
Clara yang baru sampai di Mansion Arnolda bersama Alisa itu terkejut ketika melihat seorang pria dengan kaus oblong dan celana jeans pendek nya sedang duduk di sofa ruang keluarga itu menatap kedatang mereka berdua.
"Daddy?"
"Pak Axel?"
Ujar Alisa dan Clara secara bingung menatap pria itu dengan tatapan bingung nya.
"Kenapa kalian menatap Ku seperti itu?" ujar Axel dengan ketus.
"Ya perasaaan tadi pagi kata nya mau pergi, kok sekarang?" ujar Clara menatap pria itu dengan heran.
"Apa ada masalah, siapa pemilik nya?" ujar Axel dengan ketus kepada gadis itu.
"Yaudah iya, yang punya" ujar Clara dengan pasrah berlalu pergi meninggalkan Axel sendirian.
Axel menatap kepergian kedua gadis itu dengan tatapan yang tidak dapat di ekspresikan, Dia menatap dengan kesal kepada dua gadis itu kenapa Axel malah di cuek kan.
'Aku sudah pulang dan mereka tidak menyambut ku sama sekali, senyuman pun tidak' batin Axel dengan kesal.
Axel yah kalo mikir otak nya terlalu konslet atau gimana, kan nama nya baru pergi beberapa jam belum beberapa hari atau bulan, bagaimana Clara dan Alisa tidak menanggapi nya biasa saja, sedang kan mereka baru bertemu tadi pagi satu sama lain. Dengan kesal Axel mengikuti Clara dan Alisa ke lantai dua dan lalu pria itu masuk ke kamar Alisa, terlihat Alisa yang sedang menganti baju nya di bantu Clara.
"Daddy ngapain cih, ikutin kita mulu" ujar gadis itu dengan kesal menatap Daddy nya
"Terserah Daddy" ujar Axel dengan datar menatap anak nya.
"Daddy why? Daddy mau dekat Alica atau Mommy" ujar gadis itu mengoda Axel dengan tatapan tajam nya.
"Daddy hanya melihat Alisa, tidak orang lain" tutur Axel membuang muka nya agar tidak di tatap terus oleh Alisa.
"Daddy bohong" ujar Alisa dengan menunjuk Axel.
"Sudah kalian kenapa sih berantem mulu, padahal anak sama bapak juga" ujar Clara menatap kedua orang itu dengan tatapan menghela nafas nya.
Alisa menarik tangan Clara dan membuat gadis itu seketika berjongkok di hadapan Alisa.
Alisa mendekat dan membisikan sesuatu ke telinga Clara.
"Mommy, Daddy berbohong lihat telinga memerah itu kebiasaan Daddy kalo bohong, Daddy kayak nya pengen dekat Mommy" bisik Alisa secara pelan kepada Clara.
__ADS_1
Clara yang mendengar ucapan Alisa, seketika mengalih kan pandangan nya kepada telinga Axel yang sedikit memerah itu, tentu Clara juga melihat nya itu memang benar ada nya.
"Haha" Clara tertawa menatap tingkah Axel yang seperti itu.
Axel yang mendengar Clara tertawa seketika menatap gadis itu dengan tatapan kesal nya.
"Apa yang kalian bicara kan?" tanya Axel dengan tatapan datar nya.
"Pak Axel ternyata punya sisi lucu juga yah, kirain cuman bisa marah-marah" ujar Clara menatap pria itu sambil tertawa.
Axel yang di bilang lucu itu seketika kembali salah tingkah di depan Clara dan membuang wajah nya.
"A aku tidak lucu, hanya tampan" ujar Axel dengan percaya diri nya mengatakan hal itu.
"Sudahlah ayo kita makan siang, Aku akan memasak makanan kesukaan kalian" ujar Clara berdiri dan mengandeng tangan Alisa.
"Emang kau tahu?" tanya Axel dengan bingung menatap gadis itu.
"Tentu, Alisa membuat makanan kesukaan Pak Axel di buku nya juga" ujar Clara membalas ucapan Axel.
Clara mengajak kedua orang itu menuju ke dapur, Alisa hanya diam menatap Clara yang sangat cekatan dalam memasak begitu pun dengan Axel yang hanya diam menatap gadis itu, Alisa turun dari kursi nya dan berdiri di atas kursi menatap Clara memasak.
"Mommy Alica juga mau pintar memasak seperti Mommy" ujar Alisa mengajak Clara berbicara.
Clara saat ini sedang mengoreng ikan sambil mengamati pergerakan Alisa agar tidak terlalu dekat dengan nya, fish and chips masakan sederhana tetapi Alisa dan Axel menyukai itu, saat Clara ingin berbalik dan mencuci tangan tiba-tiba Alisa yang hendak turun hampir menyengol pengorengan itu, Clara dengan sigap menarik gadis itu menjauh.
Prang..
Semua pelayan yang berada di dapur serta koki dapur itu melihat Alisa dan Clara jatuh langsung panik, sambil menyingkir kan penggorengan yang jatuh itu menjauh dengan khawatir.
"Nona Apa kalian baik-baik saja"
"Nona Alisa tidak apa-apa"
"Nona Clara tangan Anda"
Para pelayan sangat panik terlebih melihat Axel yang menatap keadaan dua gadis itu dengan khawatir.
"Alisa kamu gapapa kan?" tanya Clara sangat khawatir dengan gadis itu.
__ADS_1
"Mommy hiks Maaf" ujar gadis itu dengan ketakutan memeluk Clara dengan kuat.
"Tidak apa-apa, yang penting kamu nya gapapa" ujar Alisa mengelus rambut gadis itu dengan lembut.
"Kalian apa saja pekerjaan kalian, cepet bersih kan ini!" teriak Axel kepada semua pelayan itu dengan kesal.
Axel yang melihat itu seketika langsung berdiri dan menarik Clara dan Alisa keluar dapur itu, Axel menatap tangan Clara yang sedikit memerah mungkin terkena minyak itu.
"Kau mengkhawatir kan Alisa, tetapi Kau tidak melihat keadaan mu sendiri!" teriak Axel dengan kesal menatap gadis itu.
"Aku tidak apa-apa, Dia masih kecil tentu itu membuat ku khawatir" ujar Clara menarik tangan nya dari gengaman Axel.
Kebiasaan Clara memang seperti itu, Dia selalu berusaha menolong orang lain, menolong sebisa mungkin tanpa memikir kan resiko dan keadaan diri nya sendiri itu, walaupun Clara gadis yang kadang blak-blakan tapi jiwa nya sangat luas dan berhati besar.
Axel yang kesal karena Clara menarik tangan nya, dengan kesal Axel kembali menarik tangan gadis itu dan mengegam nya sambil melihat bekas memerah itu dengan seksama.
"Diam dan jangan membantah" ujar Axel memperingati gadis itu.
'Pak Axel apaan sih, cuman dikit juga, jantung Gua kan jadi tremor lihat wajah nya dari dekat' batin Clara yang hanya bisa diam.
"Mommy sakit yah, Alica tidak sengaja" ujar gadis itu menatap sendu Clara.
"Gapapa jangan sedih dong, padahal dikit kena nya" ujar Clara menenangkan Alisa agar tidak sedih.
Axel pergi meninggal kan kedua gadis itu menuju dapur, Dia kembali dengan membawa sebuah tempat yang berisi air itu, dengan cekatan Axel mencelup kan tangan Clara yang terkena minyak goreng tadi itu.
"Pak Axel, ga sakit beneran dikit doang" ujar Clara yang merasa Axel terlalu berlebihan itu.
"Seorang gadis itu harus bisa menjaga diri nya" ujar Axel menatap tajam Clara.
Setelah merendam tangan Clara beberapa menit itu Axel mengelap tangan gadis itu secara perlahan dan memberikan salep agar tidak meninggal kan bekas pada tangan gadis itu.
"Sudah, lain kali Alisa jangan lakukan hal itu lagi" ujar Axel memperingati anak nya itu dengan tatapan memperingat.
"Oke Daddy, sorry" ujar Alisa dengan sendu mendudukan kepala nya.
"Udah ah Pak Axel, Alisa kan ga sengaja" ujar Clara menatap pria itu dengan kesal.
"Kau jangan terlalu memanjakan nya nanti Dia kebiasaan" ketus Axel kepada Clara.
__ADS_1
"Aku tidak memanjakan nya, Anda saja yang terlalu berlebihan!"tegas Clara menatap pria itu.
Mereka berdua saat ini jika di lihat seperti seorang orang tua yang bertengkar mana yang benar dan salah cara mendidik anak nya dengan benar.