Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 32-MENCARI TAHU TENTANG MU


__ADS_3

Dengan gerakan telaten Anggun menyuapi Reno secara perlahan, terlihat tangan kecil gadis itu bergerak gerak lincah melakukan urusan nya, Reno hanya duduk dan sesekali menatap wajah Anggun dengan tatapan datar nya, Anggun yang di tatap itu kadang salah tingkah dalam diam nya dan pura-pura memutar bola mata nya ke kanan dan ke kiri.


"Kau juga makan lah Little,"ucap Reno kepada Anggun.


"Aku nanti saja Hubby, kau dulu,"ucap Anggun melanjutkan suapan itu.


"Hmm,"ucap Reno yang kembali diam.


Mereka melanjutkan kegiatan itu tanpa bersuara sedikit pun, Reno seseorang yang tidak pintar dalam membuka pembicaraan itu hanya bingung harus bicara apa.


"Kau, kenapa memanggil ku Hubby akhir-akhir ini,"ucap Reno kepada Anggun dengan wajah datar nya.


'Apa hal itu harus di tanyakan, Aku sangat malu,' batin Anggun agak menunduk dan membuang muka nya.


Gadis itu kembali menatap manik mata Reno yang juga menatap diri nya yang sedang menunduk itu, berusaha bersikap normal Anggun membenarkan posisi kepala nya.


"Itu kan panggilan untuk mu, karena kau suami ku Hubby,"ucap Anggun tersenyum manis.


Deg..


'Si*al senyum nya sangat manis,' batin Reno.


Makanan yang terasa hambar dan tidak membuat nya nafs*u saat sakit tanpa ada rasa apa pun, malah membuat nya sekarang merasakan manis nya senyum Little nya itu, makanan memang pahit tapi tidak dengan senyuman, dan itu membuat nya bern*afsu menatap senyum manis di bibir merah muda yang saat ini tidak memakai lip gloss ataupun lipstik itu.


"Ekhem, seperti itu,"ucap Reno berdehem untuk menghilangkan kegugupan nya itu.


Astaga dua orang ini sudah saling suka, tapi hanya ego mereka yang terlalu tinggi untuk menyatakan perasaan satu sama lain hal itu membuat nya jadi lambat proses, jangan malu-malu kucing kelamaan.


"I iya,"ucap Anggun melanjutkan suapan nya.


Suasana kembali hening, Reno menatap wajah Anggun yang terlihat cantik walaupun belum mandi, karena gadis itu langsung mengurus kebutuhan diri nya, peluh yang tidak terlalu banyak mengalir di kening Anggun, serta rambut short hair nya itu yang hampir menutupi mata nya membuat Reno yang terus menatap Little itu tanpa sadar membantu menyelipkan rambut nya ke sisi telinga gadis itu.

__ADS_1


Tentu hal itu membuat Anggun tersadar karena kulit tangan suami nya menyentuh pipi nya yang lembut itu, Reno hanya menatap datar setelah melakukan itu sedangkan hati Anggun sudah berdiskotik menikmati jedag jedug itu.


"Aku sudah kenyang, sebaiknya kau mandi, seperti nya kau belum mandi bukan, apa kau tidak ke kantor?"ucap Reno menyuruh gadis itu meletakan mangkok bubur nya.


"Aku tidak ke kantor, Aku akan bekerja di sini saja, Aku akan menjaga mu Hubby,"ucap Anggun tersenyum kepada Reno.


"Hmm, terserah padamu, mandi lah kau sangat bau,"ucap Reno menutup hidung nya.


Anggun yang di ejek itu reflek mencium bau badan nya yang memang sudah tercampur dengan peluh dan hal lain karena Dia banyak melakukan hal di dapur dan membantu Reno.


"Kau benar Hubby, Aku akan mandi,"ucap Anggun berlari ke kamar mandi di kamar itu.


Reno hanya tersenyum kecil, padahal itu tidak benar, bagaimana pun Anggun seperti itu pun keadaan nya entah kenapa Anggun di mata nya tetap gadis yang paling cantik.


Krek..


Dua pelayan wanita memakai pakaian maid datang masuk ke dalam kamar, satu lagi wanita paruh baya yang menjadi kepala pelayan di sana.


"Tidak ada, biarkan kamar ini istri ku yang membersihkan nya, peraturan nya ubah seperti itu sekarang, tidak boleh ada yang masuk serta membersihkan ruang kerja dan kamar ku kecuali Aku dan istri ku,"ucap Reno yang masih fokus dengan buku di tangan nya.


Ucapan datar Reno masih sangat dominan di telinga pelayan yang sudah bekerja bertahun-tahun dan bahkan puluhan tahun itu di keluarga Alferoz.


"Baiklah Tuan, apa ada lagi?"ucap kepala pelayan itu.


Pria itu tampak berpikir dan mendongkak kan kepala nya menatap pelayan itu, lalu merogoh ponsel nya dan menelpon seseorang.


Drt.. drt..


"Halo Mama,"ucap Reno kepada Mama mertua nya itu.


"Reno sayang, apa kau baik-baik saja, Ale sudah memberitahu ku kondisi mu, apa Anggun bisa mengurus mu, jagalah kesehatan mu, kenapa kau bisa sakit seperti itu,"ucap Ananda yang bertubi tubi berkata tanpa jeda di pendengaran Reno.

__ADS_1


Bagaimana Anggun tidak cerewet jika sifat itu di wariskan langsung oleh Mama nya sendiri yang Reno sangat pahami.


"Anggun menjaga Reno dengan baik, Mama apa makanan kesukaan Anggun?"ucap pria itu langsung to the point.


"Kenapa kau menanyakan kepada Mama, apa kau malu menanyakan kepada Anggun?"ucap Ananda yang malah mengoda pria itu.


"A aku tidak,"ucap Reno dengan gugup.


"Haha Mama bercanda, makanan kesukaan gadis itu tidak pernah berubah Dia menyukai ayam kecap pedas manis, tentu orang indonesia menyukai sesuatu hal pedas bukan,"ucap Ananda kepada menantu nya itu.


"Begitu, baiklah Mama terimakasih, Aku akan menghubungi mu lagi nanti,"ucap Reno pamit kepada Ibu mertua nya itu.


"Baiklah Reno, Mama akan berkunjung nanti dengan Papa Ok,"ucap Ananda berpamitan juga.


Reno menyudahi panggilan itu dan meletakan ponsel nya, para pelayan yang belum di suruh pergi itu, lalu mendapat perintah dari Tuan nya.


"Buatkan jus jeruk, dengan ayam kecap manis, buat yang enak, katakan itu pada koki, jika tidak enak suruh saja mereka kembali belajar memasak,"ucap Reno dengan datar kembali menatap buku nya.


"Ba baik Tuan,"ucap pelayan itu pamit pergi dari ruangan itu.


Reno yang jarang meminta rekomendasi masakan di mansion itu, dan hanya menerima selalu masakan apa yang di masak koki atau pun sekarang istri nya yang sering memasak, sekali nya meminta makanan perintah Reno adalah mutlak.


"Hei, kalian buat minuman jus jeruk dan ayam kecap manis, itu semua buat Nona Anggun, kata Tuan jika kalian tidak membuat nya dengan enak, kalian akan disuruh kembali belajar memasak,"ucap kepala pelayan itu yang menyampaikan pesan.


Satu koki dan beberapa asisten koki itu seketika langsung meneguk saliva mereka kasar, seketika dapur sangat heboh menyediakan resep terbaik tetapi tidak merubah cita masakan yang memang khas di mulut Nona Alferoz itu.


"Kalian dengar ini, kerja cepat, atau perkataan Tuan Reno akan menjadi nyata,"ucap Kepala koki tegas.


"Siap Chef!"ucap mereka serempak langsung menyediakan masakan terbaik.


Begitulah saat ini dapur sangat heboh karena permintaan Reno, sedangkan orang nya sedang asik membaca buku dan sesekali melirik pintu kamar mandi yang masih belum melihatkan wujud gadis itu.

__ADS_1


'Apa semua gadis mandi sangat lama?'


__ADS_2