Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang di dapur tadi, akhirnya masakan pun sudah selesai di hidang kan para keluarga duduk di ruang makan memulai makan malam mereka dengan sesekali melakukan pembicaraan ringan.


"Bagaimana masakan ku?"tanya Alice kepada Michele yang tampak mengunyah makanan nya dengan santai.


"Enak seperti sebelumnya, kau tidak pernah gagal dalam hal apa pun,"ujar Michele kepada gadis itu.


Alice memancarkan senyum sejuta watt nya yang paling manis mendengar pujian Michele yang sangat membuat nya melambung tinggi karena bahagia mengatakan itu.


"Hehe iyah dong, calon istri siapa dulu,"ujar Alice mengatakan itu.


"Siapa?"tanya Michele dengan wajah tanpa dosa nya mengatakan itu.


"Kamu lah! Ck kan gitu tau lah,"ujar Alice dengan wajah cemberut dan memakan makanan nya dengan cepat.


Michele yang melihat langsung tertawa lebar melihat tingkah Alice walaupun sering ngambek dan kekanakan itu membuat nya sangat lucu di pendengaran Michele dan penglihatan nya.


"Bercanda, siapa yang ga mau punya calon istri secantik ini,"ujar Michele menatapa Alice yang memakan makanan nya itu.


"Aaa so sweet sayang ku,"ujar Alice bersemu malu sambil menepuk bahu Michele sesekali.


Entah kedua orang itu sadar pembicaraan mereka dari tadi di dengar oleh semua orang yang juga ada di sana, kalau sudah bucin dunia serasa berdua yang lain ngontrak pokok nya mah.


"Ekhem seperti nya kalian sangat tidak tahu tempat,"ujar Reno menyindir kedua orang itu.


"Ah maafkan Aku,"ujar Michele yang baru menyadari kesalahan nya itu dan menatap semua orang dengan tatapan canggung nya.


"Aduh Mommy jadi pengen muda lihat kalian romantis begitu di sini, iyah kan jeng,"ujar Alessia mengatakan itu menatap Nyonya Antara.


"Jika kamu mau seperti itu, Aku bisa,"ujar Dante dengan percaya diri nya menawarkan diri.


Seketika Alessia menatap tajam suami nya dengan tatapan kesal lalu Dante yang di tatap hanya merasa heran.

__ADS_1


"Kita sudah tua sadar diri,"ujar Alessia mengatakan itu kepada Dante.


"Lah yang mau tadi siapa? Aku hanya menawarkan saja,"ujar Dante dengan heran kepada Alessia.


"Ck biarin, wanita selalu benar,"ujar Alessia dengan kesal.


'Pepatah kuno yang benar,'


Ujar semua para lelaki yang ada di sana dengan membatin dan mengangguk kecil mendengar jawaban Alessia, begitu pun dengan Michele yang juga memgangguk membenarkan perkataan Alessia.


Grep..


Saat Michele sedang terdiam, sebuah tangan di bawah meja makan mengengam tangan nya, seketika perhatian teralihkan kepada tangan kecil yang mengengam nya, ternyata itu adalah Alice yang mengengam tangan nya dan lalu tersenyum kepada nya.


"Shutt diam mereka tidak tahu,"ujar Alice kepada Michele.


Pria itu mengangguk dan juga membalas senyuman Alice serta membalas gengaman nya, semua orang berbincang sedang kan mereka sibuk tersenyum satu sama lain.


"Jadi karena kita sudah lama di sini, langsung saja bicara masalah apa yang bisa membuat ku menerima kau Michele,"ujar Dante to the point.


Saat ini hanya bagian pria saja yang ada di meja itu, para wanita di pisahkan karena Daddy Michele meminta pembicaraan ini sedikit sensitif tentang penyakit anak nya dan Dante pun menyutujui nya.


"Aku minta izin menikahi nya,"ujar Michele langsung to the point.


Krik.. krik..


Suara jangkrik di taman itu terdengar jelas karena Dante hanya diam, dan Reno juga diam menatap keputusan Daddy nya, seketika kecanggungan pun melanda karena Dante kian tidak menjawab permintaan Michele itu.


"Aku tahu kalau Aku adalah pria y--,"


Belum selesai Michele menjawab, pernyataan itu sudah di sambung kan oleh Dante dengan cepat.

__ADS_1


"Pria yang memiliki reputasi buruk, sering bermain dengan wanita Aku tahu itu, kau seorang playboy atau lebih ke cassanova? Bagaimana mungkin Aku memberikan putri ku yang cantik dan baik itu kepada mu, kita tidak tahu kau serius dengan putri ku atau tidak, bisa saja kau hanya mempermainkan nya dan meninggal kan seketika itu juga, Aku menolak,"ujar Dante mengatakan itu langsung to the point tanpa aba-aba.


Seketika lidah Michele kelu mendapat penolakan yang pasti dari Daddy Alice, pria itu menunduk lalu mengkuat kan keyakinan nya bodo amad dengan rasa malu, Dia harus memberitahu kondisi diri nya yang sebenar nya kepada Dante.


"Mempermainkan nya? Aku tidak pernah seserius ini dengan gadis selain Alice, tidak mungkin Aku mempermainkan nya itu sama saja menambah masalah bagi ku dan karir ku serta keluarga ku di RS Alferoz Tuan Dante Alferoz,"ujar Michele mengatakan itu dengan lantang.


"Dari sini Aku akan menjelaskan,"ujar Daddy Michele.


"Michele memiliki penyakit Aseksual Tuan Alferoz, Anda pasti tahu karena sudah jelas, Dia tidak pernah bermain dengan satu pun wanita, kemarin saat Dia pulang ke rumah kami dengan lantang dan berani Dia mengatakan akan meminang anak mu dan memberitahu kondisi nya yang sebenarnya agar kau bisa paham,"


"Sebelum nya Michele tidak pernah seserius serta seyakin ini, dengan hal yang Dia sukai, Aku berani bersumpah anak ku tidak seburuk yang kau nilai, di luar sana orang hanya menulai cover nya, pria bod0h ini memang sering bergonta ganti pacar dan keluar masuk klub mencari wanita bukan karena ingin bersenang-senang, tapi Dia berusaha menyembuh kan diri nya dengan mengembalikan hasrat nya terhadap wanita,"


Ujar Daddy Michele menjelaskan dengan panjang lebar dan yakin mengatakan itu.


"Aku Michele Antara, sangat yakin dengan perasaan ku dengan Alice, Tuan Alferoz izin kan Aku menikahi gadis kecil mu,"ujar Michele dengan lantang.


Saat suasana tegang dan serius serius nya Reno yang diam dari tadi seketika tertawa, Dia tidak dapat menahan tawa nya dan menutup mulut nya dari tadi.


Haha


Pandangan semua orang tertuju kepada Reno yang tertawa itu, Dante mengerutkan kening nya dengan heran melihat putra nya itu.


"Kau ini kenapa?"tanya Dante bingung.


"Kenapa? Dad, ini sangat lucu Aku tidak dapat membayang kan ternyata Aseksual memang ada, Aku tidak dapat membayangkan kalau Michele tidak memiliki hasrat dan milik nya selalu letoy astaga itu memalukan haha," ujar Reno dengan puas mengatakan itu.


"Ck Tuan Reno, Anda,"ujar Michele menahan kekesalan nya kepada Reno.


"Apa?"tanya Reno tak kalah tajam dari pada kekesalan Michele.


'Untung kau calon kakak ipar ku, kalau tidak Aku sudah memukul mu,'

__ADS_1


__ADS_2