Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 57 - Ayah


__ADS_3

Rere tidak menyangka sesuatu hal yang selama ini sangat ingin sekali ia hindari harus bertemu dengan nya saat ini di sebuah tempat yang mengejutkan baginya.


"Gadis miskin, apa yang kau lakukan disini?!" kesal mona menatap anak tiri nya itu.


"A a aku tidak" Rere berkata dengan gugup dan dengan suara yang bergetar, bayangan di masa lalu kembali memutar di otak nya itu.


"Jangan bilang kau kesini ingin mengemis kepada suami ku untuk meminta uang hah?!" teriak mona dengan lantang.


"Mona cukup!"


Suara pria yang sangat familiar di telinga Rere itu menghampiri mereka berdua. Seketika air mata Rere runtuh dan tidak terbendung saat melihat seorang yang selama ini sangat ia rindukan dan sangat ingin dia lupakan dari hidup nya.


"Ayah" lirih Rere dengan mulut yang bergetar.


"Rere apa yang kau lakukan disini, pulanglah aku tidak ingin melihat mu" ujar deren mengusir dengan halus putri semata wayang nya itu dengan Risa secara kejam.


Bukan kata rindu yang dilontarkan sang ayah, bukan kata khawatir kepada putri nya itu, bukan rasa cemas. Melainkan ia berkata tidak ingin melihat dan menemui Rere. Sesak, itu lah yang dirasakan gadis itu air mata nya lolos dari pipi cantik nya, ia tidak menyangka tega sekali ayah nya mengusir diri nya. Apakah tidak ada sedikit rindu di hati deren untuk anak nya itu?


"Ayah, aku-" Rere ingin memeluk dan melepaskan rindu nya itu kepada ayah nya.


Tetapi bukan sebuah pelukan hangat yang Rere terima melainkan sebuah tamparan yang mulus menampar pipi nya, mona menampar gadis itu dengan mendadak saat rere tidak mengetahui sama sekali.


"Pergi kau! suami ku sudah mengusir mu, apa kau tidak punya malu?" teriak mona di hadapan semua orang.


skkk..


Rere memegang pipi nya yang terasa perih akibat tamparan yang mona layangkan kepada nya.


"Dasar gadis miskin, apa kau ingin mencari pria hidung belang disini dan menja,lang hah?!" Mona mendorong tubuh mungil anak tiri nya itu.


Varo yang sedang asik berbicara dengan rekan bisnis nya itu, merasa tempat istri nya tinggali tadi tiba tiba jadi ramai di kerumuni orang. Varo mendengar suara teriakan dan hinaan itu. Varo merasa memiliki firasat buruk terhada istri nya, Varo sedikit berlari untuk melihat keadaan istri nya. Saat ia datang Varo melihat Rere di dorong oleh seorang wanita, saat Rere sudah hampir terjatuh ke lantai Varo dengan sigap menangkap tubuh istri nya itu.


"Hei itu ceo william group"

__ADS_1


"Apa ceo william group adalah sugar daddy gadis itu?


"mungkin dia pacar nya"


Bisik-bisik dari para tamu pesta mulai terdengar ramai di telinga Rere. Varo berdiri dan menelpon bodyguard nya itu, tidak beberapa lama kemudian bodyguard yang Varo panggil pun datang. Varo berbisik kepada bodyguard nya itu. bodyguard Varo mendekati Mona lalu menampar wanita paruh baya itu.


"Bajingan!" umpat Mona kepada pria itu.


"Apa maksud bawahan mu tuan Varo, apa kau tidak memiliki hati nurani!" bentak adrel yang melihat istri nya di tampar dengan sangat kasar.


"Maksud kau? aku ingat kan kepada mu, jangan pernah mengusik istri ku, karena kau akan menyesal. Aku hanya membalas perbuatan istri mu yang menampar istri ku, aku tidak ingin mengotori tangan ku langsung dengan menampar seorang wanita rendahan. Dan apa yang kau bilang tadi? hati nurani? seperti nya kau yang tidak memiliki itu, apa kau bodoh hanya melihat anak dan darah daging mu sendiri di tampar di depan matamu!!" Varo mengeluarkan segala kekesalan nya dan menyalah kan itu kepada deren.


"Tunggu jadi gadis itu istri ceo william group?!!"


"kasian sekali mereka sudah memilih lawan yang salah untuk di bully"


"rasakan itu"


Para tamu kembali ramai mengomentari apa yang mereka lihat di depan mata nya.


Rere yang di tanya itu hanya bisa berdiri di belakang suami nya karena merasa takut dengan tatapan yang diberikan oleh mona dan deren yang membully diri nya itu.


"Tuan deren Abamsya sejak kapan kau peduli dengan putri mu?" kata Varo membalas perkataan deren dengan kata kata yang lebih menusuk itu.


"Peduli? aku memang tidak peduli lagi dengan nya, tetapi untuk menikah dia seharus nya memberitahu ku! karena aku orang tua kandung nya" sambung Deren dengan raut wajah yang menahan emosi.


'beruntung sekali bocah ini menikahi ceo william, seharusnya yang menikahi ceo william group adalah putri ku, dasar gadis miskin!" umpat Mona dalam batin nya.


"Silahkan ikut aku jika kau berkenan bertamu ke rumah dan berbicara kepada Rere" kata Varo mengajak deren dan istri nya itu.


'ayo' batin varo.


"Rere kau berhutang penjelasan dengan ayah!" Deren berkata sambil menatap putri nya itu.

__ADS_1


Deren meninggalkan pesta itu bersama dengan Mona yang juga ikut bersama mereka. Mereka pergi dengan mobil yang di bawa bodyguard Varo. Deren menyetujui itu tanpa curiga sedikit pun, ia hanya butuh penjelasan kepada putri nya itu.


"Silahkan tuan dan nyonya" kata bodyguard Varo membuka kan pintu mobil.


Mona mengedarkan mata nya keseluruhan dalam mobil itu.


'Astaga apa ini keluaran terbaru'


Tanpa Deren dan Mona sadari kedua bodyguard yang duduk di kursi belakang mereka berdua, memukul mereka pelan agar pingsan.


Akh


Bug**h


Varo menghampiri mobil yang ditumpangi Bodyguard dan mungkin juga bisa di bilang mertua nya itu, Varo bertanya kepada bawahan nya itu.


"Bagaimana?" tanya varo mengintip sedikit ke dalam mobil dengan kaca yang di turunkan.


"Misi oke bos" kata bodyguard itu memberi tanda.


"Bagus" Varo menepuk nepuk bahu bawahan nya itu.


'umpan termakan' batin varo.


Varo menuju mobil yang ia parkir, di dalam nya sudah ada Rere yang duduk manis dengan raut wajah sendu dan sedih, seperti nya Varo memahami apa yang dirasakan istri nya itu.


"Sayang senyum" kata Varo memegang tepi bibir gadis itu agar bisa tersenyum.


"hiks mas apa salah Rere, kenapa ibu mona sama ayah benci banget sama Rere. Padahal mereka yang ninggalin Rere, tapi kenapa juga mereka yang marah? Rere ga minta harta mereka, Rere cuman kangen ayah" pilu gadis itu menumpah kan segala kesedihan nya pada suami nya.


"Orang kayak mereka ga perlu kamu tangisin" timpal Varo memeluk gadis kecil nya itu dan mendekap nya ke dalam pelukan nya agar Rere bisa lebih tenang.


'Sebentar lagi, kalian akan membalas semua hal yang membuat kami merasa tersakiti' batin Varo.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2