
Alice yang sedang menempelkan wajah nya di kaca itu melihat pacar nya menatap ke arah nya pun tersenyum dan melambaikan tangan, gadis itu meniup kaca yang ada sehingga menimbulkan bekas yang berbentuk uap di kaca, lalu gadis itu membentuk simbol hati di kaca sambil melompat lompat membentuk simbol hati juga menggunakan tangan nya.
"Sayang, Aku di sini,"ujar Alice.
Begitu lah kira-kira sapaan Alice kepada Michele yang sedang melihat ke arah nya dari sebalik kaca, sementara itu Michele yang melihat nya hanya bisa menutup wajah nya dengan malu melihat tingkah pacar nya itu dengan buku yang ada di tangan nya.
"Dasar bocah itu kenapa sangat mengemaskan,"gumam Michele yang berkata sambil menutupi wajah nya lalu tersenyum sedikit yang tidak bisa di lihat siapa pun.
Malu dan senang datang bersamaan melihat tingkah pacar kecil nya itu, perawat yang merasa heran dengan arahan pandangan Michele yang terhenti fokus pada jendela membuat nya juga menatap.
"Hah siapa gadis alay itu? Jangan bilang salah satu fans Anda yang nekat datang ke rumah sakit lagi dengan alasan konsultasi mendadak dan membayar tapi tidak memiliki keluh kesah,"ujar perawat itu dengan tatapan curiga dan tidak suka melihat tingkah Alice yang seperti cari perhatian itu.
Michele yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, jika perawat itu pria mungkin Dia sudah langsung menarik kerah nya mengatakan pacar nya yang bertingkah imut itu alay, tapi seperti nya perawat itu benar Alice bertingkah konyol hanya di mata Michele Dia terlihat imut.
"Dia pacarku, apa kau bisa suruh Dia masuk dan tinggalkan kami, sehabis ini Aku akan pergi,"ujar Michele mengatakan itu kepada perawat yang memang menjadi rekan kerja nya dalam menyelesaikan urusan rumah sakit di sana.
"Ga gadis itu pacar Anda? Ma ma maaf kan saya dok, saya akan memanggil nya,"ujar perawat itu dengan grogi karena sudah salah mengomentari orang.
Pria itu terus menatap Alice yang melambaikan tangan nya sambil berpikir.
'Bukan nya Dia bagian Alferoz kenapa di rumah sakit keluarga nya sendiri Dia tidak di kenali?' batin Michele dengan mengerut kan kening nya penuh tanda tanya.
Gadis itu yang terus melambaikan tangan nya seketika berhenti mendengar seorang wanita memanggil nya, Alice memutar wajah nya lalu menatap perawat yang tadi yang ada di dalam bersama pacar nya.
"Nona, dokter Michele meminta Anda masuk ke dalam ruangan nya,"ujar perawat itu kepada Alice.
__ADS_1
"Benarkah? Baiklah, terimakasih kakak,"ujar gadis itu dengan semangat masuk ke dalam ruangan Michele.
"Sepertinya Aku pernah melihat nya?"gumam perawat itu melihat langkah Alice yang memasuki ruangan dokter Michele.
Walaupun pernah di nyatakan koma, kasus itu di simpan rapat oleh keluarga Alferoz tentang putri semata wayang mereka yang koma, hanya petinggi perusahaan yang tahu serta dokter khusus yang menangani keadaan Alice, untuk identitas dari awal sudah di katakan kalau Alice tidak pernah membawa embel embel Alferoz dalam kehidupan pribadi nya.
Seperti yang dulu Reno lakukan saat menjadi asisten Varo pria itu malah tidak di kenali sama sekali, begitu dengan Alice yang merasa risih jika teman-teman nya tahu kalau Dia anak dari keluarga terkenal, sikap teman nya tidak jujur dan hanya memanfaat kan nya saja.
Drap.. drap..
Langkah kaki Alice memasuki ruangan dokter Michele yang tersenyum sambil memegang paper bag yang ada di tangan nya, Michele yang sudah menunggu itu berjalan ke sofa ruangan itu dan di ikuti Alice.
"Pacar Aku merindukan mu,"ujar Alice langsung memeluk pria itu.
Lagi dan lagi Michele selalu canggung menerima pelukan itu, tapi sangat nyaman dan hangat di hati nya merasa sentuhan Alice, pria itu membalas pelukan Alice dan mengusap kepala nya.
Gadis itu melepaskan pelukan nya lalu tersenyum dan mengeluarkan kotak makan yang Dia siapkan dengan banyak dalam paper bag itu dan meletakan nya satu persatu di atas meja.
"Apa ini?"tanya Michele dengan bingung.
"Aku membuat nya untuk pacar dokter ku yang bekerja, sebenarnya hari ini kak Anggun mencek kandungan nya jadi sekalian Aku ikut menemui pacar ku ke sini,"ujar Alice mengatakan itu.
"Kau lapar bukan? Karena kau sudah bekerja keras,"ujar Alice mengatakan itu dengan senyuman nya.
Pria itu setiap saat selalu terhipnotis dengan senyuman pacar nya, tapi Michele sadari tangan nya sudah naik mengusap pipi Alice dan mencium perlahan bibir gadis itu, Alice yang menerima ciuman itu sedikit juga dag dig dug hanya menerima nya sambil memejamkan mata nya.
__ADS_1
Ciuman yang di berikan Michele sangat menuntun pria itu sangat ahli, Michele yang merasa tidak mendapat celah mengigit bibir bawah Alice.
Akh..
Gadis itu meringis kesakitan yang tentu membuat bibir nya terbuka dan membuat celah Michele men9ulum nya lebih dalam dan mengabsen setiap barisan gigi dan lidah yang ada pada Alice, Michele yang sangat sadar berciuman itu menahan tengkuk Alice yang terus memejamkan mata.
'Si@l bibir nya sangat manis, semua nya Aku tidak bisa berhenti,' batin Michele yang terus melakukan ciuman nya.
Suara decapan demi decapan bersahutan karena ciuman mereka, Alice sangat malu karena Michele sangat hebat dalam berciuman dan Dia hanya menerima nya.
'Lidah kak Michele masuk mulut ku, apa ciuman orang dewasa seperti ini?' batin gadis itu dengan wajah yang memerah.
Kondisi mulai tidak terkontrol, Michele menahan belakang kepala Alice tangan nya mulai masuk ke dalam baju lengan pendek yang ketat itu, tangan nya sudah mencapai kedua dada Alice, Michele mulai merem@s salah satu nya.
Membuat Alice melenguh atau pun mendes@h sesekali Michele yang mendengar itu seketika membuat bagian bawah celana nya tercetak jelas karena ulah Alice yang membuat nya candu.
"Ka ka kak Michele, kenapa suara ku seperti orang mesum,"ujar Alice di sela-sela ciuman mereka.
Michele tidak menjawab perkataan Alice dan hanya menikmati dunia nya hingga akhir nya terdengar suara pintu dari luar yang terbuka jelas.
Brak..
"Dokter Michele ayo kita pergi makan siang ber-,"belum selesai seorang dokter pria itu berkata, mata nya sudah lebih dahulu membola karena kaget dan canggung menganggu waktu itu.
"Ck, Angga kau kalau masuk ketuk pintu dulu,"ujar Michele degan wajah malu.
__ADS_1
"Ma ma maafkan Aku dokter Michele, Aku akan makan sendiri, nikmati makanan mu,"ujar pria itu dengan gugup dan menutup pintu.
Brak...