
Seketika Alice yang kembali duduk di tempat suami nya itu para media berusaha mengerubungi dengan berbagai macam pertanyaan tapi seperti nya Reno lebih dulu bertindak untuk membatasi media mewawancarai di red karpet saja ketika para tamu keluar gedung.
"Apa Aku keren sayang?"tanya Alice mengalungkan tangan nya di leher Michele bodo amad dengan mereka yang menjadi pusat penasaran orang saat ini.
"Kau sangat keren, Aku hampir saja tertawa, tapi apa maksud mu tadi sayang, pekerjaan ku jadi tambah banyak karena kau memindahkan jabatan ku di RS,"ucap Michele menarik hidung gadis itu dengan gemas.
Alice hanya cengegesan ketika Michele menarik hidung nya itu dengan gemas mereka saling berpelukan, Alice dan Michele menyapa beberapa rekan kerja Alferoz yang sangat ingin menyapa Alice, itu hingga akhir nya Dia bertemu tatap dengan Morelina yang terdiam menatap nya.
Tap.. tap..
Dengan langkah berkelas nya Anggun mendekati Morelina dan berbasa basi kepada wanita itu sambil mengandeng tangan Michele.
"Dokter Aguest kalian tidak masalah Aku memindahkan tempat kerja kalian bukan?"tanya Alice tersenyum manis dengan sejuta watt nya.
Senyuman Alice bukan lah senyum ramah lagi bagi mereka, seperti nya mereka mulai paham senyum Alice di sebalik itu semua menyimpan semua cerita yang ada di dalam nya membuat orang mengeleng tidak percaya.
"Ti ti tidak apa Nona, kenapa kau tidak mengenalkan diri mu sebagai keluarga Alferoz,"ucap Bestian yang mengatakan itu dengan gugup seperti seorang penjilat.
Huh lagi-lagi nama Alferoz yang selalu di puji puji orang membuat nya mengeleng kepala, semua orang hanya melihat status sosial membuat nya kasihan jika mengingat orang di luar sana yang tidak memiliki apa-apa pasti akan jauh lebih di hina.
"Aku memperkenalkan diri bukan karena Aku tidak mau, kalian tidak bertanya dan hanya menjatuhkan ku, Aku harap kalian bisa menjaga sopan santun, Aku memang tidak bisa mencabut gelar dokter kalian karena Aku hanya yang memperkerjakan kalian, tapi pastikan jika kalian masih suka menghina seseorang Aku pastikan tidak ada satu pun RS yang menerima dokter rendahan seperti kalian, berterima kasih lah kepada ku karena sikap ku yang murah hati, untung kalian memiliki bakat sehingga Aku masih mempertahankan kalian,"ucap Alice mengatakan itu tersenyum penuh penekanan.
Morelina hanya menduduk, ingin sekali Dia membalas penghinaan itu dan menjambak rambut Alice tetapi apa Dia bod0h? Dan tidak ingin memiliki pekerjaan lagi, Dia bisa di pecat dan itu tidak dapat Dia bayangkan, Elina melirik Michele yang hanya memasang wajah datar.
"Seperti nya Dokter Michele sangat beruntung mendapatkan Nona Al-,"belum selesai pria paruh baya itu berkata Alice sudah menghentikan kata itu dengan menunjuk wajah pria itu.
"Jangan mnegatakan itu, kami saling menguntungkan mendapat satu sama lain,"ucap Alice dengan kesal mengatakan itu.
__ADS_1
Gadis itu melirik Morelina yang terus mencuri pandang kepada Michele Dia tidak berani seperti sebelum sebelum nya membuat Alice seketika ingin tertawa.
Grep..
Alice menepuk bahu Morelina dengan sekali pukulan pelan, membuat wanita itu menatap nya suara Alice pelan dan hanya Morelina yang mendengar nya.
"Kak Elina, Aku paling tidak suka milik ku di sentuh, dan jangan bermimpi untuk bersaing dengan ku, dari segi kartu ATM saja angka ATM ku dengan mu sangat jauh berbeda, oh iya gaun mu itu seperti nya KW yah? Aku bisa membayarkan satu butik mu dengan black card ku,"ucap Alice mengatakan itu yang tadi mendekat tubuh nya dan sudah menjauh lagi menjaga jarak dengan Morelina.
Wanita meremas dress menahan penghinaan Alice yang semakin menjadi jadi, tapi seperti nya Dia harus sadar diri karena Dia juga memperlakukan orang lain seperti itu.
"Kak Elina kau wanita cantik cari lah pria lajang, atau apa kau mau Aku membayar gigolo untuk mu, ups maksud ku bukan begitu Aku hanya bercanda, apa kau tahu? Aku Alice Antara adalah anak dari Dante Alferoz memiliki gaya berkelas untuk menjatuhkan lawan ku, prinsip kami mencari tahu dulu siapa lawan kami baru mengakhiri nya dengan kejutan, ini sangat seru bukan?"ucap Alice mengatakan itu kepada Morelina yang hanya menerima penghinaan demi penghinaan dengan pasrah nya.
"Sayang ayo pergi, kita pulang,"ucap Alice kepada Michele yang memegang pinggang nya erat.
Mereka pergi meninggalkan Elina yang tampak kesal dengan raut wajah yang tidak dapat terbaca sebelum nya, entah lah wanita itu berusaha bertahan, Michele dan Alice berusaha pergi dan tidak ingin di wawancarai itu, di atas mobil Alice terus tertawa puas melihat sang suami hanya mengeleng.
"Sayang itu karena Aku kesal,"rengek Alice kepada Michele yang mengejek nya dengan perkataan.
Alice terus menatap jalanan dengan monoton dengan seringai yang membuat nya puas membalas perkataan Morelina.
'Aku ini gadis Alferoz, tidak sebanding dengan mu bermain secara murah dan terang-terangan permainan ku sangat berkelas, jadi bagaimana? Jika ada yang masih berani mendekati suami ku, Aku akan menyumpal nya dengan berkas kantor, dengan uang? Itu tidak mungkin yang ada jadi tukang minta para pelakor,' batin Alice yang malah berpikir jauh jauh itu.
Di sisi lain Morelina melajukan mobil nya menuju villa, dengan wajah memerah menahan amarah Dia masuk menutup pintu kamar nya dengan kasar.
Brak..
"Si@l!"teriak Morelina dengan kesal.
__ADS_1
Bruk..
prank.. prank..
Semua barang yang ada di ruangan itu di jatuhkan Morelina dengan emosi nya sudah meluap, Dia hanya bisa melampiaskan kekesalan nya kepada benda benda yang tidak bersalah di sana.
"Kenapa Alice Alferoz!"
"Akh si@l dan apa yang Dia bilang tadi kartu ATM kami berbeda angka, gadis kecil si@lan Dia sengaja menjatuhkan harga diri ku di depan Michele,"umpat Morelina dengan kesal.
Brak..
Bestian membuka pintu kamar anak nya itu dengan rambut yang sudah acak acakan karena Dia menarik nya sendiri membuat istri Bestian langsung berlari dan memeluk sang anak dengan wajah panik.
"Elina apa yang kamu lakukan hentikan!"teriak Mama Morelina dengan tegas melihat kekesalan anak nya.
"Tidak Ma, Dia mengatakan Aku seperti itu, Dia gadis si@lan, Papa kenapa kita tidak sebaim keluarga Alferoz Aku ingin sekali me--,"
Perkataan Morelina terpotong ketika sebuah tangan melayang tepat di pipi nya sebuah tamparan kuat dari Papa nya mampu membuat diri nya terdiam.
Plak..
"Pa,"ucap Morelina dengan suara lirih menatap Papa nya.
"Sudah lupakan Michele Elina, sadar, Alice sudah berbaik hati tetap menerima kita,"ucap Bestian meyadarkan anak nya itu.
Elina seketika hanya bisa menangis di pelukan Mama nya merasa kalah dan terhina secara bersamaan.
__ADS_1