
Setelah acara lamaran semalam, para keluarga Alferoz menerima Michele dengan senang hati termasuk Alessia yang paling senang anak nya mendapat calon suami seorang dokter, begitu pun dengan Dante yang sudah mengerti posisi Michele tetapi masih enggan memberikan senyuman kepada calon menantu nya seolah mengatakan 'Kenapa kau mengambil gadis kecil ku' seperti itu lah yang tersirat dari Dante.
Drap.. drap..
Alice keluar dengan tergesa-gesa dari kamar nya hari ini adalah di mana kelas nya dengan dosen killer, gadis itu sontak kaget dan sangat terburu-buru ketika Dia bangun dan melirik jam dinding kamar nya yang sudah menunjukan 6.55 padahal Dia tepat masuk pukul 7.00 pagi ini.
"Al sarapan dulu!"teriak Alessia kepada anak nya.
"No Mom, i telat ngampus sama dosen killer,"ujar gadis itu melewati Mommy nya dengan cepat menuju garasi motor dan lebih memilih memakai motor untuk memotong jalan mobil lebih cepat.
Motor sport dark blue itu mengambarkan sosok yang tajam dari sang pemilik yaitu Alice Alferoz, dengan kecepatan tinggi gadis itu mengas motor nya menuju kampus terbesar di kota Italia itu.
7.12
"**1* Aku telat,"gumam Alice melihat jam di pergelangan tangan nya yang melingkar.
Dengan beribu langkah terburu-buru gadis itu menuju ruangan kampus nya mengabaikan diri nya yang di teriaki karena berlari di koridor yang di penuhi mahasiswa dan mahasiswi kampus hingga akhir nya pintu masuk dari kaca yang ganggang nya terasa dingin akibat AC dari ruangan itu Alice buka dengan paksa.
Brak..
"Sorry sir, saya telat,"ujar Alice langsung menundukan kepala nya dengan meminta maaf dan bersalah.
Suara bariton dan berat itu menjawab dengan tegas nya, suara yang Alice kenal, suara yang baru Dia dengar semalam dengan manja dan merengek kepada diri nya.
"Tidak apa-apa, kau belum melewatkan cek kesehatan ini Nona,"ujar pria itu yang memakai jas dokter.
Seketika Alice mendongkak kan kepala nya dan membalalak kaget ketika di sana ada Michele dengan tampan nya duduk dan memakai kacamata yang biasa nya Dia pakai saat bekerja.
"Sayan-- Maksud ku dokter Michele?"ujar Alice langsung mengubah cara panggilan nya.
Dengan heran Alice duduk dekat teman nya yang sedang membaca novel yang ada di tangan nya, kelas itu terlihat bebas bukan kah hari ini kelas dengan wanita pemarah itu batin Alice.
"Hei De, kenapa ada seorang dokter, kita bukan jurusan kesehatan bukan?"tanya Alice dengan heran mengetuk jidat gadis itu yang fokus dengan buku nya.
"Al!!"teriak gadis itu kesal melirik Alice yang cengegesan kepada nya.
__ADS_1
Kelas itu sedikit berisik maka dari itu teriakan Degava tidak terdengar jelas oleh orang yang sibuk, dengan pemeriksaan yang ada di depan satu persatu.
"Aku bertanya,"ujar Alice cemberut mengatakan itu.
"Aku juga tidak tahu, tadi dosen kita masuk dan mengatakan matkul hari ini di batal kan dan di ganti kan setiap kelas akan di datangi dokter untuk pemeriksaan karena sebelumnya ada yang terjangkit virus, dan kau beruntung baru datang kau tak perlu antri karena semua ini hampir selesai,"ujar gadis cantik bersuai pirang itu kembali fokus kepada novel nya.
Ah sekarang seperti nya Alice paham kenapa calon suami nya itu bisa satu ruangan dengan diri nya saat ini, pria itu terlihat sangat fokus dan memperlihat kan sikap profesional nya.
Tap..
Seorang pria menepuk punggung Alice, dan ternyata itu adalah teman pria yang juga satu matkul akuntansi hari ini dengan diri nya.
"Al bukan kah dokter itu yang mengaku pacar mu saat di koridor sekolah?"tanya pria itu dengan semangat.
"Kau mengetahui nya, kok bisa?"ujar Alice dengan kening berkerut.
Tentu Dia heran dengan pertanyaan pria sementara Michele waktu itu datang saat kelas sudah di tinggal kan teman-teman nya dan tempat Michele berbicara di tempat yang terbilang sangat akan jarang setelah kelas nya memutar mengambil jalan itu.
"Tentu Aku mendengar nya, Aku ingin ke perpustakaan hari itu,"ujar pria itu mengatakan nya.
Gyut...
"Sakit de,"teriak Alice dengan kesa.
"Alice Alferoz? Apa ada,"tanya Michele mengatakan itu berulang kali padahal Dia tahu gadis nya itu datang terlambat.
Alice yang nama nya di panggil langsung berdiri dan berjalan dengan tersenyum menghampiri Michele yang menatap nya datar itu.
"Haruskah Aku memanggil mu dengan nama Alice Antara Nona?"tanya pria itu dengan suara pelan dan berat nya membuat telinga Alice di manja kan dengan suara sexy pria itu.
'Astaga suara nya saja sudah membuat jantung ku meledak, Aku tidak dapat membayang kan suara nya itu memanggil ku saat kita bercinta, Akh si@l apa yang kupikir kan Al kau mesum!!' batin Alice berteriak dengan malu nya.
Tap..
Michele merasakan suhu tubuh gadis itu menggunakan tangan nya, karena Alice diam dan tidak seperti biasa nya membuat Michele heran.
__ADS_1
'Apa Dia berusaha bersikap kami tidak kenal, agar tetap profesional?' batin Michele heran.
"Apa kau sakit sayang, kenapa kau banyak diam hari ini,"ujar Michele dengan pelan agar orang tidak mendengar obrolan mereka.
Untung saja kelas itu berisik dan para mahasiswa yang sudah di periksa sibuk dengan urusan nya sendiri, karena Alice giliran nya memang terakhir, sungguh gila, pria di depan nya itu membuat pipi nya merah padam karena panggilan sayang yang jarang Michele lontar kan, padahal gadis itu dulu sangat agresif di depan Michele dan mengajak nya pacaran duluan.
Tapi sekarang apa? Alice di buat mati kutu karena sikap pria itu yang membabukan.
'Aku sampai lupa calon suami ku ini pria dewasa yang sangat menawan,' batin Alice.
"Aku tidak apa-apa, Aku tidak usah di periksa pakai saja data dua hari lalu, Aku tidak penyakitan bukan,"ujar Alice mengatakan itu.
"Hmm kau benar,"ujar Michele berdiri dan berusaha berbicara di ruangan itu.
"Kalian semua dengarkan!"ujar Michele dengan tegas.
Seketika semua orang terdiam dan kembali duduk di kursi itu.
"Kelas di bubarkan sesuai aturan setelah melakukan pemeriksaan, data kesehatan kalian bisa di cek di platform kampus dengan NIM masing-masing, sekian,"ujar Michele mengatakan itu dan melepaskan jas putih dokter nya dan melepas kacamata nya lalu memasukan nya ke dalam tas kerja nya.
Alice yang duduk di depan Michele melihat wajah tampan pria itu merasakan seperti nya selama Dia menganggu Michele selama ini, Dia tidak pernah sedikit pun memperhatikan wajah tampan itu, Michele berdiri begitu pun dengan Alice dan menarik pinggang gadis itu membuat tubuh mereka bertubrukan dan menepis segala jarak yang ada.
"Istri ku Ayo pergi,"
......................
Yang suka lihat pov mampir ke ig Aku bisa lah, cuman pov untuk lebih asik aja, di ig:@fanesaazp_
Mau up vidio nya di sini, tapi gabisa ternyata, cmn foto.
Kalian bisa lihat di sorotan bagian Noveltoon.
__ADS_1