Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
PART 83- TERJEBAK MASA LALU


__ADS_3

*Bugh..


Bugh..


Bugh*..


Suara pukulan terdengar nyaring di sebuah ruang eksekusi yang penuh darah itu, pria yang di pukul hanya bisa meringis kesakitan. Seluruh tubuh nya sudah dipenuhi luka akibat siksaan yang diberikan oleh orang yang menahan nya itu, ruangan gelap itu mewakili hati seseorang yang sangat sedih atas kehilangan anak tercinta nya.


Bugh..


Adrel terus memukul pria itu tanpa belas kasihan, karena rasa kasihan nya saat ini sudah hilang dikuasai emosi yang tersulut.


“Tuan William kalo anda terus memukulnya tanpa jeda seperti itu dia akan mati” ujar Samuel yang sedang duduk menatap majikan nya itu melampiaskan seluruh emosi nya.


Hosh hosh..


Suara deru nafas Adrel berpacu dengan cepat kala dia menghentikan pukulan nya, Felix yang dipukul itu hanya tersenyum dengan luka yang di derita nya.


“Kenapa Felix? Kenapa? Kenapa harus anak ku!!!” teriak Adrel dengan emosi yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun.


“Haha apa kau sudah merasa putus asa? Itu lah yang aku rasakan saat aku kehilangan adik ku, ingat Adrel nyawa dibalas dengan nyawa!! tapi aku tidak ingin satu nyawa, karena adik ku sangat berharga maka aku akan menghabisi kalian dan mengantar kalian semua ke neraka!!” liirih Felix dengan suara yang sudah tertatih-tatih karena luka yang dialami nya sangat parah.


“Adik?? Sejak kapan kau punya adik? Aku tidak pernah membuat seseorang kehilangan nyawa nya kecuali dia yang berani mengusik keluarga ku seperti yang diri mu lakukan ini, aku tidak segan akan langsung membunuhmu” ujar Adrel mengangkat kerah baju Felix dan menatap pria itu dengan tajam dengan aura membunuh yang tinggi.


“Artika Kartina, kalian membunuh nya Kau, Shinta dan juga Risa, kalian membunuh nya brings*k!!! kalian mendorong nya dari rooftof siang itu di kampus dan menyebarkan hal yang paling dia jaga” lirih Felix menyebut nama seseorang dengan senyum miring nya.


28 tahun yang lalu..


Hiks.. hiks..


Seorang gadis cantik sedang menangis di dalam kamar asrama nya saat ini, tubuh nya di penuhi kotoran, kondisi nya sedang tidak baik baik saja-saja, rambutan yang acak acakan serta baju nya yang robek menandakan hal buruk sudah terjadi kala itu.


Saat ini Shinta dan Risa sedang berbincang dan menuju kamar asrama yang mereka tempati oleh tiga orang dalam asrama universitas tersebut, mereka membuka pintu dari luar, betapa terkejut nya Shinta dan Risa saat melihat keadaan Tika yang seperti itu. Kedua gadis itu langsung menghampiri Tika dengan raut wajah yang terkejut, dan langsung memeluk Tika yang terus terusan menangis.


“Tika apa yang terjadi? Kenapa kau bisa jadi seperti ini” tanya Risa dengan raut wajah yang sangat khawatir kepada gadis itu.


“Iyah Tika apa yang terjadi??” sambung Shinta dengan raut wajah yang juga khawatir.


“Aku hiks hiks, aku di perkosa oleh beberapa orang preman saat ingin balik ke asrama” ujar gadis itu dengan tangis yang terus sesegukan.

__ADS_1


“A a apa?” jawab Risa dengan wajah yang terkejut.


Risa dan Shinta sangat terkejut atas apa yang menimpa teman dekat nya itu, Shinta dan Risa tidak dapat berkata apa apa kala Tika mengatakan hal yang paling membuat mereka sedih bercampur emosi.


“Tika ayo” ujar Shinta menarik tangan gadis itu untuk berdiri.


“Shinta mau kemana” ujar Risa kepada Shinta yang berusaha membuka Tika.


Tapi gadis itu menahan tarikan Shinta, saat ini dia sangat takut dan juga gelisah apa yang harus dia katakan kepada ibu pengasuh tentang kondisi nya.


“Aku akan mengajak Tika melapor kepada dosen, agar kasus ini bisa di laporkan ke pihak berwajib” tutur Shinta yang berusaha mengambil tindakan yang menurut nya baik itu.


“Shinta, Risa aku mohon jangan laporkan hal ini kepada dosen, aku tidak mau memperkeruh keadaan, aku takut, bagaimana jika aku hamil?” ujar gadis itu dengan pilu berusaha membaringkan tubuh rapuh nya di atas kasur saat ini.


“Apa kau yakin tidak ingin melaporkan hal ini?” tanya Risa kepada Tika memastikan pilihan yang ingin di ambil gadis itu.


“Aku yakin, aku mohon jangan laporkan hal ini” ujar Tika dengan memohon kepada Shinta dan Risa saat ini.


“Baiklah”


Dua minggu sudah berlalu


Sejak kejadian yang mengenaskan menimpa nasib Tika gadis yatim piatu itu, Tika sudah kembali ceria seperti semula berkat dukungan Risa, Shinta Dan juga Adrel pacar Shinta saat itu, dia menceritakan kepada pria itu semuanya tetapi Adrel juga berjanji untuk berdiam dan tidak menanggapi atau pun ikut campur masalah yang ada pada gadis itu, saat ini mereka sedang bermain di kamar asrama dan tentu juga Adrel, sebenarnya pria culun dan berkacamata tebal itu sangat takut ketahuan oleh pengawas asrama tetapi Shinta memaksa pacar nya itu ikut bermain permainan ular tangga dengan alasan kurang satu pemain lagi.


“Tika kena coret wajah nya” ujar Risa mencoret wajah gadis itu dengan spidol.


“Shinta juga kena coret-coret haha” tutur Tika tertawa dengan bahagia melepaskan masalah beban yang menimpa nya belum lama ini.


“Yah jangan dong di coret wajah aku, baby kamu gantiin hehe” ujar Shinta membujuk Adrel dengan manja.


“Yaudah” ujar Adrel dengan pasrah wajah nya di coret oleh ketiga gadis itu dengan leluasa.


Tring.. tring..


Suara notifikasi ponsel seseorang seketika berbunyi, Tika yang mendengar notifikasi ponsel nya itu mengecek sebuah pesan video yang baru dia dapatkan, betapa terkejut nya gadis itu ketika melihat apa isi video itu. Di dalam video itu terdapat aksi panas dia dengan beberapa pria yang sangat intim, hal itu membuat Tika sontak melempar ponsel nya, perut nya bergejolak hebat rasa mual yang dia rasakan saat ini memaksa untuk berlari ke toilet dan memuntahkan isi perut nya. Teman teman nya yang melihat Tika seperti itu seketika langsung mengkhawatirkan keadaan nya.


“Tika kamu kenapa?” ujar Risa mengedor gedor pintu toilet dengan perasaan khawatir.


“Tika” panggil Shinta yang juga mengedor pintu toilet bersama Risa.

__ADS_1


Adrel mendekati kedua gadis itu dan memperlihatkan apa yang ada di ponsel Tika, betapa terkejut nya mereka ketika mengetahui apa video itu. Setelah kejadian itu Tika kembali menjadi pribadi yang pendiam dan menutup diri, hingga hari dimana yang paling mengenaskan dan tak terlupakan sepanjang hidup Risa, Shinta dan Adrel datang. Kala itu di sebuah rooftof kampus yang tinggi, gadis cantik itu berteriak kepada teman-teman nya dengan perasaan kecewa dan bercampur marah.


“Kalian pendusta! Kalian jahat, kenapa kalian tega menyebarkan video itu, kenapa? Kalian bilang akan selalu mendukung ku tapi apa? Kalian malah menusuk ku dari belakang, saat ini seluruh dunia sudah tau betapa kotor dan bejat nya diri ku ini” teriak Tika yang sudah menepi dengan pagar pembatas itu.


“Tika jangan lakukan hal bodoh ini, kita tidak pernah melakukan hal itu” teriak Risa berusaha menenangkan Tika.


“Kau pikir aku bodoh? Siapa lagi yang mengirim video itu ke forum kampus kalo bukan kalian? Hanya kalian yang mengetahui hal ini, Kalian semua naïf, mulut kalian berkata manis tapi hati kalian sangat busuk seperti bangkai” teriak Tika dengan penuh air mata.


"Tika tolong jangan bertindak hal bodoh seperti ini, kita akan selalu mendukung mu" teriak Shinta.


“Aku lebih memilih mati dari pada menjadi bahan hinaan semua orang” ujar Tika yang bersiap untuk melompat.


Shinta berusaha mendekati Tika agar tidak nekat untuk melompat dari atas gedung itu, saat dia ingin menarik tangan Tika tetapi tubuhnya malah oleng dan hampir jatuh, Tika yang melihat Shinta tengah bergelantungan itu pun tersenyum miring.


“Apa kau ingin ke neraka bersama ku?” tanya Tika menginjak tangan Shinta yang memegang tiang pembatas.


“AKH sakit, tolong aku” teriak Shinta.


Adrel dan Risa yang melihat Shinta itu langsung mendekat dan menarik tangan gadis itu keatas, saat Risa dan Adrel berusaha menarik Shinta ke atas tetapi Tika malah berusaha mengajak Shinta untuk terjun bersama nya, tarik menarik pun terjadi antara dua kubu, tentu hal itu dapat dipastikan Shinta selamat karena dia ditarik dua orang, Tika yang berusaha di tolong itu malah merenggang kan genggaman tangan teman nya lalu berkata sambil tersenyum.


"Maafkan aku, aku hanya takut, maka nya aku memilih jalan ini, selamat tinggal" ujar Tika tersenyum untuk terkahir kali nya.


Bruk..


Flasback off..


"Tika? jadi dia adik mu, asal kau tahu kita tidak pernah mendorong gadis itu, tapi kita berusaha menolong nya, dia sendiri yang memilih mengakhiri hidup nya bajing*n" umpat Adrel yang tidak habis pikir.


Ternyata kejadian masa lalu yang tidak selesai dengan jelas itu meninggalkan luka bagi seseorang yang tidak kita ketahui yaitu Felix, andai semua ini tidak terjadi Tika, Risa dan juga Chelsea tidak akan pernah hilang di muka bumi ini.


"Kau mengarang, apa kau seorang pecerita handal?" sindiri Felix.


"Felix aku mohon, lupakan masa lalu, kita hidup di saat seperti ini, dendam mu itu hanya akan membawa keburukan bagi diri mu sendiri" ujar Adrel yang melunakan suara nya.


"Haha banyak bac*t" teriak Felix yang berusaha berdiri dan memukul Adrel.


"Maafkan aku kalau kau seperti ini, seperti nya aku akan menyiksa mu hingga rasa sedih ku ini lenyap" senyum iblis Adrel.


*Bugh..

__ADS_1


Bugh*..


End.. maksudanya cerita Felix end haha.


__ADS_2