Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 23 - Kesambet


__ADS_3

Meninggal kan perdebatan yang dialami oleh oca dan rere, saat ini oca sudah balik ke rumah nya diantar kan oleh bemo. di depan pintu masuk gerbang rumah oca yang mewah itu menandakan ia orang kaya. oca adalah seorang anak pengusaha dari keluarga fernandes. ia adalah anak tunggal. karena sifat manja nya yang selalu di turuti oca menjadi seorang pembangkang dan keras kepala.


"turun" ucap bemo.


"lah kok disini sayang, aku males jalan ke dalem" manja oca bergelayut ditangan bemo.


"aku bilang turun!" bentak bemo.


"hah kamu kok marah sih" ratap oca dengan kesal.


"ca aku ga habis pikir yah apa yang kamu bilang di mall tadi, ternyata kamu cuman liat harta aja, maaf aku ga sekaya tuan varo sampai harus jadi pacar kamu" tatap bemo dengan serius menatap oca.


"ga ga ga mungkin aku gitu, tadi aku kesal aja sama rere" oca memelas kepada bemo.


"kita putus" satu kata yang di lontarkan bemo mampu membuat seorang oca marah besar dan kesal.


"kayak nya kamu benar yah suka sama rere" oca menatap remeh bemo.


"bukan urasan mu, kita tidak ada hubungan lagi" ujar bemo


" wanita ******" umpat oca.


"jangan bawa bawa rere atas perpisahan kita dan jaga ucapan mu" kesal bemo, turun dan menarik lengan oca untuk turun dari mobil.


mobil milik bemo berlalu dan menghilang dari pandangan oca yang semakin menjauh itu. ia menatap geram kearah mobil bemo yang menjauh.


"pria miskin" umpat oca dan masuk pergi ke dalam rumah nya.


Oca dibuka kan pintu oleh pembantu rumah nya, ia melihat kedua orang tua nya sedang duduk di ruang tamu seperti menunggu kedatangan nya pulang. oca menghiraukan itu dan lebih memilih berlalu dari ruangan itu. suara sang papa fernandes menghentikan oca.


"oca" panggil fernandes kepada putri semata wayang nya itu.


oca tak menghiraukan dan hanya menatap lalu kembali melangkah kan kaki nya.


"oca kemari atau mama akan membeku kan kartu atm mu" panggil mama oca menatap putri nya itu.


"apaan sih maa, aku cape niii mau tidur" kesal oca yang berbalik dan menuju tempat orang tua nya duduk.

__ADS_1


"kamu yang sopan kalo bicara sama orang tua" ujar mama oca.


"sopan mama bilang? aku ga pernah diajarin sopan sama orang tua ku, mereka sibuk kerja, dasar gak berguna" bisik oca menatap orang tua nya.


PLAKKK


sebuah tamparan mendarat di pipi mulus oca, hari ini ia sangat sial untuk pertama kali nya rere berani menampar nya dan juga ia di putus kan oleh bemo karena rere. dan sekarang orang yang ia anggap orang tua main tangam dengan nya.


"papa" ucap oca memegang pipi nya terasa sakit oleh tamparan fernandes.


"selama ini kami memaklumi sikap mu karena kau anak tunggal, tetapi apa yang kau lakukan? kau sangat banyak berbuat masalah, kau berani melawan mama mu, dan kau berani bersikap kasar kepada istri tuan varo hah?!! apa kau tau sikap mu ini bisa saja membuat ia membatal kan kerjasama nya dengan perusahaan papa" fernandes menumpah kan segala emosi nya yang ia tahan selama ini kepada putri nya. fernandes sangat beruntung varo masih sekedar mengigat kan sikap putri nya, ia tidak mau menyangkut paut kan masalah pribadi dengan perkerjaan.


'rere' batin oca menahan emosi.


"oca papa akan membeku kan atm mu, dan aku akan mengantar kan mu ke amerika" ujar fernandes.


"hahahaha, sepenting itu kah pekerjaan papa di banding kan aku?" ujar oca dengan kesal.


"kalian tau, aku berharap tidak pernah di lahir kan ke dunia ini menjadi anak kalian" oca menunjuk nunjuk kedua orang tua nya. setelah perkataan oca itu ia masuk ke kamar.


'rere semua ini gara gara kau'


Disisi lain.


Varo dan rere yang sudah sampai di mansion kediaman william. varo langsung berjalan ke dalam mansion tanpa menunggu rere terlebih dahulu. ia berjalan dengan langkah cepat dan duduk di ruang tamu. ia merengang kan bagian dasi nya. rere yang menatap itu dari jauh merasa kebingungan.


"apa dia sedang kesal?" bisik rere melihat tingkah varo. rere menghampiri varo dan duduk di sebelah varo.


"mas varo kenapa sih?" tanya rere yang ikut kesal dengan tingkah varo tersebut.


varo menatap rere dari atas hingga ke bawah. ia tidak menyangka akan menikahi gadis kecil yang awal nya tidak ia tahu asal usul nya.


'hah memang bocah bocah, seperti nya selena sudah tak menghiraukan kami lagi' batin varo.


varo yang sedang membatin itu tidak sadar bahwa rere sedang menatap nya dengan keheranan. rere meletak kan telapak tangan nya di kening varo dan mengatup kedua pipi varo menggunakan kedua telapak tangan nya secara bergantian.


"tidak panas" ujar rere sambil menatap varo.

__ADS_1


Deg deg deg


sentuhan itu dapat memacu degupan jantung varo. ia merasa aneh kenapa ia bisa seperti itu.


"lepaskan" untuk menutup rasa gugup nya varo lebih baik bersikap dingin.


"eh aku akan cuman mau tau mas varo demam apa ga, habis nya kayang orang kesambet sih" ujar rere dengan polos.


"kesambet? kau yang bertingkah aneh bukan aku, bocah" sindir varo yang berdiri dari duduk nya dan ingin berlalu pergi.


"ish" rere yang merasa kesal berusaha menggapai varo. karena terburu buru mengejar varo. rere malah menabrak badan kekar pria itu dan menindih nya.


"aduh, ini badan atau batu sih keras banget" rere memegang dada bidang milik varo.


"hei jangan menyentuh aset ku" varo menahan tangan rere.


"aset? astaga ternyata kau sangat narsis ya" tatap rere.


"apa kau sangat nyaman berada di atas tubuh ku?" ujar varo menatap dalam mata rere.


"a astaga apa yang kulakukan" rere berusaha berdiri tetapi varo malah menahan pinggang milik rere.


"cium aku" ujar varo secara spontan.


"hah?" pernyataan yang di lontar kan varo membuat tubuh rere seketika meneggang seketika.


"cium aku, atau kita akan tetap seperti ini" varo tersenyum smirk kepada rere.


'seperti nya akan jadi kebiasaan ku sekarang menjahili bocah ini, lihat wajah ketakutan nya aku sangat menikmati nya' batin varo.


"mesum minggir kau" rere berusaha menggerak gerak kan badan nya agar terlepas dari varo.


'sial' batin varo. rere yang terus bergerak itu seketika membuat tubuh varo merespon. ia merasa ingin menerjang gadis itu sekarang. tetapi ia berusaha untuk tidak memperlihat kan hasrat nya itu dan tetap bersikap acuh.


"aku bilang jangan berge--"


ucapan varo terpotong ketika ia merasa sebuah bibir mungil menyentuh bibir milik nya. varo yang merasakan itu merasa kaget dan membelalak kan mata nya. padahal ia dari awal hanya ingin mengerjai gadis itu.

__ADS_1


Bersambung~


Terimakasih yang selalu setia baca cerita ini:)


__ADS_2