Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 4-MENIKAH ATAU TIDAK?


__ADS_3

Anggun yang mendegar pertanyaan Reno yang tadi nya muka nya malu, sekarang mata nya terbelalak kaget, apakah pantas seorang calon suami menanyakan hal yang menyakit kan seperti itu, Anggun tidak habis pikir dengan pria itu.


"Jangan marah dahulu, ya kau itu bukan seperti istri Tuan Varo atau istri Axel, mereka itu kalo Saya lihat yah tidak pernah main keluar dengan pria lain, sifat mereka juga masih belum tahu dengan dunia luar hal buruk seperti itu, Saya han--,"perkataan Reno seketika terpotong karena Anggun melayangkan sebuah tamparan kepada nya.


Plak..


Reno seketika terdiam, pria itu menatap bingung kepada Anggun yang menatap nya dengan tatapan kesal, tangan Anggun bergetar sehabis menampar pria yang ada di depan nya itu.


"Lu sekali nya ngomong kasar yah an*jing, Gua lebih suka Lu yang ga banyak omong, Gua dari tadi udah sopan yah ngomong sama Lu, Aku kamu naj*is banget Gua sebenar nya, tapi Gua ngehargain Lu!!"


"DENGAN SEENAKNYA LU TANYA GUA PERAWAN APA GA? OTAK LU DI MANA HAH?! DI KERONGKONGAN, EMANG GUA SUKA MAIN SAMA COWO LAIN, KE CLUB MALAM, PARTY SANA SINI, TAPI INGET GUA MASIH PUNYA BATASAN, PAKAI OTAK LU BA*NGSAT,"


"JANGAN BANDINGIN GUA SAMA ORANG LAIN, HARUS NYA LU NIKAH SAMA ORANG YANG EMANG SIFAT NYA SOPAN, KAYAK RERE? CLARA? GUA BEDA, BEDA ORANG BEDA SIFAT, GUA GA MINTA LU NIKAHIN GUA, SEKLI LAGI LU NGOMONG GITU, GUA CEKIK LU SAMPAI MATI!!"


Ucap Anggun mendorong tubuh Reno yang menghimpit nya dengan kasar, gadis itu berurai air mata, Reno hanya bingung apakah pertanyaan salah.


'Apa yang Aku tanya salah? Aku menanyakan apa yang ingin Aku tahu,' batin Reno heran.


Dasar udah sifat nya dingin,ga pekaan lagi, Reno tolong jangan emosi anak orang yah.


Grep..


Reno menahan tangan Anggun yang ingin pergi itu, Anggun yang di tahan itu dengan kesal menatap pria nya.


"Lepasin Gua,"ucap Anggun memberontak.


"Mereka akan menanyakan aneh-aneh nanti,"ucap Reno mendekat kepada Anggun.


Pria itu mengeluarkan sapu tangan nya lalu menghapus bulir air mata yang berjatuhan di pipi gadis itu, Anggun hanya diam atas perlakuan Reno yang tiba-tiba bermulut kasar dan lembut secara bersamaan. Reno melepaskan kemeja nya, dan memberikan jas itu untuk menutupi tubuh Anggun dengan kuat.


"Sakit, pelan-pelan, ga ada lembut-lembut nya,"ketus Anggun kepada Reno yang memasang kan dua kancing jas itu.


Reno hanya tersenyum miring menatap tingkah gadis itu dan berlalu pergi setelah selesai memakai kan jas nya.

__ADS_1


Krek...


Pintu ruangan itu terbuka, Reno masuk terlebih dahulu dan di susul Anggun yang ada di belakang nya.


"Sayang kenapa kau memakai jas Reno, kenapa dengan gaun mu?"ucap Alessia yang bingung itu.


"Mungkin saja mereka bercinta di dalam toilet dan Reno tidak sengaja merobek nya,"ucap Samuel dengan vulgar nya.


Gyut..


Sebuah cubitan melayang dari seorang gadis cantik yang duduk di samping Samuel itu.


"Sam, kau kalo ngomong tidak kenal tempat,"ucap Alice yang tidak habis pikir dengan jalan otak sepupu nya.


"Kak Alice, tangan mu seperti pria kau menyiksa ku,"ucap Samuel mengusap cubitan itu.


"Apa kau bilang?"ujar Alice yang bersiap untuk memukul pria itu.


"Sudah kalian berdua ini, malu dengan calon keluarga baru kita,"ucap Dante kepada keponakan dan anak nya itu.


"Maaf Dad,"ucap Samuel dan Alice serentak.


Alessia kembali mengalih kan perhatian nya kepada Anggun dan Reno yang terlihat sangat canggung seperti itu.


'Kenapa dengan mereka' batin Alessia menatap putra dan calon menantu nya itu.


"Tadi gaun Anggun kena tumpahan wine oleh pelayan Tante,"ucap Anggun kepada calon ibu mertua nya yang terlihat bingung itu.


"Oh seperti itu, Tante kira kenapa,"ucap Alessia yang hanya mengiyakan perkataan Anggun.


Mereka pun melanjutkan obralan sederhana, dan ternyata tanggal pernikahan mereka juga sudah di tetap kan beberapa hari lagi, Anggun yang mendegar itu hanya bisa menahan kesal.


'Enak saja setelah Dia mengheni ku, Dia mau menikahi ku, sorry bos Anggun Edward is another level,' batin Anggun melirik Reno yang hanya diam.

__ADS_1


Keluarga Anggun permisi pulang terlebih dahulu, begitu pun dengan Alice dan Samuel yang di suruh balik terlebih dahulu, karena Reno ingin berbicara pribadi dengan orang tua nya.


"Ada apa kau mengajak ku berbicara,"ucap Dante dingin kepada putra nya itu.


"Batalkan pernikahan ini,"ucap Reno dengan datar.


Brak..


Dante mengebrak meja itu dengan kasar, kenapa putra nya itu belum mengerti juga keinginan diri nya yang sudah ingin melihat diri nya menikah.


"Sayang, tolong mengerti Daddy mu, penyakit yang Dia derita membuat Dia lama kelamaan akan susah berjalan dan hanya berbaring, apa kau tega melakukan hal seperti ini, kau itu sudah dewasa, sangat matang untuk menikah, Alferoz memubutuh kan penerus,"ucap Alessia kepada putra nya itu dengan lembut.


"Aku tidak ingin menikah dengan gadis kecil,"ucap Reno dengan pelan.


"Apa maksudmu, kita sudah membuat perjanjian sebelumnya, jangan membatah perkataan Daddy Reno, kau juga harus nya paham kau juga akan menjadi seorang ayah, apa kau ingin selama nya melajang hingga hari tua!!!"ucap Dante dengan suara meninggi nya.


"Reno, dengan Mommy, Anggun adalah gadis baik, sebelum nya kau juga tidak menolak, tidak ada lagi penolakan, pernikahan ini tetap akan di laksanakan bagaimana pun alasan mu,"ucap Alessia kepada putra nya itu.


"Kalau kau pria buktikan kata-kata mu,"ucap Dante pergi dari ruangan itu bersama istri nya.


Sementara itu Reno hanya menatap kesal, Dia bukan nya gay, Dia masih normal tapi jatuh cinta adalah hal yang paling sulit untuk Reno lakukan.


"Ini sangat jauh dari perkiraan,"gumam Reno pergi dari ruangan itu.


Pria itu kini melangkah kan kaki nya, menuju ke sebuah cafe, pria itu mengotak atik ponsel nya dan mengirim seseorang pesan.


Tring..


Ponsel Anggun berbunyi, gadis itu yang ingin di jalan pulang, melirik pesan dari nomor tidak di kenal itu kepada nya.


"Apa sebaiknya kita membicarakan tentang pernikahan ini? Jika iya Aku akan menunggu mu di kafe A"


"Apakah ini dari Reno si kulkas berjalan itu?"tanya Anggun bingung.

__ADS_1


Gadis itu membelokan kembali laju mobil nya dan menuju kafe tempat pertemuan itu.


'Tidak semudah itu ferguso, Aku akan menolak mu secara kasar,'


__ADS_2