
"Alice Alferoz,"
Semua orang terdiam, tidak ada yang menjawab di ruangan kampus itu, hingga akhir nya sebuah lemparan spidol mengenai mahasiswi yang sedang tertidur.
Duk..
"Alice Alferoz!"teriak dosen itu kepada Alice yang terbangun.
"I i ya Saya Buk,"ujar Alice langsung berdiri dengan wajah gugup nya sehingga tatapan dan mata tertuju kepada nya.
Haha haha...
Seisi kelas pun tertawa melihat tingkah laku konyol gadis itu, ingin sekali dosen itu lebih memarahi Alice tapi bagaimana Dia takut akan berurusan dengan keluarga Alferoz.
"Alice, jangan tidur lain kali di kelas, kau harus paham dengan materi mu, agar kau bisa cepat menyelesaikan study mu,"ujar dosen itu menatap Alice yang masih berdiri.
"Tidur ga tidur saya tetap pintar kok buk,"ujar Alice menjawab dengan santai nya.
Sontak jawaban itu membuat dosen itu hanya bisa menahan amarah dan menghela nafas, tapi itu memang benar walaupun Alice sudah terkenal dengan sikap pemalas dan sering tidur di ruang kelas entah kenapa Dia selalu paham materi dan menjadi yang nomor satu di kampus saat ini.
"Anda benar, duduk,"ujar dosen itu pasrah dan melanjutkan mengambil absen.
Setelah menyelesaikan mengambil absen dosen itu pamit untuk keluar dan membubarkan kelas, seketika itu mata Alice yang tadi mengantuk jadi terang benderang dan semangat dan meregang kan tubuh nya.
"Oi ***, bisa-bisa nya Lu semalem,"ujar Jeje menghampiri Alice.
"Ck udah jangan bacot, Gua ga mau lagi ikut begituan, nyokap bokap Gua marah, Gua ga mau yah bikin Nyokap Gua kecewa lihat kelakuan Gua,"ujar Alice yang masih duduk di ruang kelas itu.
"Ah ga asik Lu, gini amat blasteran emang peraturan utama di negara nyokap lu, anti bebas bebas club ya,"ujar Jeje mengatakan itu kepada Alice.
"Ya begitu deh,"ujar Alice menjawab seadanya itu.
Drap.. drap..
Langkah kaki seorang pria tampan mendapat lirikan bagi para mahasiswi, mereka saling berbisik dan memuji pria yang berjalan menyusuri fakultas ekonomi itu dengan santai nya, sebenarnya Dia belum pernah ke fakultas ekonomi karena memang jurusan pria itu bukan di sini.
__ADS_1
"Siapa anak baru?"
"Senior bukan?"
"Ganteng banget beneran astaga,"
"Maba ga itu,"
Bisik bisik tetangga mulai terdengar, sementara itu Michele yang mendapat sapaan pun hanya bisa membalas senyum para gadis yang menatap nya, yah tentu nama nya buaya tetap harus bersikap buaya di mana pun tempat nya.
"Bisa-bisa nya Gua cari HP sampai ke dalam kampus begini, kalau beli sekali lagi bisa, masalah nya kontak Gua di sana semua,"gumam Michele berbicara sendiri yang sebenarnya juga malas harus mengambil ponsel nya seperti ini.
"Ck Gua lupa lagi nanyain kelas hari ini kemana sama Anggun,"ujar Michele berdecak kesal.
Pria itu pun berjalan mendekati para gerombolan wanita yang sedang menatap ke arah nya sambil berbisik bisik, sontak bisikan mereka semakin heboh saat mereka tahu Michele berjalan mendekati mereka.
"Kyaaa Dia kesini,"
Teriak para gadis yang sudah terpengaruh oleh tatapan buaya Michele itu, pria itu tersenyum lalu bertanya dengan sopan.
"Alice Alferoz? Maksud kakak anak pengusaha yang cantik itu? Yang primadona di kampus bukan,"ujar gadis itu bertanya detail nya.
"Apa Alice Alferoz nama mereka ada dua, kalau tidak berarti itu benar,"ujar Michele mengatakan itu.
"Ga deh kak, hari ini Alice kayak nya ada di kelas pengantar akuntasi 2 di lantai ini kok di ruangan yang dua ke sana, ruangan teknik,"ujar gadis itu menjelaskan masih menatap Michele dengan senyum senang nya.
"Oke terimakasih cantik,"ujar Michele berlalu pergi dan mengkedip kan mata nya.
Kyaa
Para gadis kembali berteriak di mana pun pria itu berada kalau ada para wanita tebar pesona adalah ciri khas yang tidak akan pernah hilang bagi nya.
"Kok cariin Alice sih?"
"Yah bisa jadi siapa nya gitu,"
__ADS_1
"Orang Alice cantik wajar yang cari cowo-cowo ganteng semua,"ujar para gadis yang tadi.
Sementara itu Michele hanya tersenyum miring mengigat perkataan para gadis tadi yang mengatakan bahwa Alice adalah primadona di kampus, tentu Dia tertawa mendengar nya.
"Bocah itu primadona, ingus nya saja dulu sering mengotori baju ku,"gumam Michele.
Langkah nya sampai di kelas yang di beritahu semua gadis tadi, Dia melihat kelas itu tidak ada dosen dan ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengobrol, mata nya tertuju pada gadis short hair yang sedang duduk dan bercanda dengan gadis yang rasa nya pernah Dia temui kemarin di club.
"Alice,"ujar Michele memanggil gadis itu.
Suara bariton pria itu terdengar sangat jelas dan membuat para gadis terkesima, sedangkan Alice yang mengenal suara itu mencari arah sumber suara yang sedang berdiri di depan pintu depan masuk ruangan.
"Ngapain lah itu Dia kesini,"ujar Jeje menatap pria itu.
"Entahlah,"ujar Alice yang menaikan bahu nya acuh tak acuh.
"Je Gua balik dulu yah, Gua baru ingat ada barang yang ketinggalan,"ujar Alice menghampiri Michele yang masih diam berdiri dengan gaya melipatkan tangan nya dan tatapan datar nya.
Alice melangkah kan kaki nya mendekat kepada Michele, yang langsung mendapat tatapan tajam dari pria itu.
"Oi cebol jalan mu lamban,"ujar Michele kesal kepada gadis itu.
Pria itu tidak tahu Dia bisa bersikap dan mengoda semua gadis, tapi tidak dengan Alice entah kenapa kalau dengan Alice Dia merasa gadis itu tetap anak kecil di mata nya secara Dia yang juga dulu bermain dengan Alice kecil, dan itu membuat pandangan nya tidak berubah, Alice yang memang pendek itu padahal sudah memakai sepatu yang memiliki hak tinggi hanya sampai sebahu pria itu.
"Ada apa yah kak?"ujar Alice pura-pura lupa.
"Kau ponsel ku mana, sudah Aku bantu kemarin malah nanya ada apa lagi,"ujar Michele melirik ke bawah karena gadis itu yang pendek.
"Membantu? Yang ada kau membuat masalah dengan membawa ku ke mansion,"ujar Alice dengan kesal kepada Michele.
"Berterimakasilah kepada ku, jika tanpa Aku kau lebih mendapatkan masalah dari pada ini, dan mungkin saja Daddy mu akan melempar mu dari Alferoz,"ujar Michele dengan kesal nya.
Alice yang kesal tidak menjawab dan melangkahkan kaki nya ke luar ruangan terlebih dahulu, Michele yang melihat itu langsung mengekor kepada cebol itu.
"Mana ponsel ku,"ujar Michele yang bertanya tapi tidak di jawab.
__ADS_1
"Di mansion, Aku tidak membawa barang haram,"