Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 44-KEHIDUPAN KANTOR


__ADS_3

Saat ini Clara sudah kembali ke ruangan kerja nya itu, gadis itu sangat malu ketika mengigat kejadian barusan ketika Dia dan suami nya terciduk oleh Roy.


"Sungguh memalukan, kenapa suami ku berbeda" gumam Clara memegang kepala nya sambil mengeleng.


Saat Clara ingin masuk ke ruangan itu, seseorang karyawan menabrak diri nya dan kopi yang Dia bawa malah menumpahi pakaian nya sendiri.


Bruk..


"Aduh maaf mbak" ujar Clara berusa membantu membersihkan kemeja wanita itu.


Dengan tidak senang nya wanita itu menepis tangan Clara dari kemeja nya dengan kasar.


"Hei anak baru, kalo jalan tuh pakai mata" umpat karyawan senior yang tidak terlihat senang itu.


"Dimana mana jalan pakai kaki mbak" balas Clara dengan santai nya.


"Kau--" wanita itu hendak menampar pipi mulus Clara tetapi seseorang menghentikan tangan wanita itu dengan sigap, siapa lagi kalo bukan naswa.


"Anak magang, berani sekali kau" ujar wanita itu menghempaskan dengan kuat tubuh naswa ke lantai.


Naswa meringis kesakitan lalu langsung di bantu berdiri oleh Clara.


"Saya lihat sendiri, mbak yang sengaja nabrak Clara" ujar Naswa membela gadis itu.


"Kalo ga mau di omongin, ga usah ikut campur" kesal wanita itu mencengkram dengan kuat tangan Naswa.


Clara yang melihat teman nya itu di ganggu, berusaha menahan amarah, padahal Dia beberapa hari ini sudah bisa menjadi wanita kalem di kamus nya, tetapi ketika melihat teman nya di perlakukan seperti itu jiwa pemberontak nya kembali muncul dengan paksa. Clara membalas mengcengkram kuat tangan wanita itu, karyawan wanita yang merasa kesakitan itu tidak ada pilihan selain melepaskan gengaman tangan nya dari Naswa.


"Kalian dou perusuh, Aku akan melaporkan ini kepada CEO agar kalian di pecat! ini tindakan kekerasan" ujar gadis itu dengan kesal menatap Clara.


"Laporkan saja, tindakan ini sudah jelas siapa yang dulu mencari masalah" ujar Clara membela diri.


"Kau lihat tangan ku ini bukti nya, kau meninggal kan bekas, jangan senang dulu!" teriak gadis itu dengan kesal.


"Ya ya terserah" ujar Clara.

__ADS_1


Clara menarik tangan Naswa dengan pelan untuk meninggalkan tempat itu, tetapi wanita tadi yang dengan sengaja menabrak Clara malah terus mengoceh tentang hal buruk yang ada pada Clara.


"Gua tau Lu penghangat ranjang CEO, asal Lu tau yah CEO di sini itu udah punya istri, tapi Lu tanpa tahu malu sok-sok an kasih bekal makan siang, malu dong, Gua lihat pakai mata kepala Gua sendiri!" ujar karyawan wanita itu tersenyum miring.


"Lu mau Gua jujur mbak? Emang Gua tiap hari hangatin ranjang CEO sini, kenapa? Masalah, kalo iri bilang bos, jangan bully main Lu rendahan banget" kesal Clara yang sudah tidak dapat menahan bacotan nya lagi.


Para karyawan lain yang mendengar itu mulai berbisik mengatai Clara yang tidak tahu malu, apakah seorang gadis muda harus merelakan tubuh nya hanya demi uang dan mungkin pekerjaan itu.


"Pantas saja, Kau yang cuman lulus SMA bisa bekerja di perusahaan ternama ini, ternyata sudah jelas" ujar wanita itu pergi meninggalkan Clara.


"Cla, gapapa?" tanya Naswa yang melihat Clara tampak berubah raut wajah nya yang kesal.


"Gapapa benaran" ujar Clara tersenyum dengan paksa.


Clara dan Naswa melanjutkan pekerjaan mereka, beberapa puluh menit telah berlalu hingga akhir nya seseorang masuk ke dalam ruangan Divisi pemasaran itu, pria itu adalah Roy.


"Nona Clara Nandine Putri, serta Nona Naswa Evelint, ikut saya ke ruangan CEO" ujar Roy dengan tegas berjalan terlebih dahulu.


Clara yang mendengar itu menghembus nafas nya dengan kasar, begitu juga dengan Naswa yang sudah tahu ini pasti akan terjadi mengigat ancaman senior mereka itu bukan sebuah ancaman belaka, dengan langkah berat Clara dan Naswa ikut ke ruangan CEO.


"Cla, kita bakal di pecat ga yah, padahal Aku baru anak magang" ujar Naswa dengan wajah pucat nya.


"Benar yah, kan yang salah bukan kita" tutur Naswa yang berusaha menenangkan diri nya sendiri.


Clara dan Naswa sampai di depan pintu ruangan CEO, terlihat senior wanita yang mereka kenal itu sedang menangis tersedu-sedu memegang lengan nya, sungguh licik akting nya kalo di suruh main film kayak nya bakal lulus ini mah serius. Clara dan Naswa berdiri di hadapan Axel sambil menunduk.


"Sebenarnya ini masalah antar karyawan, tetapi wanita ini menganggu pekerjaan ku dengan terus menangis dengan suara berisik nya" ujar Axel menatap gadis itu.


"Mereka Pak CEO yang sudah bully saya, bekas ini sama gadis ini yang perbuat" ujar wanita itu menunjuk Clara yang hanya diam dengan tatapan kesal nya itu.


"Pa pak tolong jangan percaya, tapi mbak ini dulu yang mulai" jelas Naswa dengan gugup membela Clara.


"Tinggal lihat CCTV apa susah nya" gumam Clara dengan santai nya.


Wanita yang mengadu itu langsung terlihat gugup ketika Clara menyuruh melihat bukti melewati CCTV Dia tidak berpikir dengan kamera pengawas satu ini yang selalu mengintai tindakan mereka, entah ini sebuah kesialan, wanita itu tidak tahu niat nya yang ingin membuat image Clara buruk dan di pecat serta di gantikan oleh diri nya sebagai penghangat ranjang CEO seperti nya dalam ambang kesuksesan dan kegagalan.

__ADS_1


"Ngapain, ini sudah jelas dengan bekas ini" ujar wanita itu dengan gugup nya.


"Roy cek" perintah Axel tanpa mendengar permintaan karyawan wanita itu yang tambah terlihat gugup.


Axel menatap CCTV itu dengan seksama lalu menatap karyawan wanita nya itu, dan menatap Clara sambil mengehela kan nafas.


"Nah kan benar siapa yang salah Pak" ujar Clara dengan bangga.


Axel mendekatkan wajah nya bersiap untuk mencium Clara tetapi Clara dengan sigap mendorong wajah suami nya itu menjauh karena semua orang menatap mereka dengan aneh.


"Kau memanggil ku Pak" gumam Axel dengan datar menatap istri nya.


"Ini masih jam kantor, profesional padahal Kau CEO nya" kesal Clara kepada pria itu.


"Laurent mahen seperti nya istri ku ini berkata jujur dengan siapa yang salah, apa masih ada keluhan? dan seperti yang Kau bilang tidak Dia memang penghangat ranjang Ku karena Dia istriku, tentu itu wajar bukan?" jawab Axel dengan kalah telak kepada karyawan wanita itu.


Bagai di sambar petir karyawan wanita itu sangat kaget mendengar ternyata gadis yang ada di depan nya adalah istri CEO itu sendiri, begitu pun dengan Naswa yang tidak menyangka ternyata teman nya itu adalah atasan nya sendiri.


"Ti ti tidak Pak, saya permisi" ujar karyawan wanita itu dengan gugup.


"Lihat lah kenapa Kau bilang Aku ini istri, habis ini pasti semua orang melihat Ku sambil menunduk, Aku tidak suka itu, padahal Aku menikmati setiap bulian demi bullian yang mereka lakukan" ujar Clara menghela nafas.


"Bisakan Kau berkata sedikit Anggun sebagai seorang wanita" ujar Axel menatap kesal istri nya itu.


"Teman ku saja bernama Anggun, sikap nya sama sekali tidak Anggun" jelas Clara yang malah membela diri.


Naswa yang melihat kemesraan di depan nya itu salah tingkah tidah tahu harus berbuat apa.


"Tuan, Nyonya saya pamit dulu" ujar Naswa dengan gugup nya.


"Nas, jangan begitu, maka nya Aku malas kalo harus bilang Aku punya orang dalam, jadi canggung begini, kayak biasa lagi aja yah" ujar Clara membujuk gadis itu.


"Sudah, kau tidak apa-apa bicara santai dengan istri ku, lagi pula sikap nya memang bar bar" ujar Axel yang kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"Gini amat punya suami" ujar Clara menarik tangan Naswa keluar ruangan itu.

__ADS_1


"Aku ngga nyangka ternyata kamu suami CEO" ujar Naswa yang berbicara terasa lebih sopan kepada Clara.


'Udah diakui sih jadi istri, tetapi belum diakui cinta nya' batin Clara.


__ADS_2