kau menyentuh seujung rambut pun istri ku,"ujar Reno kepada Michele.


Pria itu hanya bingung, dari awal emang niat nya tidak ada untuk memeluk Anggun sendiri, Dia hanya menerima uluran Alessia, Reno lebih dulu memeluk para wanita itu.


"Nah sekarang kau peluk Aku saja,"ujar Reno mengejek pria itu.


Tentu Michele lebih baik diam dan hanya berdiri, perpisahan itu di selesaikan dengan air mata lalu mereka pulang di tempat yang terpisah menuju tempat tinggal masing-masing, Michele dan Alice pergi ke apartemen mereka ke tempat sementara itu mereka tinggali.


Gadis itu memasuki apartemen Michele yang memang ruangan nya dominan warna abu-abu dan wangi Michele yang sangat kental di sana.


"Aku merasakan kau di setiap sudut ruangan ini,"ujar Alice berbalik badan tersenyum.

__ADS_1


Pria itu membalas senyuman nya dan menutup pintu lalu menghampiri Alice dengan cara mendekati wanita itu, pria itu menahan pinggang Alice untuk memeluk nya erat.


"Kenapa kau memeluk ku sangat erat?"tanya Alice dengan heran melepaskan tangan Michele.


"Karena Aku mencintai mu,"hanya jawaban sederhana yang mampu membuat Alice tersenyum senang.


Malam ini mereka menikmati hari kedua mereka menjadi pasangan di balkon apartemen, dengan menikmati bintang, Alice bersender pada dada bidang Michele mereka sedang duduk di temanin hawa malam yang dingin.


"Apa kau tahu? Menikah bukan lah suatu hal yang buruk, duduk di sini bersama mu adalah anugerah terindah yang kumiliki,"ujar Michele mengatakan itu.


"Kenapa suami ku sangat puitis setelah menikah,"ujar Alice tertawa kecil mengejek pria itu.


Entahlah pria itu juga tidak tahu kenapa mulut nya sangat pintar bermanis manis di depan wanita nya itu, yang Michele tahu membuat Alice tersenyum adalah hal dan pendiri yang harus Dia tahan.


Angin malam yang menerpa mereka membuat bulu bulu berdiri, hawa dingin menyentuh pipi halus Alice, begitu pun Michele yang mencari kehangatan dengan memasukan tangan nya ke dalam baju kaus oversize istri nya itu.


"Tangan mu,"ujar Alice melirik tangan Michele yang sudah nakal dan meremas gunung kembar nya.


Michele hanya tertawa, aksi nya tidak berhenti dan tetap menjilati telinga gadis itu dan mulai mencium bibir tipis Alice yang sekarang menjadi candu nya.


"Aku bertanya, badan mu kecil kenapa bentuk dada mu sangat lumayan,"ujar Michele mengangkat kaus itu dan menampilkan milik Alice yang mengantung di sebalik bra hitam nya.


"Karena produk Alferoz tidak pernah gagal, dan jangan melihat nya dengan tatapan mesum mu, itu membuat ku menjadi seperti wanita aneh,"ujar Alice kembali menutup kaus nya.


Tapi Michele menahan nya dan melepaskan bra itu, dan malah mengigit pelan put1ng Alice dengan gemas membuat gadis itu mendesah di suasana malam yang sepi, Michele menyeringai Dia mulai menyusu, membuat Alice mengusap rambut pria itu.


Plup..


Suara put1ng yang di lepaskan dari mulut Michele itu serta pria itu mengusap bibir nya dengan jari nya menambah kesan seringai nya yang sexy di mata Alice, pria itu kembali merapikan kaus Alice dan memeluk gadis itu posesif.


"Sayang kisah kita baru di mulai, tapi satu hal yang pasti, seperti apa pun kondisi ku di masa depan Aku akan tetap mencintai mu, karena kau satu satu nya di hidup ku,"

__ADS_1


......................


Sebenarnya cerita Michele dan Alice cuman sampai sini, tapi kalian serius mau di lanjutin ini episode nya udah 300 an woi, novel lain mana ada banyak episode, takut nya nanti kalian bosen🤣🤣


__ADS_2