
Keesokan hari nya
Kelas 12 IPS C
Seperti di ketahui anak jurusan IPS di sekolah itu langganan murid nakal dan suka ribut, atau selalu membuat onar. Kelas itu sangat berantakan serta murid yang rusuh dan berteriak sana sini, karena guru yang mengajar hari ini belum kunjung masuk. Sementara itu Clara dan Anggun sedang melihat sebuah berita yang mengheboh kan dunia nama artikel itu "Tunangan pengusaha seAsia Varo William pemimpin William group perusahaan nomor satu".
"Aaa parah sih list cogan berkurang satu di buku Gua" teriak Anggun yang melihat sebuah foto di berita itu memperlihat kan pengusaha terkenal itu berciuman dengan seorang gadis yang tidak terlihat wajah nya.
"Sama Gua juga sad banget, kak Varo ganteng udah mau nikah, padahal berharap dikit kayak di novel jatuh cinta dengan CEO" ujar Clara yang membuat wajah nya seolah-olah sedih itu.
Saat Clara dan Anggun sedang mihat artikel itu, tidak sengaja Anggun melihat Rere yang baru datang celingak celingkuk kanan dan kiri di pintu masuk kelas itu.
"Rere sini" panggil Clara sambil melambaikan tangan nya itu.
"Ada apa ini, rame benar ini kelas" ujar Rere sambil duduk di bangku nya itu lalu melempar tas nya ke atas meja.
"Lah biasa nya ini kelas juga rame kayak yang ga paham aja Lu" celetuk Anggun menatap sahabat nya itu.
"Haha iyah juga sih, tapi yah kayak yang lebih heboh, apalagi Lu Clara, hp mulu yang di pantengin, liat apaan Lu ngaku" tuduh Rere sambil menatap Clara dengan penuh arti dan mencurigai sahabat nya itu.
Clara yang merasa mengerti kemana arah pikiran Rere pun langsung menepis pemikiran kotor sahabat nya itu.
"Apaan sih dungu, Gua ga gitu yah" tegas Clara menepuk bahu Rere dengan kuat.
"Lu gatau yah, berita heboh itu pengusaha ganteng itu loh aduh calon Gua udah sold out katanya dia tunangan tadi malam" tutur Anggun menjelaskan dengan heboh sambil berdiri dengan raut wajah serius.
"Apaan sih, siapa? ga kenal Gua" ujar Rere penasaran mengintip HP Clara dan melihat isi berita yang di baca gadis itu.
"Maka nya Lu punya TV jangan di pake nonton Dora mulu" ledek Clara kepada Rere dengan tawa usil nya.
"Eh se kate-kate Lu ye, Gua bukan nonton dora tapi spongebob haha" tawa Rere dengan puas sambil menepuk meja sekolah itu dengan pelan.
"Sae lu biji salak" titah Anggun yang merasa aneh dengan humor Rere.
"Ini Lu liat foto nya, so sweet banget. Dia cium tunangan nya depan banyak orang coy" ujar Clara melihatkan hp yang terpampang jelas foto wajah pria itu dan wanita yang sedang bercium, wajah pria sangat jelas, tetapi di sisi lain foto wajah wanita tidak jelas.
"Hah anjir gua masuk berita, ternyata bukan mimpi semalam" heboh Rere menepuk-nepuk pipi nya memastikan sekali lagi.
"Apaan sih Lu, katanya ga kenal. Sekarang pura pura ngehalu jadi tunangan Varo William Lu" Anggun menepuk bahu Rere dengan kesal.
"Iyah ini gaje Lu" timpal Clara menyahuti perkataan Anggun.
"Lah itu gua cok, tapi ya kalo ga percaya sih bodo amad, gua juga ga seneng" tegas Rere membuang muka, memang walaupun hal itu terjadi juga dia tidak akan senang sama sekali.
"Apaan sih ini bocah Nggun heran gua, saking pengen nya nikah ama orang ganteng jadi halu" bisik Clara kepada Anggun sambil menatap Rere.
"Iyah ini anak kesambet kali ya" timpal Anggun meladeni ucapan Clara.
Pembicaraan murid di dalam kelas semua nya terhenti ketika guru masuk ke ruangan mereka, guru matematika kelas itu diganti langsung kepala sekolah yang menggantikan nya, yang tidak lain adalah Pak Axel. Clara yang melihat pria yang Dia kagumi mengajar di kelas nya itu dengan senang hati melihat dengan seksama pelajaran itu.
"Ganteng banget calon imam" ujar Clara sambil melihat Axel yang sedang menerangkan pelajaran itu.
"Calon imam gua tuh njir" senggol Anggun kepada Clara yang mengaku-ngaku itu.
"Apaan sih, berisik Lu" teriak Clara kepada sahabat nya dengan kesal.
Karena suara Clara yang cukup keras mengundang seluruh perhatian isi kelas termasuk Axel yang langsung menatap gadis itu dan memberhentikan penjelasan nya yang tertunda.
"Nggun dia itu calon imam gua ya" ketus Clara dengan suara yang masih keras tanpa menyadari bahwasan nya Axel terus mendekati tempat duduk mereka.
"Sst clara b*go Pak Axel oy" bisik Rere kepada Clara itu.
Tetapi Clara malah tidak mendengar kode keras dari Rere itu.
"Apaan si Re, Gua mau sidang Anggun ini, main main dia sama Gua" kata Clara berkacang pinggang di depan sahabat nya itu.
Ekhem..
__ADS_1
Dentuman suara bariton pria itu terdengar nyaring di telinga Clara, saat dia menatap ke depan terlihat Axel yang berdiri di depan nya sambil menyilang kan kedua tangan nya di depan.
"Mampus Gua" ujar Clara di depan Axel menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal itu.
"Lari lapangan 10 keliling, Saya tidak mau tahu, kamu sudah menganggu jam pelajaran!!" tegas Axel kepada Clara menyuruh gadis itu mengikuti hukuman nya.
"Pak apaan coba, panas ini. Gamau!" tutur Clara sambil duduk kembali di bangku nya itu.
"Kamu mau nurut saya hukum atau saya tidak akan melululuskan mu dari sekolah ini" ancam Axel kepada gadis itu.
Clara yang diancam dan di intimidasi seperti itu akhirnya pun memilih mengikuti hukuman nya yang di berikan guru nya.
"Iya iya pak" ujar Clara dengan cemberut sambil berdiri dari bangku nya dan berlalu pergi.
"Calon imam ngasi tugas pertama nih, kerjain yang baik yah" bisik Rere menyindir sahabat nya itu.
"Haha sebagai istri nurut" bisik Anggun yang ikut-ikutan mengatai Clara.
"Bacot Lu pada" celetuk Clara dengan kesal lalu keluar dari kelas dan menuju ke lapangan.
Clara berlari lapangan di saat matahari sangat terik nya itu, dia menyesal harus keceplosan berkata dan berbicara di jam pelajaran Pak Axel.
"Kalau tau Gua jadinya gini, Gua coret aja Lu dari daftar calon suami Gua Pak Axel" teriak Clara sambil terus berlari itu.
"Ahh Taehyung tetap di hati" teriak clara sambil berlari dengan semangat.
Reyhan yang kelas nya sedang memiliki mapel olahraga itu, melihat Clara yang sedang berlari dengan tertatih dan kecepaen serta sambil berteriak, entah apa yang Dia teriakan Reyhan tidak tahu yang Dia tahu saat ini sangat menikmati wajah lelah gadis itu yang memerah akibat panas, Reyhan yang kasihan pun memilih mendekat dan membawa botol air ke tempat Clara.
"Cla" teriak Reyhan di kursi lapangan itu sambil melambaikan tangan nya.
Clara yang mendengar himbauan dari seseorang itu memberhentikan langkah kaki nya lalu melihat seluruh bagian lapangan yang luas itu, terlihat seorang laki laki yang duduk dan melihat nya.
"Reyhan?" gumam Clara sedikit berlari dan duduk di samping pria itu.
"Apaan Rey?" tanya Clara sambil menghapus keringat nya dengan nafas yang memburu.
Clara yang juga merasa haus itu tentu langsung mengambil minuman itu di tangan pria itu, dengan memutar kuat tutup botol itu Clara sungguh sangat berusaha, tetapi tutup botol itu tidak mau terbuka, dengan kesal Clara mengambil minuman milik Reyhan yang sudah tinggal setengah yang di pegang pria itu. Clara meminum air itu hingga tandas.
"Huft makasih Rey, nih yang baru buat Lu aja, susah buka nya tadi" ujar Clara memberikan botol itu.
Dengan perasaan tidak karuan Reyhan berdiri dari duduk nya hendak meninggal kan Clara, tetapi Dia berhenti lalu berbicara sambil membelakangi gadis itu.
"Ka kau Cla, jangan pernah minum bekas pria! Apa kau tidak tahu itu artinya berciuman secara tidak langsung!" ujar Reyhan dengan suara tegas memperingati gadis itu.
"Berati kita berciuman begitu?" ujar Clara dengan blak blakan nya berkata tanpa titik dan koma.
Reyhan yang mendengar itu seketika pipi dan telinga nya langsung memerah karena malu mendengar ucapan Clara yang sangat asal itu.
"Gadis beg*o" ujar Reyhan berlalu pergi meninggal kan Clara yang masih kebingungan dengan tingkah pria itu.
Disisi lain, seorang pria sedang melihat mereka dari dalam jendela kelas itu, menatap dengan datar dan tanpa ekspresi itu.
'Mereka lagi, sungguh sangat bucin'
Bel istirahat pun berbunyi, Rere dan Anggun menghampiri Clara yang seperti nya sudah menyelesaikan hukuman nya itu, gadis itu mendekati teman-teman nya dengan wajah memerah dan nafas yang tidak beraturan.
"Gimana enak tugas pertama dari suami?" sindir Rere sambil tertawa kecil menatap Clara.
"Yah dimana mana biasanya enak, tapi mah ga enak ya kalo gini" ketus Clara menjawab pertanyaan Rere yang sebenarnya sudah jelas mengatai diri nya itu.
"Haha" tawa Rere dan Anggun secara bersamaan melihat Clara yang seperti itu.
"Lucu Lu badut" tawa Rere menepuk lengan Clara dengan pelan.
"Eh Cla, Pak Axel nyuruh Lu ke kantor nya tuh, habis selesai lari" kata Anggun menyampaikan amanah dari si guru killer nya.
"Ngapain lagi sih, Gua udah cape ini" cemberut Clara dengan kesal.
__ADS_1
"Yaudah sih nurut aja Lu dari pada ntar ga di lulusin sama Pak Axel mau Lu?" saran Rere menyuruh teman nya itu mengikuti kemauan guru nya.
"Temenin ya, ntar Gua traktir deh" mohon Clara kepada kedua sahabat nya.
"Eh nggun Gua kayak denger sesuatu, apa ya? oh ini suara perut gua, yuk kantin lah" ajak Rere kepada Anggun, seolah-olah mereka mengabaikan Clara yang tengah memohon itu.
"Gas lah, Bye sayang" ucap Anggun kepada Clara dan berlalu pergi.
"Awas Lu yah" ancam Clara kepada teman teman nya.
Tok.. tok..
"Ya masuk" ujar Axel yang menyuruh orang itu untuk masuk.
"Bapak manggil Saya? apalagi sih pak saya udah di hukum, ga mungkin ditambah lagi kan" tutur Clara dengan raut wajah kesal.
Axel mendongak kan kepala nya ke atas melihat siswi nya itu mengeluarkan banyak keluhan atas kesalahan nya sendiri, Dia melihat siwi itu sudah bermandikan air peluh akibat hukuman yang Dia berikan, sampai sampai baju yang digunakan siswi itu seperti transparan melihat kan pakaian dalam nya karena baju putih yang ia kenakan basah semua.
'****' batin axel sambil memalingkan muka nya ke arah lain ketika melihat sesuatu yang bukan milik nya.
"Kamu yakin dari tadi berjalan ke ruangan saya seperti itu?" tanya Axel tanpa melihat Clara.
"Gimana pak, muka saya kena apa, Clara melihat seluruh bagian tubuh nya, ia baru tersadar baju yang ia kenakan terlihat jelas pakaian dalam nya karena basah akan keringat.
'Astaga malu-maluin banget' batin Clara sambil melipatkan kedua tangan nya di dada.
"Saya cuman memperingatkan kamu jangan berisik lagi ketika jam pelajaran saya" tutur Axel menjelaskan peringatan pertama nya kepada Clara.
"Iyah Pak udah kan, Saya permisi" ujar Clara setengah berlari keluar karena malu.
"Ekhem, sebentar" panggil Axel sekali lagi kepada Clara.
Clara yang kembali di panggil itu membalikan badan nya dan menatap kesal kepada Axel.
"Ada apa lagi Pak?" tanya Clara.
"Ini pakai hodie saya, tidak mungkin kamu keluar seperti itu" ujar Axel melempar hodie itu ke wajah Clara.
'Teruma ga yah? tapi ga mungkin juga Gua keluar beginu malu maluin aja'' batin Clara.
"Yaudah makasih Pak" sambil mengambil Hodie lalu memakai nya dan berlalu pergi.
'Astaga Axel apa yang kau pikir kan? Dia itu siswi mu, gila!' batin Axel.
Di kantin
Rere yang melihat Clara baru datang itu pun memanggil nya.
"Eh Cla disini" teriak rere melambaikan tangan nya kepada Clara
Clara yang dipanggil segera duduk disamping Rere dan Anggun itu.
"Lu ga mau makan dulu" tanya Anggun bertanya kepada Clara.
"Ga usah, udah kenyang Gua makan malu" ketus Clara kepada Anggun.
"Eh bentar lu pakai hodie siapa ini ke sekolah, kebesaran banget, ga kelihatan badan lu haha" tawa Rere melihat penampilan Clara yang mungil dalam balutan hodie yang kebesaran itu.
"Weh iya nih" tatap Anggun melihat Clara.
"Apaan sih Lu pada ga bilang, baju gua basah kena keringat jadi keliatan daleman nya anjir, gua ga pakai tengtop si, makanya dipinjimin sama pak Axel" ketus Clara kepada para sahabat nya.
"What Pak Axel ga perawanan lagi matanya liat Lu" ujar Anggun menutup mulut nya tanda tidak percaya.
"Apaan sih Lu bacot, teman susah malah gitu" ketus Clara kepada Anggun.
Pembicaraan mereka terhenti saat bel masuk sudah berbunyi, para murid langsung pergi meninggalkan kantin.
__ADS_1