Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

"Tidak apa-apa,"ujar Michele menatap Reno dengan helaan nafas nya.


Sebelumnya saat Michele menceritakan ini Reno awal nya juga tidak percaya dan malah tertawa mendengar cerita Michele yang menurut diri nya aneh di telinga nya.


Tring.. tring..


Ponsel Reno berdering, pria itu melihat pesan yang di kirim kan seseorang kepada nya, Reno membalas pesan itu dengan singkat padat dan jelas.


"Apa Aku bisa melakukan nya sekarang?"


"Ya,"


Begitu lah kira-kira pesan singkat yang di kirim kan Reno dan si pengirim pesan, entah apa yang mereka diskusi kan tidak ada yang tahu.


Sementara itu di sisi lain Alice, Anggun dan kedua ibu-ibu itu sedang berbincang, begitu pun dengan Alice seperti nya sudah sangat akrab saja dengan Mommy Michele.


"Kayak nya lancar nih Al,"ujar Anggun menyengol lengan gadis itu menaik turun kan alis nya.


"Jangan gitu kak ipar Aku kan jadi malu,"ujar Alice menepuk bahu Anggun dengan pelan.


"Mom, kak Michele itu kalau di rumah orang nya seperti apa sih?"tanya Alice dengan penasaran dan penuh semangat.


Nyonya Antara yang mendengar pertanyaan Alice itu seketika tersenyum lalu mengatakan semua yang Dia ketahui tentang Michele kepada Alice.


"Ya seperti kebanyakan orang lain nya, Dia memiliki dua orang kakak kembar, rumah selalu ramai jika mereka sudah bertengkar dan rusuh satu sama lain, tapi dulu Michele tidak pernah melawan, tapi semenjak pergaulan nya berubah dengan Revian, Dia merubah penampilan nya dan kadang sudah bisa melawan jika rusuh dengan kakak nya,"ujar Nyonya Antara menjelaskan nya.


"Ah jadi yang di ceritakan kak Revian itu ada benar nya, tapi menurut ku Dia tidak berubah sama sekali,"ujar Alice mengatakan itu.


Saat mereka tengah asik berbicara, tiba-tiba derap langkah kaki terdengar dari luar, seorang bodyguard berlari menghampiri Reno dengan wajah panik.


"Tuan ada segerombolan orang yang datang dan menuju ke taman, seperti nya mereka menargetkan keluarga Alferoz, sebaik nya kalian cepat pergi,"ujar pria itu menjelaskan nya.


Seketika itu Reno berdecak kesal mendengar jawaban bodyguard nya, semua orang tampak panik mendengar penjelasan bodyguard itu.


"Hubby Aku takut,"ujar Anggun langsung menghampiri Reno dan memeluk suami nya itu.


"Ren, apa yang terjadi?"ujar Alessia yang juga kaget mendengar penuturan itu.

__ADS_1


"Kalian jangan panik, Aku sudah menghubungi Sam,"ujar Reno mengatakan itu dan memeluk istri nya.


Drap.. drap..


Langkah kaki orang banyak mengelilingi mereka semua, Alice tampak kaget dan mendekat kepada Michele, pria itu mengengam tangan gadis nya dengan menatap tajam semua orang yang berdatangan dengan tatapan menantang nya.


"Ada masalah apa kalian?"tanya Reno dengan wajah datar dan tajam mengitimidasi dan tetap tenang.


"Hah? Tuan Alferoz maaf, tapi masalah kami ada pada pria itu,"ujar salah satu orang berpakaian hitam menunjuk Michele yang juga menatap nya tajam.


Seketika semua pandangan tertuju kepada Michele, begitu pun dengan Alice yang kaget, gadis itu seketika ketakutan dan langsung berdiri di depan Michele seolah menghalangi pria itu mendekat.


"Mau apa kau hah? Jangan sentuh Dia, atau Aku patah kan tulang mu,"ujar Alice dengan tatapan tajam nya.


Tap.. tap..


Pria itu tidak mendengar kan nya dan terus melangkah mendekati Alice dan Michele yang berdiri, Alice berusaha menjadi penghalang dan siap memukul orang yang ada di depan nya.


"Selangkah lagi kau mendekat Aku pastikan kau akan ke akhirat,"ujar Alice dengan suara tegas nya.


Brak..


"Akh Nona tangan Saya,"ujar pria itu yang mendapat putaran pada pergelangan nya.


Alice seketika heran melihat kertas tagihan yang ada di tangan orang itu, seketika wajah heran, menatap Michele yang tersenyum lalu tertawa kecil.


"Hei jangan sakiti Dia, Aku bisa membayar lebih karna itu sayang,"bisik Michele tepat di telinga Alice.


Gadis itu seketika bulu kuduk nya berdiri mendengar Michele berkata seperti itu, sebelum nya mana pernah Michele memanggil nya sayang, Alice langsung melepaskan tangan pria itu dengan wajah bersemu merah.


"Jadi apa maksud nya ini?"tanya Alice dengan tatapan kesal kepada Michele.


"Mereka pengantar hadiah, apa kau lupa ini ulang tahun mu ke 22 astaga, kau masih sangat muda untuk ku,"ujar Michele mengatakan itu.


Alice memasang raut wajah heran, lalu mengingat tanggal, seketika raut wajah nya yang berpikir berubah menjadi kaget.


"Hah benar, tapi Aku tidak suka merayakan umur ku,"ujar Alice mengatakan itu.

__ADS_1


"Aku tahu, Reno sudah memberitahu nya, tapi kali ini beda,"ujar Michele mengatakan itu.


Semua anggota keluarga juga kaget dengan kejutan itu, yang hanya tahu di sana Michele dan Reno saja yang lain nya hanya bisa bingung tidak tahu dengan rencana Michele.


"Astaga, El kau ini membuat Mom kaget!"ujar Nyonya Antara berdiri sedikit jauh kepada anak nya.


"Maaf Mom,"ujar Michele mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Michele mengengam tangan Alice, karena mereka berdiri di dekat meja, pria itu melirik semua orang yang banyak datang lalu mengangguk.


"Nona Alice, ini kue mu,"


"Nona Alice ini buket bunga untuk mu,"


"Nona Alice ini tas untuk mu,"


Begitu lah seterus nya sampai orang terakhir datang tapi tidak memberikan hadiah nya kepada Alice, sebuah kotak kecil kepada Michele.


"Aku menyiapkan semua ini, umur mu 22 tahun kado yang Aku berikan juga 22 banyak nya sesuai umur mu, dan jika kau bersedia,"


Michele berjongkok di depan Alice membuka kotak cincin, semua orang yang ada di sana hanya menikmati drama anak muda yang ada.


"Nona Alice, mau kah menikah dengan ku? Hubungan kita belum lama tapi kau tahu, Aku sangat mencintai mu lebih dari siapa pun pria yang pernah kau temui, jika kau bersedia ke depan nya Aku akan terus menambah kado di setiap umur mu, dan menua bersama ku, dan percaya lah Aku akan menjadi yang terakhir dan tidak akan pernah berakhir,"ujar Michele mengatakan itu dengan lantang.


Dante yang sedang berdiri di samping istri nya itu berdecak kesal dan bergumam melihat adegan itu.


"Ck apa-apaan Dia, Aku belum menyutujui nya melamar anak ku, walaupun Dia sudah jujur dengan masalah nya,"kesal Dante.


Gyut..


Alessia mencubit pinggang suami nya itu dengan kesal lalu berbisik.


"Jangan ganggu momen mereka, ini sangat luar biasa,"ujar Alessia kegirangan.


Alice yang mendengar setiap ucapan Michele, dan menerima kado yang sudah Dia pegang dan beberapa ada yang di letakan di atas meja seketika terdiam lalu menjawab.


"Tidak,"

__ADS_1


__ADS_2