Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Revian dan tiga orang teman pria nya itu baru sampai di apartemen Michele, Revian memakai motor Alice dan ketiga yang lain nya memakai mobil, mereka memarkirkan mobil nya bersamaan saat Michele datang dan turun dari mobil.


Pria itu yang ingin menghampiri Michele seketika mengerutkan kening nya saat melihat Michele mengendus jaket yang Dia pegang, pria itu menatap Michele aneh dan menepuk bahu Michele dari belakang.


Tap..


"Apa yang kau lakukan mencium jaket mu? Seperti seorang maniak saja,"ujar Revian kepada Michele.


Seketika pria itu menegang dan gugup, Dia juga merasa aneh sendiri dan kembali memegang jaket nya normal, pria itu berbalik dan menatap Revian yang menatap nya aneh.


"Ti ti tidak ada apa-apa Aku pikir jaket ku bau,"ujar Michele menyangkal itu semua kepada Revian.


"Benarkah?"tanya Revian penuh selidik pada pria itu.


"Ck, benar kau banyak bertanya dasar aneh,"kesal Michele berjalan menuju pintu masuk lobi apartemen.


Tiga pria lain nya teman Michele yang baru turun mobil itu menghampiri Revian yang masih berdiri terdiam menepuk bahu pria itu.


"Ngapain Lu Rev,"ujar teman Revian menepuk bahu nya.


"Gatau dah, gila itu anak,"ujar Revian mengeleng kan kepala nya dan berjalan menuju apartemen Michele.


Michele merasa sangat malu saat tahu di pergok Revian saat Dia sedang mencium jaket nya sendiri, pria itu mengusap wajah nya kasar merasa gila sendiri.


"Bisa-bisa nya Aku seperti itu,"ujar Michele malu kepada diri nya sendiri.


Tin..


Lift apartemen terbuka, Michele melangkah kan kaki nya dan membuka pintu apartemen nya, sebelum Dia masuk Dia melirik pintu apartemen Alice yang terlihat tertutup rapat itu, derap langkah kaki teman Michele memasuki apartemen pria itu.

__ADS_1


"Ada apa bro, ayo kemasi barang mu, kita akan sampai besok kan,"ujar Revian menepuk bahu pria itu.


"Hmm,"ujar Michele masuk ke apartemen nya.


Mereka memang berencana akan mengadakan trip besok, tapi dengan jadwal keberangkatan sore ini, agar saat mereka sampai mereka bisa menikmati perjalanan mereka langsung tanpa menunda.


Di dalam apartemen terlihat Michele sedang mengemasi barang-barang nya itu dan memasuki nya ke dalam koper, sedangkan teman nya bukan nya malah membantu tapi malah cuman membuat apartemen nya itu bertambah kotor karena mereka kulit kacang yang mereka makan dan lemparkan sambil bercanda.


"Kalian harusnya langsung tunggu di apartemen Revian saja, kenapa harus ke sini kalau hanya mengotori ruangan ku,"ujar Michele menatap teman-teman nya tajam.


"Lah kenapa Lu El, galau gara-gara Alice ga ikut, kan yang ga bolehin Lu sendiri,"ujar Vendi teman lain Michele tertawa kecil mnegejek.


"Bukan itu! Kalian tahu Aku tidak suka tempat kotor, itu mendatang kan penyakit,"ujar Michele melihat kamar nya itu.


"Memang anak dokter berbeda,"ujar Revian masih asik mengunyah kacang nya itu.


Walaupun Michele menjadi dokter atas keterpaksaan tapi aturan yang di tetap kan orang tua nya yang seorang dokter sudah mendarah daging bagi Michele, tapi cuman satu hal yang tidak bisa Dia lepaskan untuk nya walaupun Dia tahu itu bisa menganggu kesehatan nya yaitu alkohol.


Saat mereka tengah asik mengobrol, mereka melirik pintu masuk yang terdengar berisik itu, lalu suara langkah kaki menuju kamar Michele.


"Wah Aku sudah siap, apa kita akan pergi sekarang?"tanya Alice kepada semua pria yang ada di ruangan sana menatap mereka satu persatu.


Seketika Michele yang melihat itu melirik dari atas sampai ke bawah pakaian casual nya itu, celana pendek, dan kaus lengan pendek serta kacamata hitam dan topi yang bertenger di kepala nya membuat Michele mengerutkan kening nya.


"Kau mau kemana?"tanya Michele dengan heran.


"Tentu Aku ikut dengan kalian trip, jangan melewatkan hal menyenangkan tanpa Aku, tadi Aku sudah bilang Mommy kok,"ujar Alice melepaskan kacamata nya dan meletakan nya di bagian baju nya itu.


"Hah kapan?"tanya Michele dengan heran.

__ADS_1


"Tadi di saat Aku di mansion, Aku menelpon Mommy, Aku juga mempertaruh kan nama mu sebagai jaminan dan serta pekerjaan mu di Alferoz,"ujar Alice dengan santai nya.


Jedar..


Seketika pernyataan Alice membuat Michele melongo, bisa-bisa nya gadis itu yang ingin ikut tapi malah mempertaruh kan nama nya dan pekerjaan nya bukan nama nya sendiri.


"Bisa-bisa nya kau melakukan itu astaga, dasar cebol!"teriak Michele menatap kesal dan mengusap rambut nya menahan kesal kepada gadis kecil yang berdiri di pintu masuk kamar nya dengan membawa satu koper bewarna lilac itu.


Revian menghampiri Alice dan meletekan tangan nya di bahu Alice, seolah memeluk gadis itu bagian bahu nya, lalu berkata.


"Sudahlah El, yang penting pacar mu ikut kan, apa kau mau tidur sendirian tanpa ada yang memeluk mu?"tanya Revian kepada pria itu.


Michele tidak mengubris pertanyaan Revian, Dia hanya fokus kepada tangan Revian yang memegang bahu gadis itu, Michele menjalankan kaki nya mendekat dan menepis tangan Revian dari pundak gadis itu.


"Tangan mu jaga,"ujar Michele dengan tatapan kesal nya.


Pria itu menarik tangan Alice dan membuat gadis itu berdiri di belakang Michele dan menutup tubuh pendek nya, Revian yang menatap itu mulai tertawa, sedangkan Alice hanya memasang wajah polos nya dengan tatapan bingung.


"Pftt hahaha, lihat saja baru begitu kau sudah cemburu, Engeline saja dulu Aku begitu kan kau hanya diam,"ujar Revian tertawa melihat tingkah Michele yang agak berubah kepada gadis nya.


"Dia berbeda, jangan sama kan,"ujar Michele dengan kesal.


"Ya, ya, yasudah kami pergi dulu saja, stay kumpul di depan apartemen ku jam 5, awas kau telat, ayo,"ujar Revian pergi bersama teman nya yang lain.


"Jaga pacar mu yah El,"ujar Vendi mengoda pria itu.


Michele yang melihat kepergian mereka kembali mengemasi koper nya itu, dengan tatapan kesal nya Dia juga bingung kenapa diri nya kesal melihat Alice di sentuh orang lain.


"Kak Michele, Aku akan membantu,"ujar Alice berjongkok di samping Michele yang juga sedang berkemas.

__ADS_1


"Ck, kau itu kalau di pegang-pegang pria harus nya kau injak kaki nya, kau tepis tangan nya, atau kau siram pakai air panas sekalian, kenapa hanya diam seperti tadi?"tanya Michele menghadap menatap gadis yang juga menatap nya heran dengan wajah lucu nya yang kebingungan itu.


"Hah? Kenapa emang nya itu kan bukan peluk tadi, lagi pula yang lebih parah itu kan kakak malah cium Aku, benar bukan?"


__ADS_2