
Brak..
Michele menutup pintu mobil dan duduk di kursi penumpang yang di mana sudah terdapat ada istri nya, pria itu melihat Alice yang menatap nya dengan tanda tanya besar.
"Apa kau juga mengenal dosen di sini, pria itu yang Aku ceritakan pada mu, apa kalian berteman?"tanya Alice dengan segala runtun pertanyaan yang tidak henti itu kepada Michele.
"Jalan,"ucap Michele menyuruh supir nya menjalankan mobil terlebih dahulu.
Alice sudah menunggu jawaban suami nya itu entah kenapa Dia penasaran dari mana Michele bisa seakrab itu dengan Teo pikir nya, boro-boro akrab pria itu saja belum sempat berkata panjang lebar tapi Teo sudah mengakui nya terlebih dahulu.
"Bukan apa-apa cuman masalah pria, apa ada yang ingin kau lakukan?"tanya Michele kepada sang istri nya karena mobil mereka akan menuju mansion dan mungkin saja Alice ingin menikmati suatu hal lain.
Di sisi lain
Keenan sedang membenarkan kacamata nya sesekali melirik sang Tuan yang tampak fokus dengan dokumen yang Dia berikan, saat ini mereka sedang ada di ruang kerja mansion Alferoz.
Drap.. drap..
Reno melangkahkan kaki nya menuju sofa dengan raut wajah datar nya pria itu memberikan tab yang Dia pegang kepada Keenan seolah menitruksikan untuk melihat nya.
"Jelaskan secara singkat padat dan jelas,"ucap Reno memberikan tab itu kepada Keenan.
Sekretaris pribadi pria itu mengangguk dan duduk di samping Reno, Keenan menjelaskan tentang proyek yang akan di kembangkan oleh perusahaan Alferoz.
"Ini proyek baru, Nona Alice meminta saya mengajukan ini kepada Anda, menurut dari rangkuman di sini proyek ini 99% sangat menguntungkan perusahaan kita, Nona menganalisis nya sangat baik, dan proyek ini juga membutuhkan dana yang bukan main, Nona Alice berpesan kita harus mengambil resiko yang ada untuk membuat Alferoz melangkah maju,"ucap Keenan mengatakan itu dan melihat proyek besar yang di rancang Alice.
Raut wajah Reno masih tampak datar, pria itu mengangguk dan kembali melihat tab nya dan meletakan itu untuk di pilah nanti, lalu memilih dokumen yang harus Dia kerjakan segara.
Sementara itu Anggun yang perut nya sudah membesar dan tinggal hitungan hari itu masih tampak aktif dengan aktivitas di dapur nya, karena saat ini Dia ingin membuat sesuatu untuk suami nya.
"Sayang apa yang kau lakukan?"tanya Alessia melihat Anggun yang mencuci beberapa bahan makanan.
"Mau membuat cemilan untuk suami ku dan Keenan Mom, mereka pasti sudah sangat bekerja keras,"ujar Anggun dengan senyum manis nya.
__ADS_1
"Kau benar sayang, Aku kadang suka heran dengan sekretaris anak ku itu, Dia hampir sama dengan Reno sikap nya sangat ambis dalam bekerja, padahal Dia sangat tampan dan masih belum mencari pacar, apa Aku aturkan kencan buta saja untuk Keenan yah?"ujar Alessia dengan berpikir seperti itu.
"Boleh tuh Mom, biar Dia gajadi bujang lapuk haha,"ucap Anggun tertawa dengan puas.
Hingga akhirnya suara tawa itu tercekat berganti menjadi ringisan karena Anggun terus merasakan nya di bagian perut nya.
"Mo mo mom, perut Anggun sakit sekali, apa Anggun akan melahirkan yah?"ucap gadis itu masih sempat bertanya sambil menopang tangan di meja dapur dengan kuat.
Seketika Alessia tampak panik, tapi Dia pernah melalui nya dua kali dalam hidup nya hal yang harus Dia lakukan tetap tenang dengan cara berteriak kepada suami nya.
"Sayang!!!!!!!!!!!!!!"ujar Alessia dengan keras mengelar di mansion itu.
Sontak teriakan itu seketika langsung mengundang semua karyawan mansion menghampiri tempat Alessia berada, kepala pelayan langsung menghampiri Alessia.
"Nyonya apa yang terjadi?"
"Ada apa sayang,"ucap Dante yang datang karena memang berada dekat dengan dapur dan mendengar teriakan Alessia yang keras.
"Kau siapkan mobil, menantu ku akan melahirkan cepat!"teriak Alessia dengan panik memapah tubuh Anggun menuju mobil.
"Mom panggilkan suami ku, Aku ingin Dia juga ikut,"ucap Anggun kepada Alessia.
Wanita paruh baya itu mengangguk dan mendudukan Anggun di sofa di temani Dante yang berusaha menenangkan menantu nya bersama karyawan yang lain, sedangkan Anggun tampak berusaha mengatur nafas dan duduk santai.
"Huft, ternyata seperti itu mau melahirkan huft,"ucap Anggun terus mengusap perut nya sambil melihat ke arah ruangan kerja suami nya.
Drap.. drap..
Dengan langkah cepat Alessia dengan panik masuk ke ruangan kerja Reno dengan wajah panik attack membuat anak nya itu menaikan satu alis nya, pintu di buka dengan sangat kasar.
Brak..
"Reno anak mu akan segera keluar!"teriak Alessia dengan tiba-tiba.
__ADS_1
Keenan dan Reno tentu loading dengan perkataan Mommy nya yang di bilang akan keluar, karena itu sangat abstrak dalam menjelaskan nya.
"Keluar?"
Gumam Reno tampak berhenti, begitu dengan Keenan yang saling menatap dengan Reno, lalu sekretaris pribadi pria itu tampak membelalakan mata nya.
"Tuan apa maksud Nyonya besar, Nona Anggun akan melahirkan?"tanya Keenan dengan wajah panik dan langsung berdiri dari duduk nya.
Reno yang mendengar itu juga lalu dengan kaget berdiri dan mengebrak meja menjatuhkan dokumen yang Dia pegang.
Brak...
"Istriku!!!"teriak Reno langsung berlari dengan secepat kilat keluar ruangan hampir melewati tempat Anggun duduk jika tidak wanita itu berteriak.
"Hubby di sini,"ucap Reno masih mengatur nafas nya.
Seketika Reno mengerem langkah nya dengan mendadak dan terjatuh tapi langsung berdiri dengan wajah bod0h nya membuat beberapa karyawan menahan kekehan mereka atau tidak pria Alferoz itu akan memecat nya.
"Sayang apa yang kau lakukan ayo cepat,"ucap Reno yang malah melihat Anggun masih duduk tenang tapi dengan wajah sudah berkeringat.
Pria itu langsung mengendong Anggun ala bridle style, dengan sekuat tenaga pria itu mengangkat tiga orang sekaligus karena bukan hanya istri nya juga dua anak nya yang berat.
Drap.. drap..
"Keenan mobil!"teriak Reno melihat Keenan yang juga celingak celinguk berdiri di belakang Reno seolah-olah menunggu angkot lewat.
Plak..
Pria itu memukul kening nya pelan baru tersadar dan langsung naik dan menjalankan mobil ke rumah sakit Alferoz, begitu pun dengan kedua orang tua Reno yang langsung naik ke mobil yang sebenarnya di siapkan untuk Anggun.
"Sayang tarik nafas seperti ini huft huft huft huft,"ucap Reno mencontohkan nya.
"Lah kamu tarik nafas nya hembusin nya ga ada Hubby, salah itu, begini huft hah,"ucap Anggun yang malah mengajari suami nya itu.
__ADS_1
"Kenapa kau yang malah mengajari Aku? Dan Keenan cepat istri ku akan melahirkan, sayang kaki mu!!!"