
Prank
prank
bruk
brak
Akh tidak tahu semua itu suara dari lemparan dari berbagai bentuk jenis barang yang ada di apartemen Reno, pria itu melempar semua guci mahal yang menghiasi ruang tamu itu, serta memukul tembok dengan membabi buta, apa pun yang bisa di hancurkan akan Dia lakukan untuk melampiaskan emosi nya.
"Tidak ada cinta, tidak ada wanita, harus nya Aku tetap pegang prinsip itu bre*ngsek,"ucap Reno berteriak di ruangan apartemen milik nya itu.
Brak..
Pria itu mengakhiri kekesalan nya dengan memukul dinding apartemen itu, tangan pria itu berdarah, hanya ada air mata serta kekacauan yang Dia buat, Reno menjatuhkan badan nya di sofa menghembuskan nafas nya pelan lalu menatap langit-langit apartemen yang sudah lama tidak Dia tinggali itu.
"Air mata? Akh baru pertama kali Aku menangis,"gumam Reno memegangi pipi nya yang basah.
Dari kecil menjadi Tuan muda Alferoz adalah sebuah kesialan bagi Reno, langkah dan mimpi nya selalu di tentukan oleh keluarga nya, lalu karena itu juga apa pun yang Dia ingin kan selalu terpenuhi, dari kecil jika Reno mengiginkan mainan itu, Dia akan mendapatkan nya semua nya tanpa terkecuali.
"Apa Aku juga bisa mendapatkan nya?"gumam Reno dengan wajah datar nya.
"Lupakan, Aku akan melupakan perasaan ini, Aku tidak butuh cinta serta emosi, Aku tidak memiliki emosi Aku hanya robot, jangan jatuh cinta, Aku tidak akan jatuh cinta, jika Dia meninggal kan ku Aku akan menikah lagi, lagi pula pernikahan hanya untuk memiliki seorang anak penerus Alferoz,"gumam Reno kembali mengatakan apa yang bisa Dia katakan dan sesali sendiri.
Malam hari nya
Anggun sedang berada di dapur menyiapkan makan malam seperti biasa yang sering Dia lakukan akhir-akhir ini, Anggun sih ga pernah tahu rasa masakan nya tapi Reno selalu menghabiskan nya, yah karena Anggun makan bagian yang di buat koki mansion.
Gadis itu melirik jam yang ada di ponsel nya menunjukan pukul 19.23 Anggun merasa heran kenapa tumben sekali suami nya itu telat pulang, biasa nya selalu tepat waktu dan selalu mengekori kemana diri nya pergi.
"Kok belum pulang yah? Tunggu aja, atau makan duluan,"gumam Anggun menatap masakan yang khusus Dia buat untuk Reno.
Beberapa puluh menit gadis itu menunggu, hingga akhir nya kesabaran Anggun habis dan mengebrak meja itu.
__ADS_1
Brak..
"Kulkas si*alan, Dia kemana sih kok bikin Aku nunggu,"kesal Anggun mengatur nafas nya yang memburu karena kesal.
'Telpon Keenan kali ya, mana tau an itu asisten nya tahu?' batin Anggun mengambil ponsel di saku celana nya dan menekan nomor Keenan.
Drt.. drt..
"Halo Nona?"ucap Keenan dari seberang telpon itu.
"Keenan akhirnya, apa suami ku masih di kantor? Dia belum pulang, Aku sangat lapar dan sudah lelah menunggu nya,"ujar Anggun dengan kesal kepada Keenan.
"Bukan nya tad--,"perkataan Keenan terpotong saat sebuah pesan masuk ke ponsel nya.
Tring.. tring..
jika istri ku bertanya, jangan bilang Aku tadi mencari nya, bilang Aku masih di kantor, dan Keenan kau suruh bodyguard untuk mengawasi Anggun 24 jam dan beritahu aktivitas di luar mansion kepada ku.
Entah apa yang terjadi, pesan itu mungkin sangat datang di waktu yang pas saat Anggun menelpon Keenan untuk menanyakan suami nya itu.
"Halo Keenan, kenapa kau diam!"kesal Anggun kepada asisten suami nya itu.
"Itu Nona, kita masih ada mengurus dokumen penting dan seperti nya akan lembur,"ucap Keenan beralasan sebaik mungkin kepada istri tuan nya itu.
"Benarkah? Berikan ponsel nya kepada suami ku, Aku ingin memarahi nya, Aku sudah menelpon nya tapi tadi HP nya mati!"kesal Anggun mengancam Keenan itu.
"Tuan sangat sibuk Nona, maafkan saya, sudah dulu seperti nya kami kedatangan tamu,"ucap Keenan.
"Hei Ke--"
Tut.. tut..
Telpon pun di putuskan sepihak oleh Keenan, Anggun yang menatap ponsel nya itu hanya mendengus kesal mendapat perlakuan tidak enak oleh asisten suami nya itu.
__ADS_1
Sementara itu Keenan yang sudah tremor karena takut salah berbicara dan paling tidak pintar urusan bohong membohong apalagi kepada majikan itu hanya bisa bernafas lega.
"Sebenarnya mereka kenapa?"gumam Keenan yang malah penasaran sendiri.
Anggun menyelesaikan makanan nya, gadis itu kembali ke kamar dan berbaring di kasur kesayangan nya itu, gadis itu membuka ponsel dan melihat notice pesan dari Jason, Anggun tersenyum dan membalas pesan tersebut.
'Aku memang senang, tapi ini sedikit berbeda' gumam Anggun.
Di sisi lain Reno hanya bisa meminum botol alkohol nya terus menerus dengan banyak, dari siang tadi hingga sore sampai saat ini, bayangkan perkataan Anggun kepada pria itu terus terngiang di otak Reno, hanya dengan minum Dia bisa melupakan itu.
"Enak, ini sangat enak,"gumam Reno dalam keheningan dan kesendirian nya.
Malam sunyi itu di lewati kedua pasangan suami itu dengan perasaan mereka masing-masing, sungguh sial bagi Reno gadis dan cinta pertama nya harus berujung seperti ini, sementara Anggun entah lah gadis itu tidak ada yang tahu jalan pikir nya.
Tengah malam pukul 23.10
Reno berjalan tertatih tatih dengan memegangi tepian serta berjalan sempoyongan masuk ke dalam mansion nya, pria itu akhir nya bisa masuk ke dalam kamar nya, Reno berdiri di depan kasur nya itu, terlihat seorang gadis cantik tertidur lelap.
"Aku sudah es sungguhan, jangan berharap kau bisa mencairkan ku lagi,"gumam Reno pergi menuju sofa di kamar itu dan menjatuhkan tubuh nya secara kasar.
Tring.. tring..
Pesan masuk
"Nyonya seperti nya Nona masih tertarik dengan pria itu, saya juga melihat Tuan Reno di taman itu tadi siang, tapi Dia tidak menghampiri nya"
Ananda dan Lumuis yang melihat pesan itu menghelakan nafas nya, pasti hal itu sudah dapat Dia ketahui karena bukan berarti Ananda dan Lumuis sibuk mereka tidak tahu apa yang di lakukan gadis itu, malahan waktu Anggun hampir di perlakukan buruk oleh mantan pacar nya atau pun sering ke klub malam kedua orang tua nya sangat tahu sifat gadis kecil mereka itu.
"Aku sudah mengira ini, bagaimana sayang, menurut mu apa Reno mencintai anak kita, kalo iya kenapa Dia tidak menghampiri dan memarahi Anggun, atau pun menunjukan sedikit kecemburuan nya?"tanya Ananda melihat foto-foto itu.
"Kita lihat permainan mereka dulu, lagi pula ini rumah tangga mereka kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung yang terbaik, dan soal Reno menurut ku Dia sama seperti Dante pria itu dulu juga paling b*odoh mengekspresikan perasaan nya kepada seorang gadis,"ucap Lumuis menatap istri nya.
'Reno, Anggun semua keputusan ada pada kalian'
__ADS_1