
Clara berlari dengan cepat menuju aula sekolah, Dia tidak sempat meletakan tas nya di dalam kelas dalam menuju aula tempat murid sedang berkumpul untuk menyambut kepsek baru SMA tersebut.
"Clara disini" teriak seorang gadis yaitu Rere.
Di samping Rere juga terlihat Anggun sudah berdiri di samping gadis itu, dengan sigap Clara berlari menuju teman-teman nya dengan masih memakai ransel sekolah nya itu.
"Kemana aja sih Lu Cla, lama banget" tutur Anggun sambil mengunyah permen karet yang Dia makan.
"Biasa telat, bantu-bantu Bunda dulu" ujar Clara dengan nafas yang memburu itu.
"Lah kok bisa masuk kesini, biasa nya kan pagar nya sudah di tutup sama satpam" tanya Rere dengan bingung menatap sahabat nya itu.
"Jangan-jangan Lu ngikutin jejak Rere lagi" lirik Anggun langsung menatap tidak percaya kepada Clara.
"Beneran Cla, wah bagus dong gapapa sekali kali begitu, masa SMA itu memang harus dinikmatin" tutur Rere menepuk bahu sahabat nya.
"Bukan tadi tuh--" perkataan Clara terpotong saat MC yang memandu acara mulai membuka suara.
MC itu meminta semua murid diam. Pemandu MC adalah ketua osis SMA tersebut yaitu adalah Reyhan, pria tampan sejuta umat, semua gadis tergila-gila pada nya begitu juga dengan Clara. Tetapi tidak dengan teman mereka Rere yang malah tidak suka jika membahas seorang pria.
"Rey ganteng banget" ujar Anggun menatap pria itu dengan mata berbinar.
Suara pria itu membuat semua gadis terhipnotis dan langsung diam mengamati dan mendengar apa yang Dia bicarakan.
"Baiklah kita sambut kepala sekolah baru kita, Pak Axel Arnolda" ujar Reyhan menyambut Axel naik ke atas panggung.
Seketika aula itu ricuh dengan kedatangan Axel ke atas panggung, semua siswi ramai membicarakan ketampanan pria itu.
"Astaga serius itu kepsek kita"
"Iyah ganteng banget"
"Katanya umur nya udah 30 tahun loh"
"Udah nikah dong"
"Yah"
Semua siswi heboh ketika melihat Axel yang baru naik, pria itu hanya diam karena masih mendengar keributan, Dia memilih diam sebelum kondisi kembali tenang dan baru kembali berbicara. Para siswa laki-laki yang melihat siswi perempuan sangat ribut dan heboh itu mulai kesal.
"Oi berisik"
"Apaan sih norak Lu"
__ADS_1
"Kayak ga pernah lihat yang ganteng aja nih cewe SMA kita"
"Iyah Lebay"
Para siswa laki laki meneriaki itu kepada siswi perempuan, mereka bukan nya diam tapi malah membalas perkataan itu.
"Bacot"
"Bilang aja iri"
"Lu kan buriq makanya ngomong gitu"
Ocehan demi ocehan kembali terlontar oleh siswa siswi cewe dan cowo satu sama lain, sedangkan Clara, Anggun dan Rere juga menangapi hal itu tetapi mereka tidak terlalu berisik.
"Ganteng banget calon imam" ujar Clara menatap Axel.
'Tunggu jadi yang di mobil tadi benaran kepsek baru astaga' batin Clara dengan wajah yang gugup.
"Iyah calon imam bersama" ujar Anggun yang juga menatap Axel dengan tatapan kagum.
"Ganteng sih, tapi dunia ga harus butuh pria" tutur Rere yang ikut menimpali perkataan teman nya itu.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Reyhan selaku osis mulai berusaha mendiamkan teman-teman nya tetapi tidak ada satu pun yang mendengar, Axel yang melihat itu sudah habis kesabaran lalu berkata.
Seketika mata siswa dan siswi tertuju kembali kepada Axel, semua orang diam tidak berani ada yang bicara mendengar ancaman dari Axel tersebut, melihat kondisi itu Axel memulai pidato nya dan mulai mengenalkan diri, beberapa menit dengan waktu singkat Axel sudah menyampaikan pidato nya, saat ini sesi tanya jawab kepsek.
"Baiklah, kali ini sesi tanya jawab, apa ada yang ingin bertanya?" ujar Reyhan yang memandu sesi tersebut.
Semua siswi dengan antusias menunjuk tangan tinggi-tinggi, sedangkan Clara dan teman-teman nya hanya menikmati hal itu, lalu tiba-tiba dengan iseng Anggun juga menaikan tangan Clara ikut menanya, semua orang banyak juga yang mengangkat tangan.
"Apaan sih Nggun, pegel nih" tutur Clara yang berusaha menurunkan tangan nya yang di pegang Anggun.
"Santai sih Cla, ga bakal ke pilih ciwi-ciwi yang nanya juga banyak" ujar Rere.
"Yah tapi tangan Gua sakit nih Re, anak curut nih ngeselin" tatap Clara menatap Anggun dengan jengah.
Reyhan yang melihat banyak nya orang yang bertanya itu berusaha memilih salah satu, dan Dia menunjuk ke arah Clara yang sedang berbicara dengan teman-teman nya itu.
"Oke, silahkan ajukan pertnyaan untuk baris paling belakang dari siswa kelas 12 ips C" tutur Reyhan menunjuk Clara.
"Anjir kepilih dong" tutur Anggun yang sekarang melepaskan tangan Clara.
"Woi Nggun, tanggung jawab Lu, Gua gatau mau nanya apa udin" kata Clara dengan wajah gugup nya.
__ADS_1
"Tanya aja bapak ganteng sejak lahir?" ujar Rere yang menyarankan hal itu.
"Gila sih Re" tutur Clara yang malah tidak tahu mau menanya apa.
Mic diberikan kepada Clara untuk bertanya, diberikan langsung oleh Reyhan kepada gadis itu, Axel yang sedang berdiri menatap Clara itu merasa mengenali sosok gadis yang seperti nya barusan Dia temui tersebut. Sedangkan Clara dengan gugup memegang Mic dengan tangan yang bergetar.
"Cepat Cla, gua juga mau nanya nih" teriak seorang siswi dari kelas IPA dengan heboh nya.
"Salam dulu Cla, salam" tutur Anggun menyengol bahu gadis itu.
Clara yang di desak semua orang itu, seketika otak nya kosong dan tidak bisa berpikir apa-apa, terlebih Anggun dan Rere yang menyarankan pertanyaan yang aneh dengan tanpa pikir panjang Clara mengikuti apa yang di suruh Anggun.
"Sa sa salam dari binjai" tutur Clara dengan gugup.
Perkataaan Clara itu, seketika membuat satu aula terdiam tanpa bersuara, semua orang dengan bingung menatap gadis itu, hingga akhir nya tawa pun terdengar keras menggema di dalam aula tersebut.
"Haha kocak banget itu cewe"
"Woi salam dari binjai"
"Pukulin pohon pisang Gua dong mbak"
"Salam dari tadi"
Semua orang mentertawai apa yang Clara lontarkan hal itu malah membuat Clara semakin bingung ingin bertanya apa, Dia sangat merasa malu atas apa yang Dia lontarkan. Axel yang melihat itu seketika tersenyum miring menatap ke arah gadis yang terlihat sangat gugup itu.
'Murid bod*h, apa semua murid disini seperti Dia' batin Axel yang melihatkan senyum smirk nya.
"Si Clara Gua suruh salam, bukan ngomong begitu bod*h" tutur Anggun dengan menahan tawa nya agar Clara tidak marah.
"Bagus juga Cla salam nya" sambung Rere yang menatap lucu kepada gadis itu.
Clara yang sudah mulai kesal itu memberikan mic nya dengan paksa kembali kepada Reyhan tanpa bertanya apa pun.
"Eh kan belum nanya?" ujar Reyhan dengan bingung.
"Rey plesee Gua gatau mau nanya apa, ini gara-gara Anggun, sumpah pengen Gua cekik nih bocah" tutur Clara menatap kesal Anggun.
Reyhan pun menyetujui permintaan Clara tanpa pikir panjang lalu Reyhan mulai menormalkan semua orang agar tenang, dan kembali melanjutkan sesi tanya jawab tanpa terhenti lagi dengan lancar.
.
.
__ADS_1
Halo buat yang masih bingung S2 gadis kecil itu istriku bukan cerita Varo dan Rere lagi yah, tapi cerita ini di S2 sudah masuk kawasan Clara teman dari rere, jadi cerita rere cuman sampai S1, bagi yang mau lanjut cerita Clara silahkan baca S2 bagi yang ingin sampai cerita Rere cuman di S1, tenkyuu semua udah dukung terus~